Mau Keluar dari Friendzone Gebetanmu? Berarti Kamu Wajib Baca Ini, Guys!

Friendzone no more!

Pasri skenario ini udah gak aneh: kamu suka sama seseorang, terus bisa deket, terus bisa main bareng, terus bisa jadi temen curhat, pokoknya udah yakin banget kalo doi adalah the one-nya kamu. Lalu, pas kamu ngungkapin cinta kamu doi bilang “Maap aku cuma nganggep kamu temen”. Dueeeerrrr! Rasanya kayak disambar petir langsung dari palu Thor, cuy. Pokoknya ancuuurr!

Okey, okey, tenang, tarik napas, buang pelan-pelan… Sekarang pertanyaannya adalah “bagaimana caranya supaya kita gak di-friendzone sama gebetan kita?” Ternyata jawabannya simple, lho: jangan jerumuskan dirimu ke dalam lembah gelap friendzone. Jadi, ketika kamu mulai ngedeketin seseorang, kamu harus tahu taktiknya agar si doi tahu kalau kamu berniat serius dengannya dan bukan berniat menjadi sekadar teman yang baik untuknya.

Nah, beda kasusnya kalau kamu sudah bisa mengantisipasinya sejak awal. Kenapa? Karena cara untuk mengantisipasi kamu sebelum terjebak di area friendzone relatif lebih mudah dari pada harus keluar setelah masuk.

Hmm, jadi gimana sih caranya agar kita gak sampe terjebak di friendzone ini? Seperti ini nih…

1. Katakan maksudmu sejak awal

via iheartintelligence.com

Banyak kejadian yang terjadi ketika seseorang mendekati gebetannya, dia terlalu takut atau malu mengatakan maksudnya mendekati si doi. Dan hasilnya adalah orang tersebut jatuh ke dalam friendzone.

Ya, ya saya juga mengerti kalau berkata langsung itu pasti canggung dan seringkali kita takut. Kamu gak perlu kok melakukannya secara frontal, cukup menyelipkan penjelasan-penjelasan yang mendukung niat kamu tersebut seperti :

- Advertisement -

– Kamu tertarik dengannya

– Kamu memiliki beberapa pengalaman dalam memiliki hubungan dengan lawan jenis

– Kamu suka gebetanmu tersebut dalam konteks romantic

– Kamu ingin mengajaknya jalan ke tempat yang bagus dan romantis

Kalau kamu bisa menjelaskan hal-hal tersebut dalam percakapanmu, maka 80% gebetanmu itu bisa mengerti kalau kamu memang tertarik dengan mereka secara romantis. Tapi ingat, masih ada 20% persentase dimana hal-hal tak terduga bisa terjadi, contohnya gebetanmu tersebut super duper gak peka. Kalau itu, kamunya juga harus extra sabar, ya.

2. Jangan terlalu baik

via thesocialman.com

Ingat kata-kata horor lainnya selain “kamu cuma aku anggep temen”? Yap “Kamu terlalu baik untukku”. Gak, maksud kalimat ini bukan nyuruh kamu jadi penjahat yang merampok bank atau membuat kamu memiliki ambisi untuk menguasai dunia. Maksud dari kalimat ini adalah kamu terlalu baik dalam memperlakukan si doi, dan membuat si doi merasa sedikit kurang nyaman. Selain gak nyaman kalau seandainya gebetanmu itu ternyata tipe orang yang independent, maka ada kemungkinan kamu malah melukai pride-nya.

Nah, jadi apabila kamu mau doimu itu melihat kamu sebagai orang yang menarik, kamu gak seharusnya terlalu baik. Kamu boleh membantunya saat dia benar-benar butuh bantuan, tapi kalau doi masih bisa melakukan hal tersebut sendiri, maka biarkanlah si doi melakukannya.

3. Keluar dari friendzone

via iheartintelligence.com

Kalau kamu sudah terlanjur terperosok ke dalam lembah gelap friendzone ini, kamu bisa mencoba keluar dengan cara mengetahui kenapa kamu bisa masuk ke dalam friendzone area ini.

Beberapa alasan kamu masuk ke dalam area friendzone ini adalah:

– Terlalu baik

– Tidak menunjukkan kamu menyukainya

– Gebetanmu sudah tertarik dengan seseorang

– Kamu tidak menarik untuknya (Yang ini sih bener-bener ngenes…)

Kalau kamu sudah mengetahui apa alasannya, kamu bisa mulai mengubah keadaan dengan melakukan cara sebaliknya. Tapi ingat, ya. Kebalikan dari “terlalu baik” itu bukan berarti kamu harus jadi jahat danmalah memperlakukannya dengan tidak baik atau jadi penjahat, ya. Yang harus kamu lakukan adalah hanya kurangi sedikit kadar keinginanmu yang berlebihan untuk membantu si doi.

 

4. Berhenti ketika memang sudah tidak worth untuk diperjuangkan

via socialmen,com

Kalau kamu sudah merasa bahwa keluar dari friendzone sangat sulit dan lebih banyak merugikan daripada hasil yang di dapat, di situlah kamu harus sadar kalau di luar sana masih banyak orang lain yang ingin bersamamu.

Buka hati dan pandanganmu, agar kamu bisa melangkah maju dengan harapan yang baru.

5. Kenyataan pahit

via socialmen,com

Sebenarnya dibalik dari kenyataan bahwa kamu di-friendzone oleh si doi itu ada makna pahit dibaliknya. Yap, ada kemungkinan kenapa mereka tidak menganggap perasaan kamu adalah karena gebetanmu itu sudah tertarik dengan seseorang yang lain.

Sekarang tinggal kembali kepada dirimu sendiri, guys. Apakah kamu ingin memperjuangkannya dan membuat gebetanmu itu berubah pikiran, atau menyerah den mencari yang lain? Semua keputusan ada di tanganmu.

Nah, jadi, apakah kamu siap untuk keluar dari lembah gelap friendzone? Atau kamu punya pengalaman seru soal keluar dari friendzone ini? Coba ceritakan di kolom komentar, ya!

Source: Thesocialman

- Advertisement -
Shares 13