5 Urban Legend yang Cocok Dibaca Tengah Malam dan Ketika Sendirian di Rumah

Apalagi kalau bacanya pas tengah malam...

Urban legend: cerita mistis yang sangat digemari banyak orang untuk dijadikan kisah pengantar tidur.

Hahaha, nggak deng. Legenda urban sendiri sebenarnya nggak selalu identik dengan hal yang berbau menyeramkan, horor, apalagi hantu. Menurut dictionary.com, legenda urban adalah cerita modern yang “mengandung elemen humor, moralitas, atau horor” di dalamnya. Tapi entah kenapa, legenda urban yang elemen horor atau misterinya lebih kuat itu lebih terdengar menarik. Betul, nggak? Apalagi buat kamu yang dasarnya emang suka horor.

Maka dari itu, kita dengar aja 5 legenda urban yang udah dikumpulkan dari dari berbagai sumber ini, yuk.

1. “Aku Sedang Berada di Lantai Atas dengan Anak-Anak. Sebaiknya Kau ke Sini”

grim-reaper-656083_960_720
via pixabay.com

Di sebuah rumah terpencil, seorang pengasuh anak diminta oleh pasangan suami istri untuk menjaga anak-anak mereka. Tapi sebelum mereka pergi, pasutri itu sudah menidurkan anak-anak di lantai atas, sehingga si pengasuh pun memutuskan untuk menonton TV di lantai bawah untuk mengatasi rasa bosannya.

Namun tak berapa lama, keheningan suasana rumah tiba-tiba terpecah oleh dering telepon. Dan ketika si pengasuh menjawab telepon tersebut, ia bisa mendengar suara pria dari ujung sambungan telepon. Pria itu berkata, “Aku sedang berada di lantai atas dengan anak-anak. Sebaiknya kau ke sini.”

Si pengasuh tak menggubrisnya. Alih-alih menuruti apa yang dikatakan si penelepon, ia malah kembali menonton televisi, berpikir itu cuma telepon dari orang iseng.

Namun telepon kembali berdering, seolah memohon pada si pengasuh agar segera menjawabnya.

“Aku sedang berada di lantai atas dengan anak-anak. Sebaiknya kau ke sini,” ujar si penelepon. Dan kali ini si pengasuh bisa merasakan rasa takut yang amat sangat. Ia tutup telepon itu lalu menghubungi operator (telepon zaman dulu tidak bisa terhubung secara langsung), dan memintanya untuk memanggil polisi.

Tapi baru saja ia meletakkan gagang telepon di tempatnya, si pengasuh mendengar telepon kembali berdering, dengan suara pria terdengar di baliknya, mengucapkan kata-kata yang sama persis dengan apa yang dikatakan sebelumnya. Kali ini si pengasuh tak buru-buru menutup teleponnya dan tetap menempelkan gagang telepon di telinganya. Tapi sayangnya, penelepon itu lebih dahulu memutus sambungan.

Untuk kesekian kalinya malam itu, telepon kembali berdering. Setelah dijawab, ternyata itu adalah operator telepon yang menghubunginya. Dengan suara panik, si operator berteriak “Cepat keluar dari rumah!”.

Saat polisi tiba di rumah tersebut dan memasuki kamar anak-anak, mereka menemukan seorang pria memegang pisau jagal dengan darah yang melumuri tubuhnya.

2. Lampu

pexels-photo-147634
via pexels.com

Menempuh bangku kuliah, sama artinya dengan kewajiban untuk mengerjakan tugas yang menumpuk dan belajar sebelum datangnya waktu ujian. Hal itu pula yang memaksa seorang mahasiswi untuk begadang semalaman di perpustakaan.

Namun, saat tengah larut dalam aktivitas belajarnya, ia teringat akan buku catatan yang tertinggal di asrama. Ia pun kembali ke asrama dan menemukan teman sekamarnya sudah tertidur.

Tak ingin mengganggu temannya, si gadis membiarkan lampunya tetap mati. Tapi ia berhasil menemukan buku catatannya sebelum bergegas pergi.

Mungkin karena kelelahan setelah belajar berjam-jam, ia tanpa sadar menyalakan lampu saat kembali kamarnya. Dengan lampu yang kini menyala terang, ia bisa melihat dengan jelas apa yang telah terjadi di kamarnya selama ia pergi. Teman sekamarnya tergeletak di atas ranjang, dengan detak jantung yang sudah tak lagi terdengar.

Berpaling dari pemandangan mengerikan tersebut, ia menemukan cerminnya penuh dengan coretan lipstik. Setelah diamati, coretan tersebut merupakan ‘pesan terakhir’ teman sekamarnya. Coretan itu berbunyi: “Bukankah lebih menyenangkan bagimu membiarkan lampu tetap mati?”

