:

Pada zaman sekarang, membeli ponsel baru tak ubahnya seperti kebutuhan yang terus berulang. Bahkan sebagian orang menganggap kalau itu adalah kewajiban. Entah karena ponsel lama yang sudah dianggap uzur, ada model baru yang keluar, atau sekadar gengsi.

Nah, kalau orang tipe yang pertama, cenderung membeli ponsel baru karena ponsel yang lama sudah tidak dapat mengakomodasi kebutuhan sehari-hari. Entah itu sering freeze, restart sendiri, layar sudah hancur, sampai tidak bisa hidup lagi. Biasanya sih, tipe pertama ini lebih perhitungan dan berhati-hati saat ingin membeli, karena mereka nggak ingin ponsel baru nanti malah nggak memenuhi kebutuhan.

Kalau kamu termasuk dalam tipe yang pertama, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan baik-baik saat membeli ponsel baru, supaya tidak menyesal. Apa saja itu?

Tentukan kebutuhan utama terlebih dahulu

via nokia.com

Tanyakan pada dirimu sendiri, ponsel baru ini ingin kamu gunakan untuk apa nantinya? Apakah untuk sekadar balas chat dan browsing media sosial, atau untuk menyalurkan hobi seperti fotografi, gaming, musik, dan kegiatan lainnya?

Kalau masih nggak yakin, coba flashback ketika kamu masih pakai ponsel lama, aplikasi apa saja yang paling sering kamu gunakan. Selain itu, kamu juga bisa memakai sudut pandang lain. Misalnya, prioritas utama kamu ingin ponsel yang baterainya awet karena bisa digunakan seharian tanpa bawa-bawa powerbank.

Nah, kalau sudah tahu kebutuhannya…

Cari tahu spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhanmu

via nokia.com

Tenang saja, untuk menentukan spesifikasi di sini nggak rumit, kok. Apa pun kebutuhanmu, usahakan cari smartphone yang memiliki RAM minimal 2GB dan memori internal minimal 16GB biar nggak lemot dan nggak sering freeze. Contohnya kayak Nokia 3 tuh, yang dilengkapi dengan RAM 2GB dan internal 16GB, serta memori internal yang bisa ditambah sampai dengan 128GB untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan untuk kebutuhan yang lain, sesuaikan dengan spesifikasi seperti CPU, GPU, resolusi, tipe layar, kamera, baterai, dsb. Misal, kalau kamu butuh buat foto dan video, selain besaran Megapixelnya, perhatikan juga Pixel Count, Optik, Sensor, Aperture, Flash, Axis OIS (Optical Image Stabilization), PDAF (Phase Detection Autofocus), FOV (Field of View), dan fitur-fitur lain pada kameranya. Eits, jangan lupakan baterai juga, biar bisa hunting foto tanpa bawa-bawa powerbank.

Untuk kasus di atas sih, kayaknya bakal cocok kalau kamu menggunakan Nokia 6. Dipersenjatai dengan ZEISS Optics 16MP PDAF, bukaan diafragma f/2, Dual Flash, dan baterai 3000mAh, ponsel ini bakal menghadirkan pengalaman berfoto atau merekam video yang berbeda.

Kalau baca-baca spesifikasi bagi kamu terlalu ribet…

Cari berdasarkan kategori harga

via nokia.com

Biasanya ponsel terbagi atas tiga kategori, low-end (ekonomis), mid-end, dan high-end (flagship). Cari apa saja ponsel yang masuk ke dalam tiap kategori tersebut. Satu hal yang jelas, kalau kamu cari buat gaming atau multimedia, langsung coret daftar ponsel ekonomis. Begitu juga sebaliknya, kalau bujet terbatas atau cuma buat chat, medsos, dan selfie, ponsel yang ekonomis lebih bersahabat buat kamu. Kalau kamu cari referensi ponsel low-end berkualitas, mungkin bisa mempertimbangkan Nokia 3 yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut.

Terus yang mid-end buat yang kayak gimana? Buat yang pengin ponsel powerful nan terjangkau. Biasanya ponsel mid-end ini bisa buat berbagai kategori alias jack of all trades; buat foto oke, buat video bisa, gaming asoy, chat dan sosmed apalagi. Contohnya kayak Nokia 5 dan Nokia 6. Secara spesifikasi, kedua ponsel ini sudah mampu mengakomodasi semua kebutuhan di atas tanpa masalah. Kalau kamu sudah puas dengan layar 5,2 inci, internal 16GB, dan kamera 13MP, Nokia 5 bisa jadi pilihanmu.

Akan tetapi, kalau kamu merasa Nokia 5 kurang dapat memenuhi kebutuhanmu, mungkin bisa mencoba berpaling ke Nokia 6 yang secara spesifikasi berada di atas dua ponsel sebelumnya. Terlebih Nokia 6 tidak main-main untuk urusan multimedia karena dipersenjatai dengan ZEISS Optics di bagian kamera dan Dolby Atmos® di bagian suara. Mantab jiwa!

Setelah tahu kategori yang kamu inginkan, cari referensi tiap-tiap ponsel dari pengalaman orang terdekat, artikel blog, atau video review di Youtube. Setelah itu, kamu tinggal membuat daftar ponsel apa saja yang menarik perhatianmu dengan berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing ponsel.

Langkah selanjutnya adalah…

Bandingkan ponsel incaran di berbagai toko

via Notebookcheck

 

Cari referensi dari orang lain boleh, tapi akan lebih baik lagi kalau kamu sendiri yang membandingkannya. Cara yang paling mudah untuk membandingkan ponsel incaranmu adalah dengan mengunjungi gerai atau toko ponsel yang ada di kotamu.

Tanyakan tentang ponsel yang kamu maksud, pegang barangnya, dan coba semua fiturnya. Dengan begitu, kamu dapat mempertimbangkan apakah ponsel incaran sesuai dengan yang kamu harapkan atau tidak. Selain itu, kamu juga bisa sekalian survey harga pada tiap-tiap toko. Mending capek muter-muter toko daripada nyesel beli, kan?

Kalau ponsel incaranmu tidak tersedia di gerai atau toko ponsel di kotamu, kamu juga bisa membandingkannya antar toko-toko online. Selain itu, toko online juga bisa jadi alternatif kalau di toko offline dirasa terlalu mahal.

Setelah sudah mantap, baru kamu putuskan untuk meminangnya atau tidak.

Kalau kamu tipe yang nggak mau ribet dan ingin mencoba sesuatu yang beda, coba saja 3 ponsel rekomendasi yang udah Selipan bahas di atas, yaitu si ekonomis Nokia 3, si serba bisa Nokia 5, dan si powerful Nokia 6. Kalau ingin melihat spesifikasi yang lebih detail, kamu bisa melihatnya pada gambar di bawah ini.

Nokia 356 spec - Nostalgia, Yuk! Ini Dia 7 Kenangan Anak 90an yang Dibangkitkan Kembali di Generasi Kids Jaman Now

Nah, sekarang udah nggak bingung lagi, kan, kalau mau cari ponsel baru?