Kalau Kamu Merasakan Masalah Seperti Ini, Mungkin Sudah Waktunya untuk Putus sama Pasangan

Mending sendiri daripada menjalani hubungan tidak sehat!

Setiap orang itu pasti mengharapkan punya hubungan yang menyenangkan, nyaman, dan saling membangun dengan pasangannya. Namun yang namanya harapan nggak selalu sesuai sama kenyataan. Ada saja kalanya seseorang salah memilih pasangan yang bikin hubungan jadi nggak sehat.

Nah, kalau sudah kayak gitu, kira-kira apa sih yang bikin suatu hubungan itu layak untuk dipertahankan atau malah harus diakhiri?

Bertanya pada diri sendiri

via Entity Mag

Cara termudah adalah tanyakan kepada diri sendiri apa sikap dan kepribadianmu berubah setelah menjalani hubungan dengan seseorang? Buat daftar perubahan sikap dan perilaku tentang dirimu sendiri. Kalau semisal kamu kesulitan menilai diri sendiri, coba tanyakan pada orang terdekat apa yang berubah dari dirimu. Apakah kamu jadi mudah marah atau kurang percaya diri misalnya?

Atau kamu bisa melihat bagaimana sifat dia yang disembunyikan. Seseorang tidak akan pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya lebih dari 3-4 bulan.

Kamu beneran suka sama dia?

via Tiny Buddha

Selain sikap dan perilaku negatif, kamu juga harus bertanya pada diri sendiri apakah kamu masih memiliki rasa terhadap pasanganmu atau tidak. Nggak usah mendalami suatu hubungan apabila dari awal kamu tidak pernah mencinta, buang-buang waktu. Hal ini sering terjadi karena terkadang ada orang yang menjalin hubungan berdasarkan rasa kasihan.

Memang benar kalau cinta datang karena terbiasa atau bahasa jawanya ‘witing tresno jalaran soko kulino’. Namun kamu juga harus memberi batas. Kalau dalam beberapa bulan perasaan dia ke kamu cuma bertepuk sebelah tangan, kayaknya lebih baik hubungan kalian nggak perlu dipertahankan. Dan kalau kamu masih ngotot buat mempertahankan hubungan, kemungkinan besar kengototan kamu itu malah hanya merusak hubungan.

Rusak? Kenapa bisa rusak?” Karena kamu tidak akan mau berkorban buat pasangan. Beda sama pasangan kamu yang mau berkorban apa pun demi langgengnya hubungan kalian.

Kamu atau pasanganmu terlalu sibuk?

via Power of Positivity

Sesibuk-sibuknya orang, pasti ada batasnya. Nggak mungkin lah ada orang yang setiap menitnya selalu sibuk. Kalau misalnya pasangan kamu mengaku selalu sibuk, sampai-sampai nggak pernah menghubungi, itu berarti kamu bukan prioritasnya dia. Dan kalau kamu tak pernah jadi prioritasnya (atau sebaliknya, kamu nggak pernah memprioritaskan dia), mungkin ada yang salah dengan hubungan kalian.

Selain itu tanyakan lagi pada diri sendiri apakah pasanganmu pernah menunjukkan perhatiannya kepadamu. Pasangan yang dimabuk asmara selalu menunjukkan perasaan mereka, entah itu secara emosional, verbal, atau fisik. Memang tidak semua orang bisa berlaku romantis, tapi kamu bisa melihat dari perhatian yang mereka tunjukkan. Kelihatan kok. Kecuali kalau kamu memang sengaja pura-pura tidak melihatnya.

Apa kalian punya tujuan yang sama?

via EJournalz

Memang benar kalau tidak ada hubungan yang semulus jalan tol. Akan tetapi bagaimana kalian menghadapi masalah tersebut berdua adalah kunci dalam suatu hubungan. Hubungan itu ibarat game multiplayer yang mengharuskan para pemainnya bekerja sama dan berkoordinasi satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Dan tujuan itu adalah pernikahan.

Itu pun kalau kalian punya tujuan yang sama.

“Eh, maksudnya gimana nih?”

Apabila kamu atau dia belum begitu serius membahas arah dari hubungan kalian meski sudah lama pacaran, tanyakan kembali apakah kamu dan dia memiliki tujuan yang sama? Masalah apa yang membuat hubungan kalian terhambat? Apakah itu masalah keyakinan, keluarga, karier, keuangan, atau perbedaan pandangan dalam membesarkan anak?

Ingat, nggak semua masalah bisa diselesaikan dengan teori dan pengharapan. Lupakan sejenak pemikiran seperti ini:

“Kalau nanti kita nikah, pasti nggak bakal sering berantem”

“Kalau sudah punya anak, pasti hubungan ini akan tambah kuat”

“Kalau nanti sudah berkeluarga, pasti dia bisa mengubah sifat-sifat buruknya”

Nggak ada yang salah dengan optimisme. Tapi kamu juga harus realistis. Kalau selama ini kamu sudah berusaha namun hasilnya nihil, jaminan apa yang membuatmu yakin kalau masalah itu akan menghilang nantinya?

Pertanyaan-pertanyaan lanjutan

Coba deh kamu merenung sejenak seorang diri dan flashback ke masa-masa selama kalian masih berhubungan.

Apakah dia bersedia mengorbankan waktu, pikiran, dan tenagany di saat kamu membutuhkannya?

Apakah kamu bersedia mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga di saat dia membutuhkannya?

Apa saja alasan yang dia atau kamu gunakan untuk menghindari pasangan?

Apakah hubungan ini malah jadi penghambat dalam mencapai tujuan hidup?

Apakah hubungan kalian malah jadi batu sandungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari?

Apakah dia atau kamu saling mendukung dan menguatkan saat masa-masa sulit?

Apakah dia atau kamu sering dan gampang menyakiti, berlaku kasar, membentak, dan marah-marah mengenai suatu masalah, sekecil apa pun itu?

Buat kamu yang sedang dilanda masalah-masalah seperti di atas, coba renungkan dan pikirkan kembali arah dari hubungan kalian. Apakah ingin bertahan atau lanjut. Percayalah, mending sendiri daripada menjalani toxic relationshipI’ve done that before.

Tapi memang sih, daripada sendiri mending menjalani healthy relationship. Siapa yang nggak mau?

- Advertisement -
Shares 9

Komentar:

Komentar