Ternyata Anak Muda Zaman Sekarang Lebih Memilih Hal yang Satu Ini daripada Punya Banyak Duit, lho!


:

“Tidak selamanya uang bisa membeli kebahagiaan.”

Pernah dengar kalimat di atas? Mungkin jawabnya bukan lagi “pernah”, tapi kalimat itu sudah sering kamu dengar dalam keseharian.

Tapi, apakah pernah terpikirkan oleh kamu bahwa akar masalah sebenarnya bukan terletak pada uang yang tak bisa membeli kebahagiaan, melainkan bagaimana memanfaatkan uang yang kita miliki, seberapa kecil pun jumlah uang tersebut, untuk mendapatkan kebahagiaan.

Lalu, bagaimana cara melakukannya?

Melansir dari laman Forbes, caranya adalah dengan membeli barang-barang baru; seperti gawai atau gadget yang mahal, kendaraan dan fasilitas mewah, dan lain sebagainya. Namun masalahnya, kebahagiaan semacam itu bersifat semu. Itu artinya, menurut penelitian yang dilakukan profesor psikologi dari Universitas Cornell, Thomas Gilovich, kebahagiaan yang berasal dari pembelian benda mati tak akan berlangsung lama. Penyebabnya adalah terus munculnya barang-barang keluaran teranyar yang lebih bagus, sehingga kita tak akan pernah puas dibuatnya.

Misalnya saja, jika kita membeli ponsel cerdas teranyar, beberapa bulan kemudian sudah dirilis lagi ponsel baru yang lebih canggih. Dirilisnya ponsel-ponsel baru itu membuat kita ingin terus mencari dan membeli ponsel yang lebih bagus dari kepunyaan kita saat ini. Dengan kata lain, secara sadar atau tidak kita dipaksa untuk beradaptasi dengan sistem.

Maka dari itu, ketimbang menggelontorkan banyak uang untuk kebahagiaan semu, bakal jauh lebih baik jika kamu mendapatkan kebahagiaan yang akan bertahan lama dalam memori atau ingatan kamu. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan memperoleh pengalaman baru lewat traveling ke luar negeri.

via traveltriangle.com

Percaya atau tidak, mendatangi tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya dan memiliki kenalan baru bisa menjadi sumber kebahagiaan juga. Tapi tak perlu traveling ke tempat jauh yang butuh banyak biaya, kamu bisa melancong ke negara tetangga seperti Australia, misalnya.

“Bukankah traveling ke Australia itu tetap butuh biaya yang mahal?” Tidak, traveling tak selalu butuh banyak dana. Asalkan kamu bisa melihat celah dan kesempatan yang ada, kamu bisa bepergian ke luar negeri walau punya bujet terbatas.

Setidaknya ada dua opsi yang bisa kamu coba.

Mencari Beasiswa Pendidikan ke Australia dan Daftarkan Diri

via flickr.com

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Ya, kenapa tidak traveling sambil menuntut ilmu? Tak perlu merogoh kocek sendiri pula, kamu bisa memanfaatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Australia. Dengan beasiswa, kamu tak perlu memikirkan tentang biaya hidup, perjalanan, dan tempat tinggal karena itu semua sudah ditanggung.

Ada beberapa pilihan beasiswa yang bisa kamu coba, yakni beasiswa dari universitas dan beasiswa pemerintah (baik pemerintah Indonesia maupun Australia). Universitas di Australia yang biasanya menawarkan beasiswa adalah Universitas Monash. Untuk informasi tentang universitas lainnya, kamu bisa mencarinya langsung lewat internet dan sekalian mencari jurusan yang kamu minati.

Sedangkan untuk beasiswa dari pemerintah, kamu bisa mencoba beasiswa untuk umum yang didanai oleh Kementerian Keuangan negara kita, yaitu LPDP. Dari pemerintah Australia sendiri di antaranya ada beasiswa Endeavour Scholarship and Fellowship dan beasiswa Australia Awards Shcolarship.