3. Di Balik Jendela

pexels-photo-505213
via pexels.com

Seorang gadis tengah menonton acara televisi dengan khidmat. Ia terus asyik menonton sampai ia tersadar ada orang tua yang mengamatinya dari balik jendela. Dengan jarak jendela dan posisi gadis itu yang teramat dekat, sosok orang tua itu membuat si gadis ketakutan sampai ia berlari menghampiri telepon dan menghubungi polisi. Sembari menunggu polisi datang, gadis itu bergerak cepat dengan bersembunyi di balik selimut, berharap ia bisa lepas dari jangkauan mata orang tua tersebut.

Polisi pun tiba di rumahnya…

Namun mereka tak menemukan orang tua itu. Bahkan mereka tak menemukan jejak kakinya di tengah salju yang menumpuk di balik jendela, maupun di sekitar tempat tinggal si gadis. Kemudian mereka mengalihkan pencarian ke dalam rumah. Dan benar saja, mereka menemukan jejak kaki basah di atas karpet. Jejak itu mengarah ke sofa yang diduduki gadis itu saat tengah menonton.

Belum habis keterkejutan yang dialami gadis itu, salah seorang polisi berkata, “Nona, kau sangat beruntung. Pria itu tidak berdiri di balik jendela, tapi di dalam ruangan. Apa yang kau lihat di jendela hanyalah bayangannya.”

4. Ke Mana Perginya sang Pengantin?

bride
via pexels.com

Pada suatu hari, terdapatlah seorang perempuan muda yang mengadakan pesta pernikahan di sebuah mansion/rumah besar. Keinginannya untuk menikah di tempat itu bisa dimengerti, karena mansion itulah tempat di mana ia tumbuh besar.

Di tengah pesta yang berlangsung meriah, ada seseorang yang mengusulkan agar pasangan pengantin, keluarga besar, serta para tamu bermain petak umpet. Permainan tersebut diusulkannya agar anak-anak kecil bisa ikut bermain.

Permainan pun dimulai dengan sang pengantin pria menjadi orang yang harus mencari. Setelah sekitar 20-30 menit permainan berjalan, semua orang sudah berhasil diketemukan. Semuanya… kecuali sang pengantin wanita.

Semua orang yang menghadiri pesta dibuat sibuk mencari-cari sang pengantin. Semua ruangan, bahkan lingkungan di sekitar rumah, tak lepas dari jangkauan pencarian mereka. Tapi, hasilnya nihil. Sang pengantin tak kunjung bisa ditemukan.

Setelah beberapa hari menghilang, pengantin pria dan orangtua perempuan tersebut melaporkan hilangnya sang pengantin perempuan ke pihak berwenang. Usaha mereka berujung sia-sia, karena tak secuil pun tanda akan keberadaan sang pengantin bahkan selang berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah ia menghilang.

Ayah sang pengantin wanita pun wafat tanpa pernah melihat lagi putrinya. Kematian suaminya membuat sang istri memutuskan untuk membereskan semua barang-barang dan kenangan almarhum yang ada di mansion. Saat ia membereskan barang di loteng, ia membuka sebuah peti tua berukuran besar dengan kunci yang sudah berkarat. Dan alangkah terkejutnya ia melihat apa yang ada di dalam peti tersebut.

Ternyata, sang pengantin wanita bersembunyi di loteng dan memilih peti besar itu sebagai tempat persembunyiannya. Namun, sebelum ia sempat menutup peti, tutupnya sudah terlebih dahulu jatuh menimpa kepalanya sekaligus membuatnya tak sadarkan diri. Nahasnya, kunci berkarat itu mengurungnya di dalam sana seiring tertutupnya peti tersebut.

Tergantung versi mana yang digunakan, ada yang mengatakan si pengantin wanita diketemukan dengan mulut yang menganga lebar, seakan ia terus menjerit di sisa hidupnya. Ada pula yang mengatakan ia menyeringai saat diketemukan, pertanda hantaman tutup peti langsung mencabut nyawanya. Seringai tersebut seolah mengatakan bahwa ia memang menikmati permainan petak umpet itu.

5. 10 Days Dream/Mimpi Sepuluh Hari

teddy-bear-440498_960_720
via pixabay.com

Ada yang mengatakan legenda urban ini sebuah kutukan. Konon, kamu bakal mendapat mimpi yang sama seperti yang ada dalam kisahnya dalam waktu tiga hari setelah membacanya. Tapi entahlah, belum nemu pembuktian ilmiahnya juga sih, heheh. Mungkin kisah 10 Days Dream ini cenderung mengena pada orang yang emang bisa membayangkannya (atau yang penakut? Mungkin).

Dari beberapa sumber, kisah ini berasal dari Jepang. Meskipun begitu, ada juga yang mengatakan legenda urban ini nggak diketahui sumber asalnya.  Isinya sendiri bisa dikatakan terdiri dari 10 pengalaman mimpi dan peraturannya. Kamu bisa mencarinya di Google kalau emang penasaran, ada banyak kok yang menyediakan teksnya. Cuma, banyak juga yang bakal memperingati kamu kalau nggak berani buat membacanya, hehehe.

Apa kelima legenda urban ini udah cukup “menghibur” kamu?

50 Shares

Komentar:

Komentar