7 Tokoh Jenius yang Meninggal dengan Membawa Rahasia Besar

Dan hingga kini rahasia mereka masih belum terungkap

:

Setiap orang pasti punya rahasia, termasuk kamu yang lagi baca artikel ini nih. Setuju, nggak? Heheh.

Rahasia yang dipunyai setiap orang pastinya bermacam-macam, mulai dari rahasia sepele yang cuma menyangkut diri pribadi, sampai big secret alias rahasia besar yang berhubungan dengan nasib orang banyak. Nah, 7 tokoh yang akan dibahas artikel ini punya rahasia yang masuk dalam kategori kedua.

Namun alih-alih merugikan orang banyak, rahasia besar yang disimpan mereka malah bisa memecahkan suatu kasus. Bahkan rahasia mereka mungkin aja bisa menguntungkan kehidupan umat manusia di masa depan. Sayangnya, ketujuh tokoh ini sudah meninggal, sehingga rahasia yang mereka simpan masih menjadi misteri.

Seperti dilansir dari Top Tenz, yuk kita langsung bahas cerita dari tujuh orang yang dimaksud.

1. Arne Beurling, pemecahan sandi rahasia

via alchetron.com

Pada tahun 1940, ketika daratan Eropa terjebak dalam Perang Dunia II, Jerman yang kala itu dipimpin oleh Hitler memperluas invasinya ke Norwegia. Demikian juga dengan pasukan Rusia yang berusaha mengambil alih Finlandia.

Terjebak di antara kedua negara tersebut, Swedia sebagai pihak yang netral merasa wilayahnya terancam. Mereka merasa perlu segera mengambil tindakan. Tapi Swedia pada saat itu ogah mengambil risiko untuk ikut campur terhadap agresi militer yang dilakukan Jerman dan Rusia. Mereka lebih memilih “mendengarkan” apa yang sedang terjadi.

Badan intelijen Swedia berusaha menyadap jalur komunikasi Jerman menuju Norwegia. Awalnya, aksi penyadapan mereka kurang berjalan dengan mulus. Sebab pada waktu itu, Jerman baru saja menciptakan T52 atau Geheimschreiber, mesin penulis kode rahasia yang paling kompleks dan mutakhir pada zamannya.


Intelijen Swedia dibuat bingung dengan deretan angka yang keluar dari mesin T52 dan menganggap itu semua mustahil untuk dipecahkan. Nah, pada saat itulah seorang professor dan ahli matematika bernama Arne Beurling ikut bergabung.

Tak disangka-sangka, Arne Beurling melakukan pekerjaannya dengan baik. Dua minggu setelah dirinya ditugaskan oleh otoritas Swedia, Beurling berhasil memecahkan sandi dan pesan rahasia dari Jerman menuju Norwegia. Berkat kejeniusan Beurling pula, Swedia sukses membongkar rencana-rencana militer Jerman, termasuk rencana Hitler untuk menginvasi Rusia.

Tapi saat ditanya bagaimana caranya ia memecahkan kode rahasia tersebut, Beurling menjawab dengan santai, “Seorang pesulap tidak mungkin mengungkapkan rahasia sulapnya.”

46 tahun kemudian Beurling meninggal membawa rahasia “sulap” miliknya.

2. Antonio Stradivari, kesempurnaan instrumen musik

via en.wikipedia.org

Kamu yang suka musik klasik mungkin nggak asing lagi dengan nama Stradivari. Yup, Stradivari adalah perajin biola asal Italia yang hidup sekitar abad ke-17. Ia terkenal karena keahliannya yang luar biasa dalam membuat dan merakit alat musik tersebut. Hasil rakitannya mempunyai komposisi bentuk dan nada-nada yang sempurna. Bahkan 5 dari 12 biola termahal di dunia saat ini adalah buah tangan Stradivari. Biola termahalnya, The Messiah Stradivarius, dibanderol dengan harga 20 juta dolar atau sekitar Rp282 miliar!

Bagaimana cara Stradivari merakit alat musiknya dengan sempurna masih menjadi pertanyaan para perajin alat musik bersenar di zaman modern ini. Malah, para ilmuwan yang didukung oleh teknologi modern turut berusaha memecahkan misteri ini. Dengan pemindaian menggunakan teknologi laser, mereka meneliti bagian-bagian biola karyanya, termasuk resin, lem, dan pernisnya. Wah… niat banget ya.

Tapi para ilmuwan pun sejauh ini belum bisa memastikan. Walaupun rahasia kesempurnaan dari karya Stradivari kemungkinan besar terletak pada gabungan komponen-komponen yang disebutkan di atas, itu semua masih spekulasi. Soalnya Stradivari sendiri nggak pernah membocorkan rahasianya.