Tapi, kalau kamu tak punya rencana melanjutkan studi, kamu bisa bekerja di Australia dengan…

Work and Holiday Visa

via tiranaobserver.al

Sesuai namanya, visa ini cocok buat kamu yang pengen traveling sambil bekerja di Australia. Jadi, kamu tak perlu dibuat pusing oleh biaya liburan di sana karena kamu akan mendapatkannya langsung selama satu tahun berdiam di Negeri Kanguru.

Selama satu tahun? Ya, visa ini memperbolehkan kamu menetap di Australia selama 12 bulan. Setelah itu, mau tak mau kamu harus pulang ke tanah air.

Untuk informasi tambahan, seperti dilansir dari laman Kedutaan Besar Australia, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi jika kamu ingin mendapatkan visa ini. Beberapa di antaranya adalah kamu harus berumur 18-30 tahun dan punya uang minimal $5.000 Australia atau Rp50 juta. Uang tersebut ditujukan sebagai dana awal kamu selama berada di Australia (informasi lengkap bisa kamu lihat di sini).

Apa dananya terasa cukup besar? Memang. Tapi, bukan berarti kamu harus menghabiskan seluruh modal awal itu di bulan pertama.

Di Australia, jika kamu bekerja mencuci piring di restoran atau menjaga toko saja, per harinya kamu bisa mendapat upah sebesar $100, $150, hingga $200 Australia ($1 Australia sekitar Rp10 ribu). Belum lagi jika kita memasukkan pekerjaan lain yang bisa memberi kamu upah lebih besar.

Terlepas dari biaya hidup di Australia yang memang terhitung tinggi, tapi jika kamu sanggup mengatur keuangan dengan sangat ketat, kamu pasti bisa menyisihkan uang untuk liburan sekaligus mengembalikan modal awal. Biaya hidup di Australia sendiri bervariasi, tergantung kotanya. Tapi, jika ingin memukul rata kamu harus mengeluarkan sekitar $1.500 hingga $2.000 Australia atau sekitar Rp15 juta sampai Rp20 juta per bulannya.

Meskipun kamu tak bisa bekerja di satu tempat yang sama jika sudah lebih dari enam bulan, dengan memiliki visa ini kamu bisa mengambil beberapa pekerjaan di periode waktu yang sama. Dengan kata lain, jam kerja kamu tak dibatasi sejauh itu masih dalam batas kemampuan kamu. Satu kelebihan lainnya dari visa ini adalah kamu bisa memilih kota tujuan di mana kamu akan bekerja.

Sekadar saran, karena tujuan utama kamu ke Australia adalah untuk mendapatkan pengalaman lewat traveling, sebaiknya kamu pilih kota Sydney sebagai destinasi. Alasannya, karena Sydney punya banyak hal yang bisa memuaskan batin dan memperluas pengalaman kamu dalam menjalani hidup.

Sydney, Kota yang Akan Memberi Kamu Pengalaman Tak Terlupakan

Membicarakan kota Sydney sebenarnya tak akan ada ujungnya. Ada banyak sekali hal dan tempat menarik di ibu kota pariwisata Australia tersebut. Beberapa di antaranya bisa kamu temukan dalam artikel ini.

Masih belum puas dengan rekomendasi di artikel itu? Baiklah, kita akan membahas hal lain yang bisa kamu dapatkan di Sydney.

Salah satu tempat di Sydney yang populer dan banyak direkomendasikan untuk didatangi adalah Sydney Harbour Bridge. Tapi, di sini kita tak akan sekadar berkata “Kamu wajib mendatangi lokasi itu.” Ya, karena bakal lebih menyenangkan jika kamu memandangi Sydney Harbour Bridge dari spot atau titik yang tepat. Ada dua pilihan yang direkomendasikan, yakni Bradfield Park dan Barangaroo Reserve. Dari dua titik itu, kamu bisa lihat pemandangan jembatan dan pelabuhan secara maksimal.

