Ketika Mulai Naksir Sahabat Sendiri, Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Nggak ada salahnya menanyakan 5 pertanyaan ini kepada diri sendiri

:

Ada yang bilang kalau cowok dan cewek itu nggak bisa benar-benar sahabatan. Seenggaknya salah satu dari mereka pasti ada rasa terhadap sahabatnya sendiri. Ada yang menganut kepercayaan ini? Atau kamu justru percaya kalau cowok dan cewek bisa bersahabat tanpa ada rasa suka diantara mereka?

Well, tergantung dari sudut pandang masing-masing ya. Yang penting jangan sampai memaksakan pemikiranmu kepada orang lain hanya karena kamu merasa benar. Terlepas dari benar atau tidaknya kepercayaan itu, pasti ada sebagian orang yang pernah suka sama sahabatnya sendiri. Entah itu suka duluan terus jadi sahabat, atau jadi sahabat dulu terus lama-lama jadi suka.

Kalau sudah begitu, apa yang harus dilakukan? Sebagai permulaan, kamu bisa mencoba menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada dirimu sendiri.

1. Apa yang membuatku suka sama dia?

via MabelAmber/Pixabay

Ini adalah pertanyaan paling penting sebelum masuk ke pertanyaan-pertanyaan lain. Apakah kamu suka sama dia karena fisik atau perilakunya? Apakah ketertarikan yang kamu rasakan itu secara seksual atau emosional?

Selain itu pastikan bahwa kamu benar-benar suka sama dia, bukan sekedar karena dia sahabatmu. Coba konfirmasi apakah cara kamu menyukai dia sama seperti ketika kamu menyukai pria lain yang pernah kamu sukai. Jangan sampai kamu menyalahartikan rasa sukamu kepadanya, ya.

2. Hubungan seperti apa yang ingin kujalani bersamanya?

via SnapwireSnaps/Pixabay

Kalau sudah yakin bahwa kamu memang tertarik kepadanya dan ingin menjalin hubungan yang lebih dari sahabat, pikirkan hubungan seperti apa yang ingin kamu jalani. Kamu bisa mengingat-ingat lagi perilaku dan kebiasaannya ketika dia suka sama seseorang. Apa kamu fine-fine aja dengan semua itu?

Jangan langsung menjawab “iya”. Karena kalau udah kadung cinta, tai ayam bisa jadi rasa coklat. Pikirkan selama beberapa hari, coba diskusikan dengan sahabat sesama jenismu dan tanyakan pendapat mereka. Karena mereka yang sudah kenal kamu pasti bisa menilai apa kamu cocok dengan dia.

3. Seberapa percaya aku kepadanya?

via klimkin/Pixabay

Selama kamu bersahabat dengannya, pasti ada masa-masa dimana kamu menceritakan suatu rahasia kepadanya. Nah, coba kamu ingat-ingat lagi deh, pernah nggak sih dia menyebarkan rahasiamu atau membuatmu kecewa terhadapnya?

Ingat ya, kepercayaan itu merupakan sebuah kunci yang menentukan langgeng atau tidaknya suatu hubungan. Jadi ini merupakan salah satu hal yang harus kamu pertimbangkan secara matang.

4. Bagaimana arah persahabatan kita nantinya?

via StockSnap/Pixabay

Ketika kamu memutuskan untuk mengutarakan perasaanmu kepadanya, perlu kamu ketahui bahwa nantinya hubungan persahabatan kalian tidak akan sama seperti sebelumnya. Pasti akan ada rasa awkward yang tercipta diantara kalian berdua. Oleh karena itu, kamu hanya punya dua pilihan.

Pertama, simpan perasaanmu dan tetap bersikap seperti biasa terhadapnya. Ini merupakan pilihan yang sangat-sangat menyiksa. Kamu nggak berhak marah ketika dia dekat dengan cewek lain. Kamu juga nggak berhak marah saat dia cerita soal gebetan dia dihadapanmu. Mau? Kalau nggak mau, kita loncat ke pilihan selanjutnya.

Pilihan yang kedua, utarakan kepadanya dan terima kenyataan bahwa nantinya kalian tidak akan sedekat dulu ketika dia menolakmu. Memang ada kemunginan kalian masih bisa dekat, tapi nggak bakal seintim dulu karena akan ada masanya kalian merasa nggak enak dan canggung terhadap satu sama lain. Terutama ketika dia suka sama cewek lain, nggak mungkin dong dia bisa dengan bebasnya cerita ke kamu.

Tapi kalau ternyata nantinya dia juga punya rasa yang sama terhadapmu, segalanya akan jauh lebih mudah. Berpacaran dengan sahabat sendiri itu menyenangkan, kok. Kalian sudah saling mengenal, sudah satu frekuensi, dan juga sudah nyambung satu sama lain. Tapi kalau pas putus, siap-siap aja kehilangan dua figur penting. Sahabat dan pasangan.

5. Apakah aku bakal bahagia kalau sama dia?

via rawpixel/Pixabay

Ini adalah pertanyaan terakhir yang bisa kamu jadikan kesimpulan untuk memutuskan bersamanya sebagai pasangan atau tetap sebagai sahabat. Selama ini, bagaimana sikap dia terhadapmu? Apakah kalian saling memotivasi satu sama lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik? Apakah kalian saling mendukung ketika salah satu dari kalian mengambil keputusan yang tidak biasa? Apakah kamu lebih sering marah atau lebih sering tertawa saat bersama dia? Soalnya ada kalanya kita tetap menganggap seseorang merupakan seorang sahabat karena hanya dia yang sering berada di dekatmu meski dia juga yang sering membuatmu terluka.

Kalau saja dia bukan sahabatmu, mengungkapkan perasaan kepadanya bakal tidak sesulit ini. Tapi karena dia adalah sahabatmu sendiri, maka hal ini yang membuat segalanya terasa rumit. Di satu sisi takut ditolak dan ngerusak persahabatan yang sudah lama terjalin, tapi di sisi lain merasa tersiksa kalau tetap menyimpannya sendiri. Oleh karena itu, semoga saja kelima pertanyaan di atas dapat menguatkan keputusan yang akan kamu ambil.

Apa kamu punya cerita yang sama terhadap sahabatmu? Kalau ada tuliskan di kolom komentar, ya.

11 Shares

Komentar:

Komentar