Siapa sih orang di dunia ini yang nggak mau hidup sehat, bahagia, dan sejahtera seumur hidupnya. Kamu juga ingin, bukan? Baguslah.

Tapi terkadang, tanpa disadari kita suka melakukan aktivitas yang malah merugikan untuk kesehatan tubuh dan mental. Lebih parahnya lagi kalau aktivitas tersebut lambat laun berubah jadi kebiasaan yang selalu kita lakukan setiap hari. Contohnya, apa kamu termasuk orang yang…

1. Jarang tertawa

Kamu nggak akan pernah rugi kalau dibuat ketawa. Mungkin tak ada orang di dunia ini yang bakal menolak mendengar guyonan lucu.

Kecuali kalau kamu termasuk orang yang membenci suara orang ketawa, terbiasa hidup dalam kesepian, atau sedang berusaha membentuk imej sok cool. Sekalipun aktor komedi sekaliber Jim Carrey melawak di hadapan kamu, kamu bakal tetap pasang ekspresi muka seperti ini:

via pixabay.com

Hidup kita ini nggak sama dengan film atau komik. Orang yang jarang tertawa tak akan dianggap keren atau anggun. Yang ada, orang yang jarang tertawa malah rentan mengidap stres. Padahal berdasarkan penelitian yang berjudul Humor and Immune Function, tertawa itu merupakan obat mujarab untuk meningkatkan imun tubuh. Sementara dari hasil penelitian yang terbit di jurnal Advances in Physiology Education, tertawa bisa menurunkan tingkat stres.

Jadi, tak ada salahnya mulai sekarang kamu lebih memperbanyak tertawa.

2. Rajin merokok

via pixabay.com

Semua orang tahu rokok itu merugikan untuk kesehatan, baik itu kesehatan diri kamu sendiri maupun orang di sekitar. Tapi bagi perokok, berhenti menghisap tembakau itu susahnya minta ampun.

Masalahnya begini, bukannya lebih baik terus sehat sampai umur tua, dibanding mendapat kenikmatan semu dari merokok? Apalagi untuk kamu yang perempuan, kebiasaan merokok tak akan ada manfaatnya kalau kamu berencana punya anak. Hanya karena rokok, kamu berpotensi untuk mendapat menopause di usia yang relatif muda dan mengurangi peluang kehamilanmu.

3. Tidur dengan lampu menyala

via pexels.com

Selain bisa mengurangi kualitas tidur, terlelap dengan lampu kamar menyala juga bisa membuat kamu berisiko terkena depresi. Seperti yang dijelaskan National Sleep Foundation, jika kita tertidur dengan lampu yang masih menyala, itu bisa memengaruhi hormon, suhu badan, dan bagian otak yang mengatur rasa kantuk. Dengan kata lain, tertidur dengan lampu menyala bisa memengaruhi kualitas tidur kamu. Dan jika kualitas tidur kamu sering terganggu, kamu jadi rentan kekurangan waktu tidur dan juga insomnia. Ujung-ujungnya, insomnia itu identik dengan depresi.

Bukan cuma tidur dengan lampu menyala, menurut Rensselaer Polytechnic Institute di New York, AS, kalau kamu orangnya suka memainkan laptop atau smartphone sebelum pergi tidur, kualitas tidur kamu juga pasti berkurang.

Nah, apa kamu masih bakal melanjutkan kebiasaan tidur dengan lampu menyala? Sebaiknya pikir-pikir lagi ya.

4. Terlalu banyak menghabiskan waktu di jalanan

via pixabay.com

Salah satu efek negatif dari terjebak macet adalah stres dan mudah capai. Selain itu, menempuh jarak lebih dari 50 km untuk pergi ke tempat kerja juga bisa memperpendek usia. Penelitan terbaru yang dilakukan Universitas Cambridge, VitalityHealth, RAND Europe, dan Mercer mengungkap bahwa mereka yang menghabiskan lebih dari satu jam di jalanan, memiliki kesehatan mental yang rentan dan sekitar 33 persen dari 34.000 sampel penelitian punya potensi besar untuk mengidap depresi.

Punya tempat kerja atau kampus yang dekat dari tempat tinggal sepertinya memang pilihan yang bagus, ya.

5. Mengabaikan luka yang didapat saat terjatuh dari transportasi umum

via pexels.com

Nasib sial siapa yang tahu. Bagaimana kalau misalnya kamu jatuh dari motor yang kamu boncengi? Bagaimana kalau kamu terjatuh saat mau turun dari bus? Waah, mungkin kamu bisa dapat luka. Dan kalau dibiarkan, luka itu bisa jadi membekas di kulit. Bekas luka yang ada di bagian tubuh terbuka tentu bukan suatu hal yang bisa kamu pamerkan dengan bangga ke orang lain, bukan? Yang ada nantinya kamu malah jadi malu dan kurang pede.

Tapi tak perlu khawatir. Jika kamu punya bekas luka yang ingin dipudarkan, coba pakai Dermatix® Ultra.

Nah, untuk kamu yang belum familiar, Dermatix® Ultra itu adalah gel topikal yang dipakai untuk meratakan bekas luka menonjol dan memudarkan bekas luka menghitam. Dermatix® Ultra ini juga ampuh untuk berbagai jenis bekas luka, mau itu baik itu bekas luka berat seperti bekas luka operasi, atau yang ringan semacam bekas luka karena terkena knalpot, terkena catokan, terpercik minyak goreng, tergores, luka bakar, hingga bekas luka karena gigitan serangga. Fungsional banget ya?

Dermatix® Ultra paling efektif bila dipakai ke bekas luka dua kali sehari selama dua hingga tiga bulan. Olesnya cukup tipis-tipis, tak usah terlalu banyak. Setitik Dermatix® Ultra saja cukup untuk bekas luka sepanjang 15 cm.

Satu lagi, jangan gunakan Dermatix® Ultra untuk bekas luka dalam. Misalnya seperti bekas luka jerawat, cacar air, atau stretchmark. Namun untuk jerawat, kamu bisa pakai Dermatix® Ultra untuk memudarkan warna kehitaman bekas jerawat.

“Tunggu, tunggu. Jadi setelah saya dapat luka, saya bisa langsung pakai Dermatix® Ultra nih?”

Jangan… Luka dan bekas luka itu beda. Dermatix® Ultra itu bukan gel yang dipakai untuk luka yang masih belum kering. Rawat dulu luka kamu hingga kering. Setelah itu, baru kamu oleskan Dermatix® Ultra ke bekas lukanya. #JanganSetengahSetengah kalau merawat bekas luka. Pakai produk yang sudah teruji klinis seperti Dermatix® Ultra, dan pakai sesuai anjuran biar bisa dapat hasil yang maksimal.

“Apa Dermatix® Ultra dapat digunakan untuk untuk anak dan keponakan saya yang baru berumur 5 tahun?”

Dermatix® Ultra dapat digunakan pada anak di atas dua tahun, untuk lebih jelasnya silahkan konsultasikan pada doktermu. Dermatix® Ultra juga cocok buat segala jenis kulit. Karakter gelnya juga cepat kering, transparan, dan nggak berminyak. Selain itu, penggunaan Dermatix juga bisa ditimpa dengan makeup setelah gelnya didiamkan selama 1-2 menit pada kulit.

#JanganSetengahSetengah merawat bekas luka. Sekarang tahu, kan, produk yang paling ampuh buat merawat bekas luka? Dermatix® Ultra jawabannya.

Mau tahu lebih jauh tentang Dermatix® Ultra? Langsung cek akun Facebook dan Instagramnya di @dermatixscarguru.

Shares 2K