Bradfield Park via flickr.com

Tapi, jangan hanya menikmati keelokan panorama. Ajak teman-teman baru kamu di Sydney untuk piknik di sana, karena di kedua tempat itu kamu bisa membawa makanan sendiri. Apa yang lebih menyenangkan dalam hidup selain bersenda gurau bersama kawan-kawan sambil menikmati pemandangan spektakuler di depan mata (apalagi saat malam hari)? Bisa-bisa kamu tak mau beranjak pergi jika sudah berada dalam situasi seperti itu.

Sydney Harbour Bridge via commons.wikimedia.org

Usai memuaskan diri di Sydney Harbour Bridge, selanjutnya kamu bisa mengunjungi Chinese Garden of Friendship yang letaknya tak begitu jauh. Tiket masuknya pun terjangkau, hanya $6 Australia atau Rp60 ribu.

Apa yang bisa dinikmati di kebun ini?

Chinese Garden of Friendship adalah kebun bernuansa Dinasti Ming di Tiongkok tempo dulu, dengan koleksi bambu dan tanaman yang asri, air terjun dan danau yang airnya mengalir jernih berkilauan di mana ikan koi eksotis berenang di dalamnya, paviliun yang mengundang untuk dijadikan latar dalam foto, serta Tea House yang menyajikan teh segar yang bisa menyejukkan pikiran penat sekalipun.

via flickr.com

Ya, Chinese Garden of Frienship adalah kebun di mana kamu bisa menghirup udara segar sambil menutup mata dan merentangkan kedua tangan, dengan angin sepoi-sepoi bertiup menerpa wajah kamu. Kebun ini adalah salah satu tempat di mana kamu bisa mengingat kembali apa arti ketenteraman dalam hidup.

Apa cuma itu saja deskripsinya? Tidak. Tempat itu juga cocok untuk dipakai merenung dan melepaskan diri sejenak dari riuhnya rutinitas sehari-hari.

via pixabay.com

Tapi, tahan dulu keinginanmu untuk merenung, karena lebih baik jika kamu melakukannya sambil berjalan kaki sejauh enam kilometer dari pesisir pantai Bondi ke Coogee.

Jangan bayangkan jarak enam kilometer yang ditempuh itu hanya diisi oleh aktivitas jalan kaki biasa. Di sepanjang perjalanan, kamu akan menemukan banyak pemandangan yang bisa membuat kamu menghentikan langkah kaki untuk memandangi apa yang tengah kamu lihat. Dua di antaranya adalah pemandangan yang tersaji di Gordons Bay, sebuah teluk yang bisa disebut permata tersembunyi dari Sydney…

via flickr.com

… dan Wylie’s Baths, di mana kamu bisa melihat hamparan Samudera Pasifik yang begitu luas membentang. Wylie’s Baths sendiri merupakan ocean pool atau kolam renang air laut.

via coogeesurfclub.com.au

Jarak sejauh enam kilometer pun tak akan terasa begitu melelahkan jika kamu terus disuguhi pemandangan menakjubkan sepanjang perjalanan, bukan? Terlebih lagi, tempat mana yang lebih pas dipakai untuk merenung selain di sisi laut? Jangan bilang jawabannya di dalam kamar.

Jadi, bagaimana? Apa kamu sudah memantapkan hati menjadikan Sydney sebagai tempat tujuan untuk menambah pengalaman hidup?

Biar kamu bisa menekan pengeluaran saat traveling sekecil mungkin, sebaiknya kamu cari penerbangan dan hotel yang pas sama kantong kamu. Solusinya mudah, kamu tinggal kunjungi Wego. Kalau kamu pengen cari hotel, kamu bisa klik di sini. Sedangkan untuk penerbangan, di sini.

Mudah, ‘kan?

Jadi, tunggu apa lagi? Rencanakan perjalanan kamu ke Sydney dari sekarang.

Komentar:

Komentar