Jika selama tahun ini kamu nggak hidup di hutan rimba, kamu pasti tahu di pertengahan 2018 ini banyak banget vendor yang mengenalkan fitur AI di kamera smartphone. Anehnya, ada sebagian konsumen yang menyambutnya dengan rasa skeptis. Umumnya mereka beranggapan hadirnya fitur itu cuma gimmick atau keperluan marketing. Dari mana mereka dapat anggapan seperti itu? Hanya Tuhan dan merekalah yang tahu.

Tapi di sisi lain, nggak bisa dipungkiri juga banyak konsumen yang penasaran dengan fitur kamera AI.

AI kamera via c.mi.com

Jadi, memangnya apa sih hebatnya AI di kamera smartphone? Apa benar itu cuma gimmick, atau ternyata ada kehebatannya yang belum terungkap kalau dibandingkan dengan kamera biasa? Dan apakah semua smartphone yang dilengkapi AI itu harganya mahal?

Yuk, kita bahas satu per satu fitur tentang AI di kamera smartphone.

1. Semantic segmentation

Semantic segmentation via c.mi.com

Bayangkan bila kamu tiba-tiba berada di lokasi yang ada di gambar. Di hadapan kamu ada kastil kuno yang dikelilingi taman bunga nan indah. Dan sebagai netizen yang rajin mengunggah foto keren di Instagram, kamu nggak memikirkan bagaimana caranya kamu bisa ada di sana. Insting untuk mengabadikan pemandangan kastil kuno dan taman bunga langsung mengalahkan rasa penasaran kamu.

Nah, jika kamu memotret pemandangan itu pakai kamera biasa, objek-objek seperti bunga, rumput, kastil, awan, dan langit akan dianggap sebagai satu kesatuan. Kamera milikmu itu nggak akan tahu mana matahari, mana pasir, dan mana langit. Mentok-mentok paling cuma bisa mengenali wajah manusia berkat fitur face recognition.

Beda ceritanya kalau kamu pakai kamera smartphone berteknologi AI. Pasalnya, ia bisa membedakan mana langit, mana kastil, dan mana bunga. Semua itu berkat semantic segmentation yang sudah tertanam dalam AI.

2. Better low light

Hasil low light. Auto – f/1.8, ISO 1600, 1/20s via gsmarena.com

Kadang-kadang, kamu nggak bisa menghindari situasi di mana kamu harus memotret dengan cahaya yang minim. Memotret pencuri yang menyusup ke rumah kamu saat malam-malam, misalnya. Dan karena hari sudah terlalu larut dan penerangan juga nggak begitu bagus, mau nggak mau kamu harus memotret pakai flash.

Tapi itu kalau kamu pakai kamera smartphone biasa. Soalnya,ia cuma bisa memanfaatkan bukaan aperture dan ukuran pixel dalam menghasilkan gambar yang terang di keadaan minim cahaya (low light).

Berbeda dengan kamera smartphone yang dipersenjatai AI. Teknologi AI di kamera smartphone memang masih memanfaatkan bukaan aperture dan ukuran pixel. Tapi ia juga dilengkapi dengan algoritma yang bertugas untuk mengoptimalkan hasil gambar supaya terlihat lebih terang, sekalipun dalam keadaan minim cahaya. Foto pencuri yang kamu ambil dalam kondisi cahaya yang minim pun bakal lebih jelas.

3. Auto lens switching

Auto lens switch via c.mi.com

Fitur dual kamera memang terdengar keren. Ibaratnya kamu punya satu smartphone dengan dua kamera yang yang bisa mencakup beberapa kebutuhan sekaligus.

Tapi kenyataannya nggak begitu. Meskipun namanya dual kamera, smartphone kamu tetap punya satu kamera. Hanya saja lensanya ada dua, dan mereka punya fungsi yang berbeda-beda. Misal, lensa pertama digunakan dalam keadaan normal, sedangkan lensa kedua khusus untuk low light. Jadi kalau ada pengguna yang pengin mengambil gambar dalam keadaan low light, ia harus ganti ke lensa kedua, nggak bisa pakai lensa yang pertama.

