Cover Majalah NatGeo Ini Viral Di Medsos, tapi Kontennya Ternyata Lebih Mengejutkan!

Cover-nya memang keren banget, tapi...

:

Pada Juni nanti National Geographic akan menerbitkan majalah bulanannya yang bertajuk Planet or Plastic? (Planet atau Plastik?). Isu ini merupakan sebuah kampanye untuk menyadarkan kembali dan memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai bahaya limbah plastik bagi kehidupan di bumi.

Tapi belum sempat diterbitkan, edisi NatGeo kali ini sudah banyak menyita perhatian warganet. Meskipun sederhana, banyak yang menilai kalau desain cover-nya sangat unik dan memiliki makna yang dalam.

via twitter @vaughnwallace

Di bagian cover kamu bisa melihat laut dengan gunung es, yang ternyata gak lebih dari sekadar kantong plastik jika dilihat secara keseluruhan. Penggambaran ini punya makna yang selaras dengan keterangannya yang berbunyi, “18 miliar pon limbah plastik masuk ke lautan setiap tahunnya. Dan itu hanyalah  puncak dari gunung es.”

Cover majalah tersebut pertama kali diunggah oleh edior foto senior NatGeo, Vaughn Wallace, di akun Twitternya. Gak berselang lama, unggahan tersebut langsung disambut serbuan like dan komentar para warganet yang membuatnya jadi viral. Sedangkan desain cover majalah itu dibuat oleh seniman asal Meksiko, George Gamboa.

 

Majalah NatGeo edisi Juni ini diharapkan bisa mengisi kesenjangan pengetahuan tentang dampak jangka panjang dari sampah plastik, yang memerlukan puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai secara alami. Para pembacanya juga akan diberi pemahaman yang lebih mendalam tentang perjalanan plastik dari darat sampai ke dasar lautan terdalam. Selain itu, kampanye dari NatGeo ini berusaha untuk ambil bagian dalam mengubah cara kita sebagai konsumen dalam mengurangi penggunaan plastik.


Pada akhirnya kita pun akan disuguhkan dengan foto-foto menyedihkan tentang limbah plastik dari para peneliti dan fotografer NatGeo. Coba kamu amati 10 fenomena dari berbagai belahan dunia betapa bisa berbahayanya plastik bagi kehidupan di planet kita, dan terutamanya lautan.

1. “Di bawah jembatan di cabang Sungai Buriganga, Bangladesh, sebuah keluarga memindahkan label dari botol plastik, menyortir warna hijau dari yang bening untuk dijual ke tengkulak. Pemilah sampah di sini rata-rata berpenghasilan sekitar $100 (1,4 juta rupiah) per bulan.”

Randy Olson/National Geographic

2. “Jaring ikan plastik tua menjebak kura-kura tempayan di Mediterania, bagian luar Spanyol. Penyu perlu meregangkan lehernya di atas air untuk bernafas. Penyu ini akan mati jika saja sang fotografer tidak membebaskannya. ‘Ghost fishing’ adalah ancaman besar bagi penyu laut. ”

Jordi Chias/National Geographic

3. “Fotografer membebaskan bangau ini dari kantong plastik di tempat pembuangan sampah di Spanyol. Satu kantong plastik bisa membunuh lebih dari sekali. Bangkai membusuk, tetapi plastik bisa bertahan dan bisa menyumbat atau memerangkap lagi ”

John Cancalosi/National Geographic

4. “’Untuk mengendarai arus, kuda laut menggenggam rumput laut atau sisa-sisa alam lainnya. Di perairan yang tercemar di pulau Sumbawa Indonesia, kuda laut ini menempel pada cotton bud – ‘foto yang saya harap tidak ada,’ kata fotografer Justin Hofman”

Justin Hofman/National Geographic

5. “Beberapa hewan sekarang hidup di dunia plastik — seperti hyena yang mengais-ngais di tempat pembuangan sampah di Harar, Ethiopia. Mereka mendengarkan truk sampah dan menemukan banyak makanan mereka di tempat sampah ”

Brian Lehman/National Geographic

6. “Tepat setelah fajar di Kalyan, di pinggiran Mumbai, India, pemulung mulai mencari plastik di tempat pembuangan sampah bersama dengan kawanan burung. Di kejauhan, truk sampah melintas dari kota besar melintasi lembah sampah. Wanita yang membawa kain merah hidup di tempat pembuangan sampah.”

Randy Olson/ National Geographic

7. “Pabrik daur ulang terbesar di San Francisco menangani 500 hingga 600 ton plastik setiap hari. Salah satu dari sedikit pabrik di AS yang menerima kantong plastik untuk di daur ulang. Lebih dari dua kali lipat tonase yang didaur ulang dalam 20 tahun terakhir ”

Randy Olson/ National Geographic

8. “Di Okinawa, Jepang, kepiting hermit menggunakan tutup botol plastik untuk melindungi perutnya yang lembut. Para pengunjung pantai mengumpulkan cangkang yang biasa digunakan kepiting itu, dan mereka meninggalkan sampah sebagai penggantinya. ”

Shawn Miller/ National Geographic

9. “Sekitar 700 spesies hewan laut sejauh ini telah dilaporkan memakan atau terjerat oleh plastik”

David Jones/ National Geographic

10. “Di seluruh dunia, hampir satu juta limbah botol plastik dijual setiap tahunnya.”

David Higgins/ National Geographic

 Perubahan itu perlu, tapi kalau bisa secepatnya, kenapa mesti menunggu lagi?

Komentar:

Komentar