Apakah Pasanganmu Sedang Berbohong? Coba Gunakan 3 Cara Ini untuk Mengetahuinya

Lakukan dulu 3 cara ini sebelum keburu menghakiminya

:

Salah satu kunci supaya hubungan tetap langgeng adalah kejujuran dan keterbukaan antar satu sama lain. Memang sih, nggak semua kebohongan itu ditujukan untuk maksud yang buruk. Jika makanan yang dimasak pasangan kamu nggak enak, sampai bikin kamu pengin muntah, nggak mungkin kan kamu bilang jujur:

“Iiiih! Makanan macam apa ini!? Menjijikan! Singkirkan itu dari hadapanku, cepat!”

Wow, itu kata-kata yang menyayat hati lho. Masakannya memang nggak enak, tapi menyakiti perasaan orang lain karena masalah remeh pun nggak bisa dibilang perbuatan yang bijak. Jadi lebih baik kamu bohong, bilang masakannya enak.

Kebohongan (dalam arti negatif) yang dimaksud di sini adalah kebohongan yang berpotensi merusak hubungan. Misalnya, pasangan kamu berbohong kalau dia nggak selingkuh sama orang lain, meskipun kenyataan berkata lain. Coba, apa ada manfaatnya buat kamu jika pasangan berselingkuh? Apa kamu pernah nemu artikel yang judulnya 5 Manfaat Sehat yang bisa kamu dapat jika pasangan kamu selingkuh? Nggak lah, hubungan kalian pasti bakal rusak.

Nah, untuk mencegah hal semacam itu terjadi, ada baiknya kamu bisa mengetahui tanda apakah pasanganmu sedang berbohong atau nggak. Bagaimana caranya?

1. Perhatikan apakah ada sikapnya yang berubah

via quora.com

Menurut Rachel Sussman, seorang ahli hubungan, coba perhatikan apakah ada gerak-geriknya yang berbeda dari biasanya: apakah dia tiba-tiba lebih manja dari biasanya, sering memerhatikan ponsel, atau unggah sesuatu yang berbeda dari apa yang biasa dia unggah di media sosial.

Ada yang bilang kalau, “Apabila hanya kamu yang merasa, maka kamu yang salah. Tapi kalau semua orang merasa, berarti dia yang salah.” Oleh karena itu, tanyakan juga pada orang terdekatnya, apakah mereka merasa sikap pasangan kamu berubah drastis. Apalagi kalau orang terdekatnya juga teman dekat kamu, nggak usah ragu-ragu buat bertanya.


2. Perhatikan gerak tubuhnya

via thebrunettediaries.com

Saat seseorang berbohong, secara alami pasti ada satu kebiasaan khusus yang dia lakukan. Sayangnya kebiasaan tiap orang saat berbohong berbeda-beda, jadi nggak ada patokan khusus.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu pakar psikologi, Terri Orbuch, yang mengatakan bahwa ketika seseorang berbohong, maka wajar kalau tubuh mereka menunjukkan reaksi tertentu. Entah itu nggak berani melakukan kontak mata, suara gemetar, menggaruk-garuk kepala, mengangkat alis, memegang dagu, menggaruk pantat lalu menciuminya, atau tiba-tiba menari Samba sambil menyanyikan lagu Noah.

Hmm… mohon lupakan dua poin terakhir, guys.

Pada intinya, kamu hanya perlu mengamati, mempelajari, dan menghafalkan bagaimana pasanganmu bersikap dalam keseharinnya.

3. Dengarkan bagaimana respons dia saat berbicara denganmu

via rd.com

Nggak hanya gerak tubuh dan kebiasaan, pemilihan kata saat berkomunikasi juga harus kamu perhatikan. Apakah dia menggunakan kata-kata asing saat menyebut sesuatu yang umum? Misal memanggil kamu ‘Beb’ padahal biasanya ‘Hoooi, kamu, sini!’.

Ciri lainnya, apakah dia cenderung mengulur-ulur pembicaraan? Apakah dia menuduhmu berbohong untuk menutupi kebohongan yang dia lakukan? Sebetulnya masih banyak contoh lainnya. Seperti pada poin nomor dua, yang perlu kamu lakukan hanya lah pay attention bagaimana dia berbicara sehari-harinya.

Om Terry Orbuch mengatakan bahwa orang yang berbohong cenderung berbicara dengan ragu-ragu atau berbicara dengan nada yang lebih tinggi dari biasanya. Bahkan bisa jadi dia lebih sering salah ngomong dari biasanya. Atau ekspresi wajahnya nggak selaras dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Namun, setelah menerapkan tiga cara di atas dan kamu yakin pasanganmu memang berbohong, jangan buru-buru menghakiminya. Kebanyakan orang bakal langsung bereaksi negatif saat mengetahui pasangannya berbohong. Reaksi negatif nggak membuat hubungan kalian menjadi lebih baik, malah lebih buruk.

Memang nggak ada yang suka dibohongi. Tapi jika pasanganmu ternyata berbohong, coba pancing dia terlebih dahulu. Kalau umpan tetap nggak dimakan juga, baru kemukakan analisismu dan tanyakan apakah dia memang berbohong. Kalau ternyata hanya salah paham, ya sudah, lupakan aja. Tapi kalau dia semakin bertindak mencurigakan atau malah mengaku, tanyakan alasannya mengapa dia berbohong. Pastikan nggak ada kata-kata yang bersifat menghakimi, mempermalukan, atau bersikap agresif.

Sekarang udah tahu kan gimana caranya mengatasi kebohongan dalam hubungan? Intinya jangan langsung menghakimi sih. Kebanyakan orang juga nggak akan nyaman kalau pasangannya terlau curigaan. Betul, nggak?

Komentar:

Komentar