Jadi Jomblo Itu Memang Nggak Salah, tapi Seenggaknya Kamu Bisa Dapat Manfaat kalau Punya Gebetan

Asal jangan sampai punya banyak gebetan, tapi jadian kagak

:

Gebetan/gébétan/ n, seseorang yg sedang ditaksir atau disukai; 2 berasal dari istilah yang populer di tahun 70an yaitu GBT atau Gerakan Bawah Tanah yang dibaca gebet, sedangkan korbannya disebut dengan GBT-an (gebetan) – Kamus Gaul

Ada yang baru tahu kalau gebetan berasal dari GBT? Sama, saya juga baru tahu.

Bicara soal gebetan, semua orang pasti pernah menikmati rasanya punya gebetan. Entah itu teman satu sekolah, tetangga dekat rumah, anaknya kenalan orangtua, atau mamang-mamang yang jual cilok di dekat sekolah kayak judul FTV satu ini.

Ngakak! Ada beneran ternyata!/via screenplayproduction

Dari yang awalnya cuma gebetan, ada lho mereka yang beruntung bisa jadian sampai ke jenjang pernikahan. Tapi… nggak sedikit juga yang mentok hanya jadi mantan gebetan (udah cuma gebetan, mantan pula. Ngenes amat).

Kalau kamu gimana? Jalan selangkah demi selangkah, atau malah nggak punya gebetan sama sekali?

Buat kamu yang nggak punya gebetan, mending segera cari deh. Soalnya gebetan itu memegang peranan penting dalam kehidupan para jomblowan dan jomblowati. Meski terkadang bentuk hubungan dengan gebetan itu lebih ke hubungan parasosial (hubungan satu arah di mana kamu punya rasa ke orang lain, tapi rasa itu tak berbalas), tapi efek yang dihasilkan bakalan sama seperti hubungan dua arah.

via pixabay.com/5688709

Editor’s Pick

Meskipun jomblo, minimalnya kamu punya gebetan. Alasannya…

Menurut Dr. Anna Machin, antropolog dari Departemen Psikologi Eksperimen di Universitas Oxford, ketika kamu naksir sama orang, sel saraf yang ada di otak akan mengeluarkan cairan norepinefrin (menimbulkan gairah yang dapat membuat telapak tangan berkeringat dan jantung berdebar-debar). Di samping itu, otak kamu juga bakal mengeluarkan cairan dopamin (menyebabkan rasa gembira, termotivasi, dan penuh percaya diri).

Makanya nggak heran kalau kadang kita sampai salting saking senangnya saat berada di dekat orang yang kita taksir.

“Tapi masa kita harus punya gebetan biar merasa bahagia? Biarpun jomblo, cara lain buat bahagia kan masih banyak?”

Memang sih, tapi ada penelitian yang menyebutkan kalau memiliki gebetan itu rasanya sama seperti kamu punya pasangan. Efek yang ditimbulkannya pun sama. Kamu bisa mengurangi rasa kesepian yang selama ini melanda sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Atau kamu juga bisa memanfaatkan gebetan sebagai sarana instropeksi diri. Secara nggak sadar,  kamu pasti pengin jadi pribadi yang lebih baik untuk gebetan, bukan?

Kamu yang dulunya nggak bisa masak, jadi mulai belajar masak semenjak punya gebetan. Atau yang dulunya nggak bisa nyetir mobil, jadi belajar nyetir. Maksud hati ingin menarik perhatian si gebetan, ujung-ujungnya malah jadi memperbaiki kualitas diri.

Asal jangan belajar nyetir ini ya/via pixabay.com/Tama66

Maka dari itu, nggak ada salahnya kok untuk mencoba punya gebetan. Nggak perlu memikirkan dulu gimana cara kamu nembak dia nanti, atau gimana kalau kamu ditolak. Yang penting, jangan sampai kamu terbiasa dengan kesendirian.

Jadi jomblo itu memang bukan perbuatan dosa. Tapi mental dan kehidupan kamu bakal jauh lebih baik jika, minimalnya saja, punya gebetan.

Buat yang belum punya gebetan, semoga bisa cepat-cepat dapat ya. Yang sudah punya gebetan, semoga bisa cepat diresmikan. Buat yang sudah jadian, semoga bisa dilanggengkan. Dan buat yang barusan ditolak sama gebetan, semoga tetap diberi kesabaran. Ikan di laut masih banyak, tinggal gimana kamu menjaringnya.

4 Shares

Komentar:

Komentar