3 Legenda Urban dari Asia yang Mungkin Belum Pernah Kamu Dengar, Katanya sih Seram

Puisi Tomino's Hell bisa dibaca nih di kelas sastra selanjutnya

Legenda urban tentang hantu dan kutukan memang kurang menyeramkan jika kita mendengarnya di siang hari. Tapi kalau malam… yaaa lumayan lah.

Saya pun pernah mendengar beberapa legenda urban di Indonesia yang populer. Dan karena itu pula saya jadi sering merasa resah dan gelisah saat berada di tempat yang punya kaitannya dengan legenda urban. Misalnya waktu main sendirian ke Ancol saat malam-malam, secara nggak sadar saya jadi memikirkan Kiki Fatmala dan Ozy Syahputra…

via bintang.com

Nggak tahu kenapa tiba-tiba saya jadi memikirkan mereka.

Tapi nggak cuma di Indonesia, negara Asia lainnya pasti punya legenda urban yang nggak kalah seramnya (seram atau nggak, itu tergantung kamu sendiri sih). Dan di artikel ini kita bakal membahas 3 legenda urban dari negara-negara di Asia. Yang pertama kita mulai dari…

1. Maria Labo (Filipina)

via aswangproject.com

Legenda urban ini mulai muncul di Filipina sekitar tahun 2000. Menurut cerita, Maria Labo dulunya adalah istri dari polisi yang tinggal di provinsi pulau Visayas. Ia memiliki dua anak tapi ia merasa gaji suaminya tak cukup untuk menghidupi seluruh anggota keluarga. Untuk memperoleh uang tambahan, Maria akhirnya memutuskan untuk bekerja sebagai pengasuh manula yang tinggal di sebuah desa terpencil di Visayas. Maria merawat kakek itu tanpa mengetahui kalau beliau ternyata seorang aswang (hantu).

Sang kakek sudah sangat lemah dan ingin segera mati. Tapi kakek itu tak bisa mati kecuali ia mewariskan kutukan aswang kepada orang lain. Kemudian tanpa diketahui, sang kakek dengan sengaja memindahkan kutukan tersebut kepada Maria.

Beberapa bulan setelah kakek itu meninggal, Maria pergi ke Kanada untuk bekerja sebagai buruh selama beberapa tahun sebelum kembali ke kampung halamannya. Dalam kurun waktu tersebut, kutukan aswang mulai mengambil alih Maria. Ia menjadi gila dan haus akan darah manusia.

Suatu malam suami Maria yang baru pulang kerja mendapati suasana rumahnya hening tak seperti biasanya. Ia menanyakan di mana anak-anak mereka. Maria dengan tatapan kosongnya kemudian menunjuk ke arah panci di atas kompor. Ketika sang suami membuka tutup panci, ia menemukan potongan tubuh kedua anaknya yang baru saja dimasak. Merasa marah, sang suami menggapai pisau dapur dan menggoreskannya ke wajah Maria. Setelah itu Maria diusir dari rumah.

Legenda urban ini begitu terkenal, khususnya di kalangan masyarakat Visayas dan Mindanao. Menurut desas desus, Maria menjadi pengembara dan selalu berpindah-pindah tempat karena takut ketahuan kalau dirinya adalah seorang aswang.

2. The Hello Kitty Murder (Hong Kong)

via emadion.it

Pada tahun 1999, kota Hongkong dibuat gempar oleh kasus pembunuhan yang terjadi di lantai tiga gedung apartemen Granville Road 31. Korbannya adalah seorang pekerja klub malam bernama Fan Man-yee (23). Ia diculik tiga pria tak dikenal dan disekap selama  sebulan. Selama satu bulan itu pula Fan mengalami penyiksaan hampir setiap hari sampai akhirnya ia dibunuh.

Selama beberapa minggu aparat kepolisian tak menyadari pembunuhan sadis tersebut. Sampai akhirnya seorang gadis (13) yang merupakan pacar salah satu pembunuh, melapor kalau dirinya dihantui oleh sosok wanita yang dibunuh oleh pacarnya. Polisi mengabaikan laporan gadis tersebut, tapi gadis itu tetap ngotot. Akhirnya petugas kepolisian mengalah dan memeriksa alamat yang diberikannya.

Ketika tiba di lokasi, polisi menemukan mayat Fan Man-yee yang sudah terpisah menjadi beberapa bagian. Kasus pembunuhan itu terbilang sangat sadis. Pasalnya, pembunuh memasukkan kepala Fan yang sudah dipenggal ke dalam boneka Hello Kitty dan menjahitnya. Oleh karena itulah para jurnalis saat itu menamai kasus pembunuhan Fan Hello Kitty Murder. Para pembunuh pun akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Setelah kejadian nahas tersebut, apartemen mulai dihantui oleh hantu wanita yang sering terekam CCTV. Para penghuni pun sering dibuat ketakutan oleh penampakan dan suara-suara aneh di ruangan mereka. Karena keangkeran tersebut apartemen akhirnya diruntuhkan pada tahun 2012.

3. Puisi Tomino (Jepang)

via pinterest.com

Tomino’s Hell (Neraka Tomino) sebenarnya merupakan puisi dari buku karya Yomota Inuhiko yang berjudul The Heart is Like a Rolling Stone. Tapi menurut cerita, ini bukanlah puisi biasa, melainkan puisi yang sangat terkutuk. Konon, siapa pun yang membaca puisi ini dengan lantang bisa hidup menderita seperti Tomino (di dalam puisi). Ada juga yang percaya kalau kecelakaan atau bahkan kematian akan menimpa siapa pun yang membaca puisi tersebut.

Kata-kata di dalam puisi Tomino’s Hell cenderung membawa suasana yang kelam dan sama sekali tak mengenakkan untuk dibayangkan. Beberapa orang mengaku tak merasakan apa-apa setelah membaca Tomino’s Hell, tapi nggak sedikit juga yang mengaku mengalami kejanggalan pada diri mereka setelah membaca puisi terkutuk itu. Berikut ini puisi Tomino yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Apa kamu berani membacanya? Tapi buat yang ingin benar-benar menguji nyali, saya sarankan untuk membaca puisinya dalam bahasa Jepang.

Neraka Tomino

Kakak yang memuntahkan darah, adik yang meludahkan api
Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga

Tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka
Neraka kegelapan, tanpa dihiasi bunga 

Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?
Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan 
Dicambuk dan dipukul sangatlah mendebarkan,

Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara 
Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan,

Dari domba emas, dan dari burung bulbul 
Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit,
Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka 

Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah,
Tujuh tingkat di dalam gelapnya lembah neraka 

Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba,
Di Mata Tomino Yang Lucu Meneteskan airmata  
tangisan burung bulbul, dibalik hujan dan badai
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu 

Gema tangisanmu melolong melalui neraka,
serta darah memekarkan bunga merah 

Melalui tujuh gunung dan lembah neraka,
Tomino yang lucu berjalan sendirian 
Untuk menjemputmu ke neraka,

Duri-duri berkilauan dari atas gunung
menancapkan duri ke dalam daging yang segar,
Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu

(sumber)

Sebenarnya masih ada beberapa legenda urban dari negara Asia lainnya yang mungkin bakal dibahas di bagian selanjutnya. Jangan lupa baca puisi Tomino’s Hell sebelum kamu tidur ya.

- Advertisement -
Shares 19

Komentar:

Komentar