3. Edward Leedskalnin, pembangunan Coral Castle

Edward dan Coral Caste buatannya/ via findamemory.com

Coba googling pakai kata kunci “Coral Castle” deh. Nanti kamu bakal nemu artikel-artikel tentang sebuah taman dengan berbagai dekorasinya yang tersusun dari batu-batu besar. Awalnya kamu pasti nyangka pembangunan taman tersebut membutuhkan alat berat semacam traktor atau derek dan tenaga puluhan orang. Tapi sebenarnya, Coral Castle atau Kastil Koral dibangun dengan peralatan sederhana oleh satu orang yang sekaligus arsiteknya, Edward Leedskalnin.

Leedskalnin adalah imigran dari Latvia yang pindah ke Amerika. Sejak tahun 1923 sampai kematiannya pada 1951, ia mendedikasikan hidupnya untuk membangun Coral Castle yang terletak di Florida. Dengan tinggi sekitar 160 cm dan berat badan 50 kg, entah bagaimana ia sanggup menyusun balok-balok batu seberat 30 ton seorang diri.

Ia selalu mengerjakan “proyeknya” sendirian dan tidak ingin ada orang lain melihatnya bekerja. Tapi dua remaja pernah melihat batu-batu Leedskalnin melayang seperti balon helium. Saksi yang lain mengatakan pernah melihat peralatan yang digunakannya, yaitu sebuah tripod dari batang kayu dan beberapa tali tambang. Tapi mereka pun beranggapan alat tersebut gak akan cukup kuat buat ngangkat batu-batu tersebut.

Edward sendiri mengklaim dirinya telah menemukan rahasia pembangunan piramida dan menerapkannya pada Coral Castle. Tapi seperti tokoh lain dalam daftar, ia tidak pernah mengungkap rahasianya.

Sekarang Coral Castle telah menjadi tempat rekreasi di Florida.

4. Johann Bessler, penciptaan alat perpetual motion

via ursach.ch

Perpetual motion, atau gerak abadi dalam Bahasa Indonesia, adalah sistem gerak yang kalau dimulai, gerak tersebut bakal berlangsung selamanya. Alat yang menghasilkan perpetual motion bisa terus bekerja tanpa bantuan energi dari dalam maupun luar, ibarat kincir angin yang bisa berputar tanpa adanya tiupan angin.

Pada tahun 1712, seorang enterpreneur asal Jerman bernama Johan Bessler telah menciptakan alat yang dapat menghasilkan perpetual motion ini. Alat tersebut berbentuk roda berdiameter 2 meter dan mampu mengangkat beban seberat beberapa pon ke udara. Dalam sebuah eksperimen, alat tersebut mampu berputar selama 54 hari tanpa bantuan energi dari orang atau benda apa pun, apalagi baterai (soalnya pada tahun 1712 baterai belum diciptakan).

Orang-orang yang menyaksikan eksperimen Bessler di antaranya adalah ilmuwan dan matematikawan terkenal. Tapi mereka pun pada akhirnya nggak paham gimana caranya benda tersebut bekerja.

Nah, pada saat itu Bessler berani membocorkan mekanisme roda ciptaannya jikalau ada yang mau memberinya uang senilai 20 ribu poundsterling. Kabar ini kemudian tersebar dengan cepat ke seluruh Eropa. Orang-orang besar yang berminat membeli karya Bessler di antaranya Peter the Great dan Tsar (Kaisar) Rusia.

Tapi ternyata hal ini malah membuat Bessler takut karyanya bakal dicuri, lalu rahasia perpetual motion-nya terbongkar dengan percuma. Akhirnya ia memutuskan untuk menghancurkan rodanya. Sampai kematiannya di tahun 1745, Bessler nggak pernah buka mulut.

5. Nikola Tesla, wireless electricity

via bwoeryboyhistory.com

Nikola Tesla (1856-1943) adalah seorang penemu dan insinyur yang berasal dari Kroasia dan kemudian menetap di Amerika. Ia berjasa dalam pengembangan alternating current (arus bolak-balik) pada listrik yang kita gunakan sampai sekarang. Namanya juga tercatat sebagai penemu Tesla coil, radio transmitter, dan lampu pijar. Tapi ternyata, kecintaan dan dedikasinya terhadap ilmu dan pengembangan teknologi listrik ternyata nggak cuma sampai di situ.

