Apa Bedanya WWE SmackDown dengan Serial Drama Favorit Kamu? Ternyata Bedanya Tipis

Kangen deh lihat Undertaker parkir motor depan ring

Masih ingat dengan WWE atau yang di tanah air lebih dikenal sama sebutan SmackDown (baca: Smekdon)? Atau jangan-jangan sampai sekarang kamu masih tetap setia mengikuti sepak terjang para pegulat WWE kala beraksi di ring?

Pertarungan berdarah-darah dengan intensitas tinggi, terkadang disertai juga dengan konflik yang unik tapi tetap menarik, membuat WWE digandrungi oleh jutaan orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, acara gulat ini sempat mendapat sambutan positif dari masyarakat saat masih ditayangkan di layar kaca.

Tapi setelah menimbulkan kontroversi, penayangan WWE pun terpaksa dihentikan. Yah mau gimana lagi, habisnya ada saja orang yang sampai memperagakan gerakan gulat kepada temannya. Dan aksi mereka itu sampai berujung maut lagi.

Rame bener kayak lagi bagi-bagi sembako/via inquisitr.com

Meski WWE terkesan sebagai olahraga yang menantang dan “laki banget”, sebenarnya acara ini hampir nggak ada bedanya dengan drama atau film yang kamu lihat di televisi. Kok bisa seperti itu? Ada tiga alasan penting, yakni…

Penggunaan naskah dan keterlibatan tim kreatif

Di setiap acara TV, drama, atau film, pasti yang namanya penulis naskah dan tim kreatif selalu terlibat. Nah, WWE nggak beda jauh. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Presiden WWE bidang Bakat, Paul “Triple H” Levesque, saat wawancara bersama Bleacher Report.

Triple H yang sudah tak lagi seksi/via givemesport.com

Dia mengatakan kalau departemen yang dipegangnya terkadang bisa memiliki lebih dari 20 penulis dalam satu waktu. Hal ini disebabkan karena pekerjaan sebagai tim kreatif WWE membutuhkan kreativitas tingkat tinggi. Latar belakang para penulis juga berbeda-beda: ada yang berlatar belakang penggemar WWE itu sendiri, ada yang punya pengalaman di gulat, bahkan ada juga yang orang biasa.

Setiap hari Rabu, setelah Monday Night Raw dan SmackDown tayang, para penulis naskah bakal berkumpul bersama untuk brainstorming ide pertunjukan minggu berikutnya. Nantinya ide-ide yang berserakan tersebut bakal dipresentasikan ke Vince McMahon selaku Ketua dan CEO dari WWE.

Menariknya, nggak ada ide yang benar-benar pasti karena apa yang disetujui sebelumnya bisa saja direvisi sewaktu-waktu oleh Vince. Kalau kamu sering ngeluh dapet revisi dari klien, kayaknya nggak cocok deh jadi tim kreatif di WWE.

Wasit di dalam ring bukan hanya sebagai pengadil, mereka juga memegang peran yang sangat vital

Randy Orton VS Mark Henry/via wwe.com

Jangan anggap remeh wasit di WWE hanya karena mereka sering dipukul tanpa sebab atau cuma mondar-mandir melerai dan menghitung saat ada pegulat yang tumbang. Eksekusi dari ide yang dicanangkan oleh tim kreatif nggak akan berjalan mulus tanpa peran korps berbaju zebra ini.

Pada saat wasit melerai, menghitung pegulat yang tumbang, atau memberi peringatan setelah pegulat melanggar peraturan, yang sebenarnya terjadi adalah wasit akan menjelaskan skenario atau gerakan apa yang harus dilakukan selanjutnya oleh para pegulat. Bahkan kadang pegulat saling berkomunikasi melalui perantara wasit.

Meski terkadang sebelumnya para pegulat sudah melatih gerakan koreografi mereka, ada kalanya mereka harus melakukan improvisasi. Dan disinilah peran wasit nggak bisa dipandang sebelah mata. Mereka akan berfungsi sebagai perantara dan pengambil keputusan mengenai tindakan yang harus pegulat lakukan.

Ketika ada kontak berbahaya yang terjadi dan ada yang tumbang, wasit akan memeriksa kondisi pegulat dengan cara memegang tangannya. Jika pegulat tersebut meremas tangan wasit, itu tandanya dia baik-baik saja. Tapi, bila keadaannya mengkhawatirkan, wasit berhak untuk menghentikan pertandingan pada saat itu juga supaya pegulat bisa mendapat penanganan medis sesegera mungkin.

Meski rekayasa, rasa sakit dari pukulan dan tendangan tetap ada

“Sorry, tendangan gue sakit nggak nih?”/via skysports.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, semua gerakan termasuk pukulan dan tendangan sudah ada koreografinya. Kontak fisik antar pegulat masih ada, tapi daya rusaknya harus diminalisir sebisa mungkin. Itu makanya, nggak ada jaminan para pegulat bakal bebas dari cedera meski ada skenario. Kalau pakai bahasanya penulis Vice, batas antara perkelahian betulan dan bohongan di WWE itu terkadang amat kabur.

Para pegulat tetap bisa terkena cedera serius seperti pendarahan atau patah tulang. Oleh karena itu pegulat harus tetap menjaga kondisi fisiknya, karena gerakan-gerakan gulat yang dilakukan selama pertandingan butuh tingkat keatletisan tinggi. Nggak semua orang bisa melakukannya. Dan itu kenapa para pegulat WWE statusnya tetap masuk dalam kategori atlet olahraga (selain penghibur).

Banyak orang yang tahu kalau WWE itu mengandung rekayasa, tapi kenapa masih tetap diminati?

Soalnya seru! Meskipun sudah ada skenarionya, kan tetap saja kita nggak tahu siapa yang bakal menang dan kalah. Mirip lah sama drama atau film. Kamu pasti tahu kalau film seperti Avengers: Endgame atau drakor Fiery Priest itu fiksi dan ada skenarionya. Tapi Avengers: Endgame tetap menarik untuk ditonton ‘kan?

Nah, hal itu juga berlaku untuk WWE. Lagipula Vince McMahon udah menyatakan kalau WWE nggak murni olahraga, tapi juga mengandung unsur entertainment atau hiburan.

Setelah mengetahui hal ini, apa kamu masih setia mengikuti sepak terjang WWE?

- Advertisement -
19 Shares

Komentar:

Komentar