Di Balik Gemerlapnya Industri K-pop, Ada Sisi Lain yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Penggemar K-pop sudah tahu belum?

Musik-musik K-pop memang enak buat dinikmati. Up and Down (EXID), Mr. Chu (Apink), Like a Cat (AOA), dan As if it’s Your Last (Blackpink)… itu cuma beberapa lagu K-pop favorit yang jadi favorit saya. Alasannya, nada-nadanya bisa bikin mood saya jadi lebih ceria. Apalagi kalau sambil lihat video klipnya.

Kamu mungkin nggak peduli saya suka K-pop, ya? Iya, ‘kan? Damn… Ya sudahlah…

Tapi berdasarkan pengamatan saya selama ini, industri K-pop sering memperlihatkan image ceria, bahagia, dan penuh warna di setiap lagu-lagunya. Mungkin citra tersebut sengaja dibuat untuk lebih bisa menarik perhatian penonton.

Faktanya, ada sisi lain di balik industri K-pop yang mungkin nggak diketahui para penggemarnya. Penasaran sama sisi gelap yang dimaksud? Coba kamu simak daftar di bawah ini.

1. Direkrut semenjak belia, banyak calon bintang K-pop yang jadi trainee selama beberapa tahun sebelum debut

via rojakdaily.com

Jalan menjadi artis K-pop nggak sekadar menandatangani kontrak lalu masuk studio rekaman. Biasanya, trainee (calon artis) sudah menandatangani kontrak semenjak belia. Setelah itu mereka menjalani boot camp buat mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk menjadi idola, termasuk penampilan fisik, skill akting, plus kemampuan bernyanyi dan menari.

Selama periode kontrak yang biasanya berlangsung 7-15 tahun, trainee harus menaati berbagai peraturan yang mengikat. Bahkan sebelum atau setelah debut, kehidupan pribadi mereka pun nggak luput dari pantauan dan kendali pihak agensi.

Periode kontrak yang lama menyebabkan trainee harus membayar uang ganti rugi dengan jumlah besar seandainya mereka memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Tentunya hal ini bikin mereka harus berpikir dua kali untuk keluar, walaupun kontrak mereka nggak menghasilkan keuntungan yang berarti.

Dalam beberapa kasus, biaya hidup trainee seperti uang makan, uang latihan, biaya sewa dan sebagainya, bisa ditanggung oleh perusahaan. Tapi itu dianggap utang yang mesti mereka ganti setelah debut.

Beberapa grup K-pop bahkan baru mendapat keuntungan bertahun-tahun setelah debut akibat utang ke perusahaan yang menaungi mereka. Salah satunya adalah girlband AOA.

2. Terkadang, para artis dan calon bintang dimanfaatkan untuk…

via hapskorea.com

Kasus pelecehan seksual yang menjerat CEO Open World Entertainment, Jang Suk-woo beberapa tahun silam semakin memperjelas sisi kelam industri Kpop. Kala itu, Suk-woo menyalahgunakan jabatannya dan melakukan pelecehan seksual terhadap penyanyi dan trainee yang bekerja di perusahaannya. Tindakan tak senonoh itu dia lakukan dari November 2010 sampai Maret 2012.

Didakwa melanggar pasal perlindungan anak, Suk-woo akhirnya dijatuhi 6 tahun penjara. Open World Entertainment pun dibubarkan secara paksa oleh pemerintah Korea Selatan.

Tapi Jang Suk-woo hanyalah satu dari sekian banyak eksekutif industri K-pop yang terjerat skandal serupa. Bahkan 30% wanita di dunia hiburan Korea mengaku pernah dilecehkan, tapi sebagian besar lebih memilih buat tutup mulut.

3. Kesaksian Prince Mak

via sbs.com.au

Anggota boyband JJCC, Prince Mak turut membeberkan rumor tentang sisi gelap dunia Kpop. Dia menuturkan kalau sebagian besar kontrak artis K-pop baru mulai dihitung setelah debut. Artinya, periode trainee tak masuk ke dalam masa kontrak. Begitu pula Mak yang punya 7 tahun kontrak dengan agensinya.

Dia juga berbicara tentang minimnya pendapatan yang diterima grup K-pop. Agensi biasa mengambil 80-90% pendapatan artis dan 10-20% dibagi rata ke setiap anggota boyband/girlband. Belum lagi beberapa perusahaan kerap memaksa talentanya buat bekerja melebihi batas, hanya menyisakan 3 sampai 4 jam waktu istirahat dalam sehari. Sementara sisa waktunya dihabiskan untuk berlatih dan tampil di atas panggung.

4. Perusahaan agensi Kpop kerap memaksa bintangnya menjalani diet yang ketat

via aminoapps.com

Yup, tujuannya buat mendapatkan image yang sempurna di mata para penggemarnya. Beberapa artis K-pop menjalani diet yang ketat atas perintah dari agensinya. Bahkan kabarnya, ada pula beberapa artis yang rela nggak makan alias kelaparan demi memperoleh bentuk tubuh yang ideal.