Bagi para pemilik smartphone dual kamera tanpa teknologi AI, pergantian lensa biasanya dilakukan secara manual dengan menekan tombol tertentu. Semua kerepotan itu nggak akan dialami pengguna smartphone dual kamera dengan teknologi AI. Lensa pada kamera AI akan berganti secara otomatis sesuai keadaan.

Coba pakai contoh dari Xiaomi Mi A2. Kamera dari Mi A2 bisa mendeteksi cahaya dan memilih lensa sesuai kondisi cahaya di sekitarnya. Jadi ketika dalam suasana penerangan yang cukup, ia akan menggunakan lensa utama 12MP Sony IMX 486. Sementara ketika ingin mengambil gambar dengan penerangan yang minim cahaya, ia akan berpindah secara otomatis menggunakan lensa kedua 20MP Sony IMX 376 yang memang dikhususkan untuk low light. Cakep, nggak tuh?

4. Auto bokeh enhancement

Auto bokeh via mi.com

Gambar di atas bagus, ya? Kamu pasti nggak akan melewatkan kesempatan buat memotret pemandangan seperti itu.

Supaya hasil fotonya lebih cakep, tentu kamu harus kasih efek bokeh ala-ala kamera manual atau digital. Sayangnya, nggak semua kamera smartphone bisa mengambil gambar dengan efek bokeh. Kalaupun ada, harganya pasti mahal. Mentok-mentok ya pakai aplikasi edit foto.

Tapi gimana kalau kamu ambil gambarnya pakai kamera smartphone yang berteknologi AI? Bisa banget! Karena AI punya fitur semantic segmentation alias kemampuan untuk membedakan objek, ia juga bisa fokus pada objek tertentu dan mengaburkan objek lainnya.

Memang, kadang hasil fotonya jadi kurang mantap. Blurnya pun kadang nggak rata. Tapi nggak usah khawatir, solusinya ada di poin berikutnya.

5. Better edge detection

via c.mi.com

Pasti ada beberapa dari kamu pernah mendapat hasil foto dengan blur yang nggak rata atau kurang sempurna.

Misalnya, yang pengin kamu blur cuma bagian tubuh, tapi ada objek lainnya yang ikut mendapat blur. Itu terjadi karena kamera gagal mengenali batas dari objek yang dipilih. Bahkan ada yang bilang kalau ingin mengambil gambar dengan efek bokeh menggunakan smartphone, butuh banyak percobaan untuk mendapatkan hasil yang apik.

Tapi itu cuma berlaku di kamera tanpa teknologi AI.

Kamera AI beda. Ia sudah dikembangkan untuk mengenali batas terluar dari masing-masing objek dengan lebih baik (better edge detection). Cara kerjanya begini: lensa pertama bakal mengambil gambar selain objek yang dipilih, sementara lensa kedua bakal fokus pada objek yang dipilih.

Bagaimana, kamera dengan teknologi AI memudahkan banget, bukan? Kalau kamu tertarik dengan smartphone berkamera AI setelah membaca berbagai keunggulannya, ada satu smartphone yang jadi rekomendasi. Perkenalkan nih, Xiaomi Mi A2.

Xiaomi Mi A2 via en.miui.com

Kenapa mesti Xiaomi Mi A2? Ini pertanyaan yang bagus banget.

Semua keunggulan kamera AI ada di Mi A2. Plusnya lagi, smartphone ini dibekali dengan Android One dengan dapur pacu Snapdragon 660 Kryo™ 260 CPU, RAM hingga 6 GB, penyimpanan hingga 128 GB, kamera depan 20MP dengan soft-selfie light, dan dual kamera dengan super pixel di bagian belakang.

Kapan lagi coba punya smartphone dengan kamera AI dengan harga terjangkau? Bahan aluminum unibody yang membalutnya pun semakin menambah kesan elegan dari Mi A2. Kalau memang niat, siapa pun bisa mendapatkannya detik ini juga. Caranya tinggal klik link ini.

Xiaomi Mi A2 via en.miui.com

Jadi masih mau bilang kalau kamera berteknologi AI hanya sekedar gimmick? Tidak semudah itu, Ferguso.

7K Shares