Bener Nggah sih Micin Bisa Bikin Orang Jadi Bodoh? Ini nih 4 Fakta yang Benarnya

Micin bikin bodoh, mitos atau fakta?

via sciencefriday.com

“Gitu doang gak bisa, makannya jangan kebanyakan micin!”

Entah kenapa sekarang ini ledekan kayak di atas udah jadi hal yang umum di masyarakat. Apa kamu juga salah satu yang pernah ngeledek teman pake embel-embel micin?

Padahal zaman dulu pas awal-awal micin baru ditemukan, gak ada lho orang yang ngeledek temennya “kebanyakan micin” ketika gak bisa ngelakuin sesuatu yang simpel, atau gak bisa ngejawab pertanyaan. Gak ada. Serius. Sedangkan sekarang selain dituduh bikin otak tumpul, micin juga katanya bisa bikin obesitas, kanker, dan alergi. Wah…

Kalau kamu jadi micin, perasaan kamu bakal gimana, guys?

Nah, meski punya citra yang buruk, micin nyatanya masih beredar di pasaran, dan pemerintah pun gak ada sinyal-sinyal buat ngelarang masyarakatnya mengkonsumsi micin, nih. Jadi anggapan micin berdampak buruk bagi kesehatan nampaknya cuma kesalahpahaman aja.

Tapi kamu pasti penasaran dong, siapa sih orang yang pertama kali mengklaim kalau micin itu buruk? Siapa penemu micin? Apa aja efek dari mengkonsumsi micin bagi kesehatan kita? Semuanya bakal dibahas di 4 fakta tentang micin berikut ini.

1. Micin Menghasilkan Rasa Ke-5 Selain Pahit, Asam, Manis, dan Asin.

via theadiokecenter.wordpress.com

Micin ditemukan pertama kali pada tahun 1908 oleh seorang ilmuwan asal Jepang bernama Prof. Kikunae Ikeda. Ide dari penemuan micin terbilang unik, Ikeda awalnya merasa masakan bikinan istrinya selalu terasa lezat sampai-sampai bikin dia penasaran. Dia pun menanyakan rahasia dari kelezatan masakan istrinya, dan belakangan diketahui istri Ikeda suka menggunakan rumput laut kering yang disebut kombu di masakannya.

Istrinya mengolah kombu dengan cara melarutkannya di air panas, kuah kombu nantinya akan menjadi kaldu dashi yang menghasilkan rasa umami atau gurih. Konon, gurih adalah rasa ke-5 setelah pahit, asin, asam, dan manis yang bisa dirasakan oleh lidah kita.

Ikeda kemudian menggunakan natrium untuk mengubah kaldu tersebut menjadi bubuk penyedap masakan dan akhirnya tercipta lah monosodium glutamat (MSG) alias micin. Gak lama berselang, Ikeda mematenkan penemuannya dan membuat perusahaan micin Ajinomoto.

2. Awal Mula MSG Dituduh Sebagai Zat Berbahaya

via memecomic.id

Buat tahu kenapa micin punya citra yang jelek di mata sebagian masyarakat, kira-kira kita mesti balik lagi ke tahun 1968. Di tahun itu seorang dokter asal Tiongkok bernama Ho Man Kwok mengeluh sakit pada bagian leher, lengan, dan punggung, disertai lemas dan jantung berdebar setiap makan di restoran Chinese. Dia menyebut gejala itu sebagai Chinese Restaurant Syndrome dan menuduh MSG sebagai penyebab utamanya.

Kwok kemudian memberitahukan pengalamannya ke jurnal internasional New England Journal of Medicine dan sontak penemuan Kwok ini membuat heboh para ahli medis di berbagai belahan dunia. Berbagai perdebatan di kalangan ilmuwan mulai terjadi dan berlangsung cukup lama. Berita-berita yang beredar tentang MSG pun akhirnya simpang siur, sampai ada satu yang menyatakan bahwa MSG dapat menurunkan kinerja otak.

Nah, kesimpangsiuran yang tanpa disertai bukti itu sayangnya ditelan mentah-mentah oleh sebagian orang hingga tercipta lah persepsi negatif tentang MSG yang, katanya, bisa bikin orang bodoh alias dungu.

3. Glutamat Juga Dapat Ditemukan di Makanan Lain Secara Alami

via thespruce.com

Buat tahu MSG berbahaya atau enggak, pertama-tama kita mesti tau bahan-bahannya. Monosodium glutamat, dari namanya kita bisa menyimpulkan kalau MSG terdiri dari dua unsur: sodium dan glutamat. Sodium adalah bahan utama garam dapur, sedangkan glutamat, komponen utama MSG, adalah asam amino yang baik untuk tubuh dan merupakan salah satu zat pembentuk protein. Dari keduanya, kita bisa tau kalau micin dibuat dari bahan alami yang bisa kita temuin juga di bahan makanan lainnya.

Glutamat adalah zat yang bisa ditemukan di makanan lain seperti tomat, kecap, daging, keju, kacang dan lain-lain. Bahkan ASI juga ternyata mengandung glutamat, lho. Hmm…

4. Penelitian Membuktikan MSG Aman Dikonsumsi

via tribunjualbeli.com

Satu penelitian di Amerika membuktikan dampak buruk MSG bisa muncul apabila dikonsumsi dalam dosis besar. Dalam penelitian tersebut, partisipan diminta mengkonsumsi micin 3 gram tanpa makanan lain. Efek buruk mulai dirasakan oleh partisipan satu jam setelah mengkonsumsinya karena jumlah MSG yang terlalu besar tersebut.

Intinya, semua hal yang berlebihan pasti hasilnya gak baik. Padahal rata-rata orang mengkonsumsi MSG cuma 0,6 gram per hari dicampur makanan lain. Setelah penelitian tersebut, MSG dinyatakan sebagai bumbu dapur yang aman dikonsumsi. Selain penelitian tersebut, kalau dikonsumsi secara wajar, menurut WHO, micin itu aman.

Selain itu, micin bisa memberi manfaat bagi tubuh kita. Micin mengandung sodium yang tentunya sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Dan bagi pengidap hipertensi yang gak boleh mengkonsumsi garam berlebihan, micin bisa jadi penggantinya karena kadar sodium dalam micin lebih sedikit dibanding garam dapur. Sedangkan glutamat sebagai penyedap rasa bisa berguna untuk meningkatkan nafsu makan.

Nah, itu dia fakta-fakta tentang micin, guys. Setelah membaca artikel ini semoga kamu gak lagi terpengaruh sama mitos micin yang katanya bisa bikin bodoh, bikin diabetes, kanker dan bla bla bla. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share, ya!

- Advertisement -
Shares 535

Komentar:

Komentar