Ini 5 Hal yang Bakal Terjadi Pada Tubuh Saat Kamu Berpuasa


:

 

Menjalani ibadah puasa tentu mengakibatkan perubahan pada gaya hidup sehari-hari. Asupan makanan dan minuman berkurang, waktu tidur juga nggak selama biasanya. Tapi anehnya, kerjaan yang numpuk tetap harus diselesaikan, hehehe.

Dengan segala perubahan itu, pernahkah kamu bertanya-tanya tentang manfaat puasa bagi kesehatan jika ditilik dari segi medis? Nah, untuk itu kita harus mengenal apa saja yang terjadi di dalam tubuh selama kita berpuasa.

“Jadi, maksudnya tubuh kita mengalami perubahan saat berpuasa?”

Ya, iyalah. Dari mulai perubahan fisiologi (berhubungan dengan komposisi tubuh dan fungsi organ); hematologi (berhubungan dengan darah dan cairan); sampai biokimia darah (berhubungan dengan elektrolit tubuh), perubahan-perubahan itulah yang nantinya akan berdampak pada tubuh kamu.

Mau tahu penjelasan lebih lanjutnya, cek di bawah ini.

1. Tubuh Mengalami Proses Detoksifikasi

time-to-detox.jpg (800×533)
detox via well-beingsecrets.com

Proses detoksifikasi juga terjadi dalam tubuh saat puasa. Berbagai macam toksin (racun) yang tersimpan dalam lemak terpecah dan dapat dikeluarkan dari tubuh. Setelah beberapa hari berpuasa, ada hormon yang meningkat yaitu endorfin. Hormon yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan ini menyebabkan perbaikan kewaspadaan, daya kognitif, dan kesehatan mental.


Namun, pembatasan asupan cairan bisa menyebabkan tubuh kita kehilangan beberapa elektrolit tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Attarzadeh Hosseini SR pada tahun 2013 menunjukkan bahwa terdapat penurunan komposisi air dan potasium selama puasa.

Pembatasan cairan ini sendiri sebetulnya sudah tergantikan oleh fungsi ginjal yang sangat efisien mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga kita tidak akan jatuh dehidrasi selama menjalankan ibadah puasa.

2. Kadar Lemak dan Kolesterol Menurun

belly-fat_625x350_61424084160.jpg (625×350)
decrease fatty via ndtvimg.com

Pada kondisi normal, glukosa tubuh tersimpan di liver dan otot sebagai sumber energi utama. Selama puasa, simpanan glukosa inilah yang akan dibakar pertama kali oleh tubuh untuk memasok energi bagi tubuh kita, sehingga kita dapat melakukan kegiatan seperti biasa.

Setelah glukosa habis, maka lemaklah yang akan menjadi sumber energi selanjutnya. Meskipun sebenarnya penyimpanan glukosa di liver tidak dihabiskan penuh, tapi masih ada sisanya yang digunakan sebagai cadangan energi jika dibutuhkan sewaktu-waktu atau untuk melakukan fungsi lain di dalam liver.

Jika puasa dilakukan berkepanjangan, tubuh terpaksa menggunakan protein sebagai sumber energi. Penggunaan protein sebagai sumber energi sebenarnya tidak sehat. Hal ini dikarenakan protein yang dipecah berasal dari otot, sehingga otot lama kelamaan menjadi kecil dan lemah.

Namun pada puasa Ramadan, kita hanya berpuasa selama kurang lebih 13-14 jam, tepat di waktu pergantian sumber energi dari glukosa liver ke lemak, sebagai sumber energi kedua. Penggunaan lemak ini sangat bermanfaat dalam penurunan berat badan sekaligus penurunan kolesterol darah.

3. Dua Organ Pencernaan Penting, Usus Besar dan Hati Punya Waktu Untuk Istirahat

o-LIVER-facebook.jpg (2000×1000)
liver via huffpost.com

Usus besar pada tubuh memiliki banyak fungsi. Di antaranya adalah menyerap air selama proses pencernaan, menghasilkan vitamin K dan vitamin H (Biotin), membentuk massa feses, dan mendorong sisa makanan hasil pencernaan keluar dari tubuh. Dengan tidak makan selama beberapa jam, sudah pasti usus besar menjadi lebih santai sehingga bisa beristirahat sejenak.

Sedangkan hati yang merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh berfungsi untuk membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino.

Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Dengan berpuasa, dimana tidak adanya makanan yang masuk selama 12 jam akan memberi kesempatan pada hati dan organ pencernaan lain untuk beristirahat.

4. Mudah Kehilangan Fokus

stressedstudentgirl.jpg (600×400)
lost focus via mainstreet.com

Beberapa orang merasa berat meninggalkan kasur, alhasil lebih memilih melanjutkan tidur ketimbang bangun untuk makan sahur. Padahal makan dan minum saat sahur memegang peranan penting.

Menurut  spesialis gizi, dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK, tubuh manusia sangat mampu menoleransi kondisi tertentu. Tubuh lebih sulit bertahan tanpa air dibandingkan tanpa makanan. Karena lapar dan haus di siang hari, maka seseorang mudah kehilangan fokus. Itu makanya jangan tinggalkan makan dan minum saat sahur

5. Timbulnya Mata Cekung Atau Lingkaran Hitam

What-Causes-Under-Eye-Bags.jpg (800×450)
eye bag via thetrendspotter.com

Puasa Ramadan terkadang membuat pola tidur berubah. Perubahan jam biologis tubuh terjadi karena harus bangun untuk sahur. Tidak jarang hal ini menyebabkan seseorang jadi kurang tidur. Terlebih jika yang bersangkutan bangun terlalu dini. Karena itulah, sebenarnya kita dianjurkan mengakhirkan waktu sahur.

Tubuh yang kurang tidur serta kelelahan, biasanya membuat mata menjadi cekung atau muncul lingkaran hitam di mata. Untuk membuat mata cekung kembali terlihat segar, bisa diberikan kompres pada mata selama 15 menit.

Apapun yang nantinya terjadi pada tubuhmu saat puasa, yang terpenting adalah tetap mengkonsumsi makanan dan minuman yang seimbang. Asupan makanan sebaiknya terdiri dari makanan sumber energi, seperti makanan yang punya cukup karbohidrat dan lemak. Begitu pun asupan cairan, terutama konsumsi air putih.

Komentar:

Komentar