Momo, anggota girlband Twice, mengaku pernah diminta menurunkan berat badannya sampai 7 kilogram supaya ‘layak’ tampil di atas panggung. Kemudian selama satu minggu, Momo nggak makan makanan apa pun kecuali es batu. Selama itu pula dia rutin mengunjungi pusat kebugaran. Bahkan Momo mengaku sering meludah, dengan harapan bisa menurunkan berat badannya. Saking menderitanya, Momo merasa takut nggak bisa bangun lagi setiap kali dia tertidur.

Artis lain yang mengaku menjalani diet yang ketat yaitu T.O.P. Anggota Big Bang ini berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 22 kilogram dengan hanya meminum air putih dan memakan agar-agar.

5. Mengubah penampilan fisik dengan operasi plastik

via dramafever.com

Menurut data statistik, 1 dari 5 orang wanita di Korea Selatan mengaku menjalani operasi plastik. Kamu sendiri mungkin sudah tahu tentang hal ini: operasi plastik memang sudah menjelma menjadi budaya di Korea Selatan. Oleh sebab itu nggak heran kalau ada persyaratan operasi plastik di perjanjian kontrak calon artis Kpop.

Sebagian besar idol merahasiakan operasi plastik yang mereka jalani buat menjaga citranya di depan publik. Tapi biasanya perubahan bentuk muka mereka terlihat, terutama di bagian mata, bibir, dan hidung. Sekilas, mata kamu mungkin nggak akan menyadari perubahan fisik artis K-pop favoritmu. Tapi coba tanya dokter bedah deh, pasti dokter itu langsung bisa mendeteksi bagian wajah artis Kpop sudah ‘dimodifikasi’.

6. Sikap fans yang kelewat batas

via kpopmap.com

Sasaeng, itulah sebutan buat fans artis Kpop yang membawa obsesi mereka ke tingkat yang lebih ekstrem. Nggak cuma sekedar nulis surat layaknya fans biasa, Sasaeng seringkali menguntit dan melakukan tindakan nekat buat mendapat perhatian dari artis pujaannya.

Sasaeng punya rasa penasaran yang sangat besar terhadap kehidupan pribadi artis K-pop ketimbang fans biasa. Uniknya, para supir taksi di Korea terkadang menawarkan jasanya pada Sasaeng buat membuntuti idola mereka dengan bayaran $100 (sekitar Rp1,4 juta). Setelah itu taksi Sasaeng bakal mengkuti ke mana pun artis itu pergi.

Beberapa artis K-pop pernah menceritakan pengalaman dengan Sasaeng yang lebih ekstrem lagi. Seperti kejadian yang dialami Taecyeon, anggota boyband 2PM. Beberapa tahun silam seorang Sasaeng mengirim surat kepadanya, tapi anehnya isi surat itu ditulis dengan darah.

“Kamu tak bisa hidup tanpa aku,” begitu isi surat dari Sasaeng wanita yang mengaku menulis surat itu dengan darah menstruasinya. Wah, ini sih namanya teror, Bu! Bukan ungkapan suka.

7. Bintang Kpop kerap mengalami stres dan depresi

via bbc.com

Kasus bunuh diri yang menimpa anggota Shinee, Jong-hyun, pada tahun 2017 membuat publik bertanya-tanya mengenai kesehatan mental para idola K-pop lainnya. Waktu kerja yang melebihi batas, kurangnya asupan makanan dan waktu tidur, tentu berpengaruh pada kondisi kejiwaan artis. Belum lagi ketika mengalami depresi, para artis seringkali terpaksa untuk menjaga image dan tetap tampil ceria di depan kamera.

Begitu pula yang dirasakan oleh anggota girlband AOA, Choa. Untungnya Choa nggak sampai mengakhiri hidupnya seperti Jong-hyun. Malah dia memutuskan keluar dari AOA dan untuk sementara menarik diri dari dunia K-pop. Di akun Instagramnya dia meminta maaf pada para fansnya dan berkata:

“… Saya tahu kalian menyukai sosok saya yang ceria. Tapi sebaliknya, di dalam hati saya menangis, sedangkan saya harus terlihat bahagia. Ini terus terjadi berulang kali, dan semakin saya memaksakan diri, semakin sakit rasanya.”

Choa mengaku menderita insomnia dan depresi selama meniti karier di industri K-pop bersama AOA.

Wah, ternyata buat menjadi idola di industri K-pop cukup menantang ya. Salut deh sama artis-artis K-pop yang bisa survive dari berbagai rintangan dan sisi gelap industri hiburan Korea Selatan.

- Advertisement -
Shares 38

Komentar:

Komentar