Apa yang Harus Dilakukan Ketika Cinta Kamu Bertepuk Sebelah Tangan?

"Aku baru sadar, cintaku bertepuk sebelah tangan" kata Once

:

Saya yakin, hampir semua orang pasti pernah mengalami fase yang nggak mengenakkan ini. Kalau kamu merasa nggak pernah mengalaminya, mungkin belum. Jangan kegeeran dulu, apalagi jika kamu sekarang masih remaja. Jalan hidup kamu masih panjang.

Saya sendiri belum pernah melakukan survei. Tapi sekali lagi, saya yakin orang yang hanya punya satu pacar selama hidupnya, lalu berhasil lanjut ke jenjang pernikahan dengan pacarnya itu jumlahnya nggak terlalu banyak. Pasti lebih banyak mereka yang pernah mengalami fase putus – cari pacar lagi – ditolak.

Dan itu masalahnya. Gimana jika kamu kesengsem berat dengan orang yang nggak menaruh perasaan sama kamu? Apa kamu harus terus mengejarnya seperti yang suka dilakukan karakter utama di film romantis? Di artikel inilah kita akan mengupasnya.

Jadi, apa yang harus dilakukan jika cinta kamu bertepuk sebelah tangan?

Orang yang bijak pasti tahu kapan ia harus berhenti melakukan sesuatu. Itu juga berlaku untuk masalah asmara, terutamanya untuk kasus cinta yang bertepuk sebelah tangan. Karena bila kamu terus mengejar-ngejar orang yang nggak cinta sama kamu, rasa suka kamu itu bisa tumbuh secara liar menjadi obsesi berlebih.

Dan bahayanya, obsesi berlebihan terhadap sesuatu rawan banget disalurkan melalui jalan yang… euhm, kurang benar, terutama jika kamu kurang bisa mengendalikan emosi.

“Aku akan menyusup diam-diam ke rumahnya, lalu tinggalkan bunga ini di kamarnya. Dia pasti suka”/via unsplash.com/Shamim Nakhaei

Untuk lebih sederhananya, ada dua skenario utama yang akan terjadi saat cinta kamu ditolak:

1. Jatuh cinta -> ditolak -> ikhlas/pasrah/introspeksi diri -> mencari ikan lain di lautan yang luas


2. Jatuh cinta -> ditolak -> nggak menerima kenyataan -> berpikir masih ada kesempatan -> mengejar lagi orang yang kamu suka -> ditolak -> masih nggak menerima kenyataan -> rasa suka berubah menjadi obsesi -> mulailah kamu menjadi penguntit atau stalker

Kamu pernah dengar orang yang bunuh diri, main ilmu hitam seperti pelet (cinta bertindak dukun ditolak, eh kebalik, cinta ditolak dukun bertindak), atau melakukan tindak kriminal? Tindak kriminalnya seperti peretasan akun media sosial, penguntitan di dunia nyata dan dunia maya, atau pembunuhan.

Dan ketika ditelusuri alasannya, ternyata mereka melakukan itu hanya karena cinta mereka ditolak. Itulah hasil dari obsesi yang terlalu berlebihan terhadap seseorang.

Film Fatal Attraction bisa jadi contoh yang bagus tuh/Paramount Pictures

Sampai segitunya? Iya! Jangan anggap sepele masalah ini. Kalau nggak percaya, kamu bisa cari berita di si mbah Google soal aksi penguntitan atau pembunuhan yang terjadi karena korban menolak cinta tersangka. Kejadian seperti itu nggak hanya ada di buku atau film, tapi juga bisa terjadi di dunia nyata.

Makanya, sebelum rasa suka kamu berubah menjadi obsesi berlebih, mendingan kamu lakukan hal-hal di bawah ini saat cinta kamu ditolak. Percaya deh, nggak ada orang yang suka kalau terus dikejar-kejar secara membabi buta sama orang lain, mau itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Dan nggak ada orang yang suka jika mereka menerima SMS bertubi-tubi hanya dari satu orang.

1. Ingat, sebagian besar film berisikan cerita fiksi

Kamu pasti pernah lihat karakter utama di film romantis yang nggak menyerah begitu saja ketika cinta mereka ditolak. Mereka terus mengejar orang yang mereka suka meski ditolak berkali-kali. Tapi saat film menyentuh bagian akhir, si karakter utama mendadak diterima oleh target mereka.

Saya kasih tahu nih, jika ada orang yang terus mengejar-ngejar saya seperti di film, saya pasti bakal merasa risih dan terganggu. Alih-alih terharu melihat perjuangannya, saya bakal usir itu orang. Dan jika orang itu masih ngotot, saya bakal lapor polisi.

Sebagian besar film romantis itu nggak cocok dijadikan bahan referensi untuk pedekate di dunia nyata. Di dunia nyata, orang yang terlalu terobsesi sama cinta itu nggak terlihat romantis, tapi menyeramkan!

2. Nggak usahlah jadi penguntit

“Oooh, jadi kemarin dia diare seharian ya. Aku mesti belikan obat mencret untuknya”/via Pixabay/StartupStockPhotos

Saat tangan kamu gatal pengin stalking medsos orang yang nolak kamu, coba buat tahan. Lagian apa gunanya juga sih mengintip akun medsos orang yang nolak kamu? Apa manfaatnya coba!? Itu cuma bakal mengingatkan kamu sama si doi. Kayak nggak ada orang lain yang bisa digebet aja sih.

3. Buat pengalaman kamu jadi karya

Coba dengar lagunya Dewa 19 yang judulnya Pupus, atau lagu Bertepuk Sebelah Tangan-nya The Rain. Dua lagu itu berisi tentang pengalaman cinta yang bertepuk sebelah tangan. Jadi kenapa nggak tiru dan salurkan pengalaman kurang mengenakkan kamu ke dalam karya produktif?

Lagu, novel, atau cerpen, bentuk karyanya terserah kamu.

4. Terima saja kalau kamu memang ditolak, lalu mundur secara teratur

“Hiii… jijik!”/via aconsciousrethink.com

Ya mau gimana lagi, kenyataannya kamu memang ditolak oleh orang yang kamu suka. Nggak gampang memang, tapi itu harus dilakukan.

Tapi jangan salah sangka juga. Kamu bisa mencoba lagi buat pedekate ke orang yang sama kalau masih penasaran. Tapi yang paling penting, kamu mesti tahu kapan harus berhenti. Lihat tanda-tanda yang ditunjukkan gebetan kamu. Kamu juga pasti bisa baca tanda-tandanya, apa dia memang suka sama kamu atau nggak.

Jika si dia masih aja nggak menaruh rasa sama kamu, lebih baik mundur. Jaga hubungan pertemanan, tapi nggak usah ngotot mengejar-ngejar dia lagi.

Cinta ditolak rasanya memang nggak menyenangkan. Tapi itu juga merupakan siklus yang lumrah dalam proses pencarian jodoh. Setiap penolakan yang dialami harusnya jadi pelecut agar kita bisa jadi pribadi yang lebih baik.

Sok bijak ya saya. Tapi ada benarnya juga ‘kan?

Komentar:

Komentar