Saat Kamu Punya Pacar Baru, 4 Hal Tabu Ini Nggak Boleh Diceritakan ke si Dia

Karena nggak semua hal itu harus kita kasih tahu ke seluruh dunia

Pertama-tama saya ucapkan selamat buat kamu, alumni Asosiasi Jomblo Indonesia, yang akhirnya berhasil lepas dari masa kesendirian. Mungkin juga sekarang kamu lagi asyik-asyiknya memadu kasih dengan si dia.

Tapi begini, Kawan. Kadang-kadang kita lupa sama hal-hal penting ketika lagi bahagia. Mungkin kita terlalu terlena sampai-sampai lupa kalau hal penting itu sebaiknya nggak perlu dilakukan. Hal yang kayak gini nih nggak jarang terjadi pas orang baru dapat pacar baru.

Tapi kamu nggak perlu bingung, gelisah, dan gundah gulana, saya bakal menyajikan daftar hal yang tabu untuk diomongkan ke pacar baru.

1. Mantan, dan kenangan indah bersamanya

“Mantanku dulu suka ngajak aku ke restoran, bukan ke ladang jagong!”/via unsplash.com/Allef Viniciusa

Membanding-bandingkan orang adalah salah satu kerjaan yang paling gampang sedunia. Bila kamu cuma membandingkan pacar baru dengan si mantan di dalam hati, itu masih nggak masalah. It’s Okay kalau kata orang yang sehari-harinya suka sok-sokan ngomong pakai bahasa Inggris.

Tapi jangan sampai kamu cerita tentang mantan secara blak-blakan, apalagi secara mendetail. Faedahnya apa coba? Biar pacar baru kamu jadi panas hati, marah, dan tersinggung? Biar pacar baru kamu tahu dia nggak lebih baik dari mantan kamu? Kalau tujuannya untuk itu sih, it’s okay.

Nggak ada orang yang senang dibanding-bandingkan. Jangankan hal-hal yang baik, cerita tentang keburukan mantan pun belum tentu bikin pacar kamu senang mendengarnya.

Editor’s Pick

2. Rahasia hidup (terutama yang memalukan)

“Pssst… dulu aku pernah berak di celana”/via pixabay.com

Semua orang itu berhak mempunyai rahasia. Sekalipun dari orang terdekat seperti keluarga atau pasangan, kita berhak menyimpan rahasia dari mereka. Itu salah satu privasi kita sebagai manusia.

Jadi, kecuali kamu percaya betul sama si dia, mendingan kamu nggak usah beberkan rahasia hidup kamu. Misalnya, dulu kamu pernah berak di celana. Pengalaman memalukan seperti itu nggak usah kamu ceritakan. Lebih baik kamu simpan dalam-dalam pengalaman itu sampai ke liang lahat nanti.

Nggak ada yang tahu apa pacar kamu sekarang bakal kamu nikahi nanti. Gimana kalau kalian putus, lalu dia jadi musuh terbesar kamu? Bisa-bisa dia membocorkan rahasia kalau kamu pernah berak di celana. Memalukan, iiih!

3. Kondisi keuangan

“Lihat bokongku, penuh dengan uang! Ada yang biru, dan ada yang merah. Setiap hari, kusiram semua”/via pixabay.com/stevepb

Kalau ingin mencari pasangan yang benar-benar tulus, jangan pernah menunjukkan status finansial kamu pada saat awal-awal pacaran. Kamu nggak perlu bercerita udah punya tabungan buat nikah, punya saham di perusahaan A, punya deposito, atau tabungan buat DP rumah. Keuangan merupakan topik yang sangat-sangat sensitif. Angkat topik semacam itu ketika kamu benar-benar siap untuk lanjut ke jenjang pernikahan.

4. “Aku cinta kamu” atau “I lup Yu”

“OMG! Korek dia keren banget! Ya Tuhan, aku sungguh cinta dia!”/via unsplash.com/Element5 Digital

Jika kamu mengucapkan tiga kata itu ke pacar baru, kemungkinan kamu punya jalan pikiran kayak karakter di film remaja atau drama romantis. Iya, kamu itu orangnya terlalu romantis. Dan di dunia nyata, sifat terlalu romantis kadang malah terlihat menyeramkan.

Hubungan antara dua sejoli terdiri dari beberapa tingkatan. Sebagai pacar baru, kamu dan si dia ibaratnya baru selesai menjalani tahap gebet-menggebet. Perasaan kamu ke dia mungkin baru sebatas naksir, bukan sayang atau cinta.

Namanya juga pacar baru, nggak mungkin lah kamu udah jatuh cinta sama dia. Dia juga pasti tahu itu. Semua hal pasti ada waktunya, termasuk kapan kamu bilang “I lup yu” ke pacar kamu.

Memang sih, tiap orang pasti berbeda-beda dalam menginterpretasikan sesuatu. Mungkin kamu nggak setuju sama tips di artikel ini. Dan hey, itu hak kamu buat memutuskan. Tapi coba kamu pikir-pikir: jika pacar baru kamu bercerita soal mantannya (yang cakep, seksi, baik, pintar), gimana tuh perasaan kamu?

- Advertisement -
15 Shares

Komentar:

Komentar