Pintar Bukan Berarti Jago Matematika Saja, Cerita Inspiratif Ini Bukti Bahwa Musik Bisa Bikin Kamu Pintar Juga!

Ternyata lewat musik pun kamu bisa mengekspresikan banyak hal...

:

Kamu pasti kenal yang namanya Joey Alexander, kan? Anak kecil yang berasal dari Indonesia ini adalah sosok anak-anak yang berhasil membuat nama Indonesia harum dengan keberhasilannya masuk nominasi di ajang Grammy Awards. Joey adalah salah satu bukti nyata kalau anak pintar itu gak cuma bisa dinilai lewat jago matematika dan sebangsanya.

Sayangnya, di Indonesia kita masih sering didoktrin sama sistem pendidikan yang mengartikan kepintaran cuma lewat kemampuan di bidang ilmu pasti kayak matematika, fisika, kimia dan sejenisnya. Hal ini bisa aja terjadi karena pelajaran-pelajaran itu termasuk pelajaran yang susah dimengerti dengan gampang sama semua anak, jadi begitu ada anak yang punya kemampuan di atas rata-rata di bidang ini, langsung deh dijadiin sebagai standar anak pintar di seluruh Indonesia.

via pexels.com

Padahal, selain kemampuan setiap anak itu beda-beda, bidang ilmu yang bisa bikin potensi kita berkembang juga gak melulu harus dari bidang ilmu pasti. Gak percaya? Dilansir dari theguardian.com, kamu harus baca ulasan tentang gimana musik sebenarnya juga bisa jadi alat untuk mendidik yang efektif serta dijadikan sarana untuk menjadikan emosi negatif menjadi positif…

Kematian Asad Khan Yang Menjadi Inspirasi

Via: static.qatarliving.com

Sebagai anak muda yang tinggal di Indonesia, kita harus banyak bersyukur karena keberagaman yang ada di negara kita gak jadi halangan buat kita semua hidup berdampingan. Kalau kita lihat ke negara lain, masih banyak konflik yang terjadi cuma gara-gara perbedaan ras dan agama, salah satunya yang terjadi di Inggris ini.

Asad Khan adalah seorang anak berusia 11 tahun yang meninggal karena bunuh diri di sebuah kota bernama Bradford, Inggris pada tahun 2015. Asad ditemukan meninggal oleh Ibunya setelah mendobrak kamar tidurnya yang terkunci dari dalam. Gak lama dari Asad ditemukan meninggal, diketahui kalau ternyata selama 2 minggu Asad bersekolah di sekolah barunya dia kerap di-bully teman-teman barunya. Gak cuma disuruh ngerjain tugas teman-temannya, Asad juga suka dipukulin sama teman-temannya.

Kejadian ini membuka mata warga di Kota Bradford kalau tindakan pem-bully­­-an terhadap Asad adalah hal yang mengkhawatirkan dan harus ditangani secara serius. Kota Bradford sendiri terdiri dari beragama komunitas termasuk warga-warga pendatang keturunan yang beragama muslim. Gak cuma pendatang yang berasal India, warga keturunan Pakistan dan Bangladesh juga banyak banget tinggal disini.

Asal muasal mereka sebagai warga pendatang muslim jadi salah satu penyebab tingginya kasus pem-bully­­-an di Kota Bradford. Namun sejak kematian Asad Khan terjadi, warga Kota Bradford mulai mengubah pandangan mereka sama warga pendatang muslim melalui musik…

Musik Sebagai Obat dan Alat Meningkatkan Prestasi

via dailymail.co.uk

Naveed Idrees, seorang pria yang ngejabat sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah di Kota Bradford yang bernama Feversham mengatakan bahwa seringkali anak-anak gak tahu cara yang tepat buat ngungkapin emosi mereka termasuk saat dirinya di-bully. Seringkali anak-anak yang di­-bully takut buat nyeritain kejadian yang mereka alami dan malah mendem semua rasa sedih yang mereka rasain sampai mereka ngerasa depresi terus berujung bunuh diri. Padahal musik bisa jadi alat yang ampuh buat nuangin segala bentuk emosi yang kita rasain termasuk rasa marah dan kecewa.

Sejak kematian Asad Khan terjadi, Feversham yang dipimpin oleh Idris ngelakuin perombakan besar-besaran tentang kurikulum sekolah mereka. Salah satunya adalah dengan ngadain pilot project buat anak-anak yang ngalamin depresi supaya bisa mengekspresikan perasaan mereka lewat musik. Hasilnya gak cuma anak-anak di sekolah ini jadi punya cara buat nyalurin emosi mereka, cara ini juga berhasil nemuin bakat-bakat musik yang luar biasa dari murid-murid yang ada di sini.

Abiha Nasir via theguardian.com

Abiha Nasir hanya salah satu murid yang memiliki bakat musik luar biasa yang berhasil ditemukan lewat program ini. Gadis kecil ini hanya berusia lima tahun saat dia masuk pertama kali ke Feversham, sekarang dia berhasil jadi gadis muslim pertama yang berhasil lolos seleksi Bradford’s gifted and talented music programme untuk tingkat Sekolah Dasar. Tim juri yang waktu itu menilai penampilan Abiha dibuat melongo sama kemampuan Abiha memainkan alat musik drum. Waktu guru Abiha ditanya tentang gimana bisa Abiha punya bakat musik yang luar biasa? Guru Abiha ngejawab:

“Bakat Abiha mungkin aja bisa gak ditemukan kalau dia bersekolah di sekolah yang sistemnya ngutamain setiap anak harus jago pelajaran eksakta, untungnya kurikulum Feversham yang mengacu sama pendekatan Kodaly dimana setiap kegiatan belajar dilakukan melalui musik bisa menangkap bakat Abiha ini”.

Jadi, di Feversham ini setiap kegiatan belajar dilakuin lewat musik, bisa lewat belajar irama, gerakan tangan sampai dengerin lagu. Keren ya? Jadi gak ada tuh yang namanya murid duduk kaku di kursi dan guru sibuk nerangin di depan kelas.

Tapi, jangan salah, keberhasilan program ini bukan berarti tanpa halangan loh, rasa pesimis dan skeptis yang dirasain para orang tua murid yang beragama muslim ini sempat bikin program ini disepelekan. Umumnya, perasaan itu muncul karena mereka ngerasa selalu dijadikan warga kelas kedua sama orang-orang dilingkungan mereka, selain itu mereka juga sempat mengecam program ini karena murid-murid yang beragama muslim pun harus dengerin lagu-lagu lain yang gak berbau Islami.

Namun, rasa pesimis ini pun akhirnya hilang seiring dengan pesatnya perkembangan kemampuan musik anak-anak mereka dan anak-anak itu pun jadi lebih bahagia ngejalanin kehidupannya. Buktinya, tiket konser musik para murid yang awalnya cuma didatangein sama sedikit orang tua murid sekarang selalu sold out. Sekarang, anak-anak yang sekolah di Kota Bradford jadi punya cara sendiri buat nyalurin emosi mereka sekaligus ngembangin bakat mereka di bidang musik.

 

Gimana? Terbukti kan kalau kegiatan belajar itu bisa dilakuin gak cuma lewat guru nerangin sambil nulis di papan tulis? Ternyata lewat musik pun kamu bisa mengekspresikan perasaan kamu sekaligus ngasah bakat kamu supaya gak cuma jago ngitung tapi juga jadi memiliki keterampilan di bidang seni, khususnya musik. Karena pinter itu gak cuma soal matematika!

 

14 Shares

Komentar:

Komentar