Kalau Kamu Bertemu Calon Jodoh yang Punya 6 Kriteria ini, Langsung Ajak Nikah!

Daripada kelamaan dan ditikung teman sendiri...

:

Bagi para jomblo-jomblo veteran, sulitnya mencari calon jodoh itu setara dengan susahnya mencari tujuh buah Dragon Ball. Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari dianggap sebagai saudara, dicap terlalu baik, mengatur target terlalu tinggi, atau terlalu fanatik dengan waifu-nya.

Tapi masalah pencarian jodoh itu nggak hanya dialami oleh kaum jomblo saja, kaum ‘sering pacaran tapi sering putus’ juga mengalami hal yang sama. Alasannya pun beragam, seperti nggak menemukan kecocokan, nggak direstui orang tua, atau terlalu lama menunggu untuk diseriusin sehingga ditinggal nikah sama orang lain.

Khusus untuk alasan yang terakhir supaya nggak terulang lagi, ada 6 kriteria yang bisa kamu jadikan acuan dalam menentukan apakah orang tersebut layak dipinang dengan segera atau nggak. Apa saja itu?

1. Bisa mandiri

via pixabay.com / Free-Photos

Kalau kamu dihadapkan dengan pilihan antara keluarga atau pacar, mana yang bakal kamu pilih? Nah, kadang kan ada tuh yang selalu minta didahulukan, nggak peduli seperti apapun kondisinya. Kamu pasti nggak mau kan dapat yang kayak gitu?

Oleh karena itu, pastikan pasangan yang kamu cari adalah orang yang bisa menjaga dirinya sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain. Mandiri di sini bukan hanya dari segi kehidupan pribadi, tapi juga dalam hubungan kalian nantinya. Contoh sederhananya seperti yang sudah disebutkan di atas, dia nggak selalu minta diprioritaskan dan bisa memberikan ruang untuk dirimu, teman dan keluarga.

2. Dapat dipercaya

via pixabay.com / geralt

Awal mula kandasnya suatu hubungan itu biasanya disebabkan oleh rasa tidak percaya curiga yang berlebihan. Memang ada yang dari awal sifatnya susah percaya sama orang, bahkan sama pasangan sendiri sekalipun, tapi ada juga yang seperti itu karena sempat mengalami kejadian yang membuat dia tidak mudah percaya dan gampang curiga.

Makanya kalau kamu kenal sama orang yang kamu anggap benar-benar jujur dan dapat dipercaya, coba pastikan dulu di lingkaran terdekatnya. Periksa reputasi doi di mata orang terdekatnya, apakah memang positif atau ternyata ada negatifnya.


3. Nggak malu mengakui kekurangan

Selama nggak seabsurd orang ini ya / via pixabay.com / RyanMcGuire

Kriteria ketiga ini bisa dibilang cukup langka, karena biasanya hanya dimiliki oleh orang yang cukup percaya diri dan mau mengakui kekurangannya secara terang-terangan. Dia tidak menganggap kekurangannya sebagai hal yang buruk, melainkan bagian dari dirinya yang memang seperti itu.

Soalnya kan ada tuh yang kalau dikritik suka marah, depresi, atau ngambek. Nah, kalau orang yang seperti ini bukan termasuk tipe yang egosentris, dia mau melihat dari sudut pandang orang lain dan nggak merasa dirinya selalu benar.

4. Berorientasi pada tujuan

via pixabay.com / geralt

Di dunia ini ada dua macam manusia. Yang pertama mempunyai prinsip hidup mengalir seperti air dan yang kedua mempunyai target yang harus dikejar. Keduanya nggak ada yang benar dan salah, tapi dalam menjalin hubungan ada baiknya kamu mempertimbangkan yang kedua.

Kenapa kok begitu?

Karena dalam hidup ada yang namanya karir, pernikahan, dan anak. Dengan mengetahui tujuan yang ingin dicapai dari awal, kamu bisa menyamakan persepsi dan berusaha bersama-sama untuk mengejar tujuan tersebut. Selain itu kamu juga bisa tahu apakah kalian cocok antara satu sama lain atau tidak.

5. Stabil secara finansial

via pixabay.com / stevepb

Saya sedikit tergelitik saat membaca judul artikel Achmad Shobirin yang berbunyi ‘Jatuh Cinta Itu Dengan Perasaan, Tapi Meliharanya Dengan Penghasilan’. Boom! He’s dropping some cold hard truth. Ya nggak salah sih, malah kalau ada yang bilang ‘aku tak butuh uang, aku hanya butuh cinta’, rasanya jadi ingin kipas-kipas pakai uang 100 ribuan lima lembar di depan wajahnya.

Setuju nggak setuju, mau nggak mau, selama bayar persiapan nikah dan beli perlengkapan rumah tangga masih pakai uang, maka poin kelima ini wajib banget untuk dipertimbangkan. Hanya saja yang perlu digarisbawahi adalah parameter stabil setiap orang berbeda-beda, jadi nggak bisa disamakan standar stabil antara satu orang dengan orang yang lain.

6. Bisa berkomunikasi dengan baik

Bukan komunikasi yang seperti ini ya yang dimaksud / via pixabay.com / MabelAmber

Komunikasi yang dimaksud pada poin terakhir ini bukan soal skill bercakap-cakap ya, tapi kemampuan untuk mengekspresikan perasaan kepada orang lain. Soalnya nggak semua orang bisa mengekspresikan apa yang dia rasa, terkadang ada yang lebih nyaman untuk menyimpannya sendiri daripada diutarakan.

Kalau kamu nggak bisa berkomunikasi dengan baik, hubungan yang sedang terjalin bakal sering dilanda frustasi dan salah paham. Maka dari itu, supaya hubungan tetap sehat, kedua belah pihak harus rutin berkomunikasi secara jelas dan jujur dalam segala situasi, baik itu situasi yang menyenangkan ataupun situasi yang menyebalkan.

Kamu bisa menggunakan keenam kriteria tersebut, atau memilih kriteria tertentu yang kamu anggap sudah bisa mewakili. Soalnya nggak ada manusia yang sempurna, kan?

Kalau keenam kriteria di atas masih kamu anggap kurang, kamu bisa menambahkan sendiri kok di kolom komentar. Ditunggu, ya.

Komentar:

Komentar