7 Jenis Cinta yang Biasa Menghinggapi Dua Sejoli, Ada di Fase Mana Kamu Sekarang?

Nomor dua paling gampang; nomor tujuh paling susah

:

Pernah nggak sih kamu tertarik dengan seseorang pada saat pertama kali bertemu? Atau malah jantung kamu berdegup kencang saat berbicara dengan lawan jenis? Apakah itu yang dinamakan cinta, saudara-saudaraku sekalian?

Hmm… Bisa jadi. Soalnya buat mendefinisikan kata cinta sendiri nggak gampang. Coba kamu jawab, apa itu cinta? Mpu Tantular sekalipun jarang banget membahas soal cinta, mungkiiiin.

Untungnya ada psikolog asal Amerika, Robert Sternberg, yang dengan teorinya membagi cinta menjadi 7 jenis.  Ia mencetuskan teori 7 jenis cinta ini dari teori yang ia kembangkan sebelumnya. Menurut psikolog yang belum saya kenal langsung ini, cinta itu terbentuk dari tiga hal: kedekatan emosional (emotional intimacy), gairah (passion), dan komitmen (commitment).

Untuk lebih jelasnya, mending langsung kita lihat pembagian kategorinya ya.

1. Infatuation atau cinta monyet (passion)

via pixabay.com/aliceabc0

Ini adalah cinta yang cuma menyertakan gairah, tanpa keintiman atau komitmen. Tipe atau fase ini dialami dua orang yang nggak begitu saling kenal, tapi saling tertarik satu sama lain. Mereka juga belum betul-betul menemukan kecocokan satu sama lain. Meskipun, mereka sepakat untuk mengarungi terjalnya kehidupan sebagai sepasang kekasih.

“Mengarungi terjalnya kehidupan,” udah puitis belum tuh kata-katanya?

Menurut psikolog, jenis cinta yang seperti ini bisa saja berkembang menjadi lebih dalam seiring berjalannya waktu. Hanya saja, kasusnya jarang banget terjadi. Kebanyakannya bakal mengalami fase putus dulu.


2. Liking/friendship atau pertemanan (intimacy)

via pixabay.com/Free-Photos

Hubungan pertemanan atau persahabatan biasanya memang nggak melibatkan gairah asmara ataupun komitmen. Kamu bahkan nggak perlu bilang, “Hey, kita bisa bicara berdua nggak? Sesungguhnya, aku ingin menjadi teman kamu. Kamu mau nggak jadi teman aku?” saat mau mengajak orang lain jadi teman. Iya, ‘kan? Hubungan pertemanan biasanya terjalin secara natural.

Intinya, jika kamu punya pandangan hidup atau minat yang sama dengan seseorang, itu artinya kamu lagi berada dalam hubungan pertemanan.

Oh ya, pernah nggak kamu merasa cocok sama orang, tapi kamu penginnya kalian cuma jadi teman doang? Ya ini nih, friendzone juga termasuk dalam lingkup tipe cinta yang kedua ini.

3. Empty love atau cinta yang hampa (commitment)

via pixabay.com/Takmeomeo

Pasangan yang mempunyai tipe cinta seperti ini biasanya terlahir dari ikatan tertentu. Misalnya, pasutri yang menikah karena dijodohkan. Pernikahan mereka awalnya hanya didasari oleh komitmen (pernikahan), tanpa keintiman atau gairah.

Meskipun begitu, tipe hubungan mereka bisa saja berevolusi jika bisa menemukan keintiman dan gairah. Seperti kata lirik lagu Risalah Hati, “Beri sedikit waktuuuu… uuuu, biar cinta datang karena telah terbiasa (teng tong teng neng).”

Tapi sebaliknya juga, pasangan yang berada di zona fatuous love bisa saja terjerumus ke fase empty love jika gairah mereka mulai hilang.

4. Romantic love atau teman tapi mesra (passion+ intimacy)

via pixabay.com/StockSnap

Ini nih jenis cinta yang banyak menjangkiti pasangan zaman sekarang. Udah sama-sama suka, sama-sama nyaman, tapi masih belum siap atau nggak mau berkomitmen serius.

Nggak tahu apa yang bikin mereka betah menjalani hubungan yang seperti ini. Pasangan yang punya tipe cinta seperti ini tuh jarang banget lanjut sampai ke jenjang pernikahan. Mereka biasanya berstatus: selingkuhan, teman tapi mesra, teman kumpul kebo, atau pasangan cinta satu malam.

5. Fatuous love atau cinta naif (passion + commitment)

via pixabay.com/Olessya

Ketika dua sejoli merasa suka satu sama lain, dan mereka siap-siap saja buat melangkah ke jenjang pernikahan dan membagi tugas rumah tangga, itu pertanda mereka berada di fase ini. Hanya saja mereka belum merasakan adanya keintiman atau kedekatan emosional dalam hubungan.

Menurut psikolog, pasangan ini punya potensi besar untuk punya hubungan yang awet. Meskipun,  untuk kadar kebahagiaannya tergantung dari orang yang menjalani hubungan itu sendiri.

Jika pasangan tipe ini gagal menjalin keintiman, rumah tangga mereka kemungkinan besar bakal penuh “drama” dan prahara, kayak yang sering muncul di acara-acara gosip itu mungkin.

6. Companionate atau cinta persahabatan (intimacy + commitment)

via pixabay.com/5688709

Ketika kamu berhasil lepas dari jebakan friendzone yang ada pada jenis cinta liking, besar kemungkinan kamu bisa mencapai tahap ini. Hubungan kalian memang lebih erat kalau dibandingkan dengan persahabatan biasa. Tapi kurangnya gairah dalam kehidupan asmara bikin kalian lebih terlihat sebagai sahabat yang tinggal satu rumah.

Golongan yang paling dekat buat mewakili pasangan tipe ini ialah mereka yang sudah lama menikah. Kamu pasti pernah lihat iklan atau konten yang isinya berjanji buat “memanaskan” kembali hubungan suami istri yang mulai mengendur. Bukan, bukan karena faktor impotensi dan semacamnya, tapi lebih ke “padamnya api” asmara.

Nah, iklan yang kayak gitu biasanya ditujukan untuk pasangan dengan cinta companionate.

7. Consummate love atau cinta sempurna (passion+ intimacy+ commitment)

via pixabay.com/StockSnap

Ini dia puncak tertinggi dari tipe cinte. Cinta jenis ini mengandung ketiga komponen sekaligus: gairah, kedekatan emosional, dan komitmen. Tiga komponen itu besarnya nggak harus sama rata, tapi masing-masing harus ada dalam hubungan.

Pasangan yang punya tipe hubungan ini bisa dibilang sangat-sangat langka. Tapi bukan berarti hubungan kamu dengan pasangan sekarang nggak bisa berevolusi menjadi consummate. Selama kalian mau berusaha mencari tahu di mana fase hubungan kalian sekarang berada — lalu meningkatkan tiga komponen gairah, kedekatan emosional, dan komitmen — kalian bisa saja mencapai puncak tertinggi ini. Dan yang paling penting adalah mempertahankannya.

Biar lebih memudahkan, kalau mau dibuatkan diagramnya, hasilnya seperti ini nih.

Begimana menurut kamu teori dari Robert Sternberg ini? Apakah sekarang kamu sudah lebih mengerti tentang cinta? Kalau masih dirasa kurang, coba dengar lagu What is Love dari Haddaway deh. Lagunya asyik dan sedikit lucu. Saya rekomendasikan banget buat kamu dengar.

Komentar:

Komentar