Tesla bermimpi untuk menciptakan alat nirkabel yang dapat memancarkan listrik ke seluruh dunia. Untuk mewujudkan mimpinya itu, Ia memulai proyeknya dengan membangun Wardenclyffe Tower, sebuah menara pemancar listrik yang memanfaatkan atmosfer sebagai konduktornya untuk membawa aliran listrik ke mana pun di seluruh dunia. Proyek tersebut didanai oleh seorang pengusaha bernama J.P. Morgan.

Akan tetapi, proyek Tesla nggak berjalan mulus. Ia menghadapi berbagai komentar skeptis dari ilmuwan lain dan para jurnalis pada saat itu. Mereka yang skeptis beranggapan proyek dan teori Tesla tentang listrik nirkabel nggak masuk akal. Ada pula yang menganggap proyeknya bisa membahayakan orang banyak. Terlebih, belum lama setelah proyek Tesla dimulai, Amerika dilanda krisis ekonomi. Morgan pun terpaksa harus menghentikan kucuran dananya untuk proyek Tesla.

Tesla meninggal pada tahun 1943. Ilmuwan zaman sekarang nggak bisa meneruskan ataupun meniru proyek Tesla karena ia nggak meninggalkan catatan lengkap tentang proyek besarnya. Pasalnya, Tesla terbiasa menyimpan hasil pekerjaannya dalam bentuk foto dan tulisan yang nggak beraturan, membuat siapapun yang ingin mengetahui karyanya jadi kebingungan.

6. Jan Sloot, teknologi kompresi data paling efisien

Jan Sloot (tengah bawah)/the pararellines.com

Hayo, siapa yang suka ngompres file video supaya gampang diunggah? Kayaknya setiap orang yang suka internetan pernah melakukannya. Video yang udah dikompres tentu bakal semakin kecil ukurannya, meskipun kualitasnya juga bakal menurun.

Pada tahun 1990, seorang teknisi elektronik asal Belanda bernama Jan Sloot kabarnya berhasil mengembangkan teknologi kompresi data yang paling efisien dalam sejarah. Karyanya mampu mengompres film berukuran 10 GB menjadi 8 KB tanpa mengurangi kualitas resolusinya.

Wow!

Kalau aja teknologi ini terwujud, berapa banyak koleksi film yang bakal kamu simpan? Seribu? Dua ribu? Sepuluh ribu juga mungkin bisa kalau kamu memang pencinta film sejati, hehe.

Tapi sayangnya, nggak lama sebelum menandatangani kontrak dengan perusahaan teknologi ternama Phillips, Sloot keburu meninggal akibat serangan jantung. Meskipun demikian, Phillips nggak nyerah gitu aja dan ingin melanjutkan perjanjian mereka dengan Sloot. Mereka membeli teknologi ciptaan Sloot yang bernama Sloot Digital Coding System

Nasib malang ternyata belum berakhir, disket yang nyimpen ciptaan Sloot hilang dan sampai sekarang belum ditemukan.

7. Maurice Ward, rahasia pembuatan indestructible plastic

via sanvada.com

Setelah menyaksikan sebuah kecelakaan pesawat, seorang penemu asal Inggris bernama Maurice Ward berusaha menciptakan sebuah materi yang dapat bertahan dari apa pun, termasuk panas dan ledakan. Dan ia pun berhasil menciptakannya. Karyanya yaitu sebuah materi dari plastik yang dapat bertahan dari api bersuhu 10.000 derajat celcius dan mampu menahan 75 kali ledakan bom Hiroshima. Temuannya ini diberi nama Starlite oleh cucunya.

Ward kemudian memutuskan untuk menjual Starlite kepada siapa pun yang ingin memanfaatkannya dengan niat baik. Di antara pihak-pihak yang berminat membeli karyanya adalah NASA, yang menganggap temuan Ward sangat berguna untuk perkembangan teknologi dan misi mereka di luar angkasa. NASA pun akhirnya mengundang Ward untuk mempresentasikan hasil temuannya tersebut.

Sayangnya, Ward merasa beberapa perusahaan hanya ingin mengambil untung dari temuannya tanpa ada penghargaan khusus yang bakal diterima olehnya. Pada akhirnya, ia merasa ciptaannya terlalu berharga untuk dijual.

Ward meninggal pada tahun 2011 tanpa membeberkan formula dari Starlite. Beberapa ilmuwan mencoba untuk membuat replika dari Starlite, namun belum ada yang berhasil menyamai ketahanan yang aslinya. Hmm…

Itu dia 7 tokoh yang meninggal bersama rahasia besar yang masih belum terungkap. Atau mungkin nggak bakal terungkap kali ya? Hehe.

Komentar:

Komentar