Rasa Kepedulian dalam Hubungan Pertemanan Itu Penting, dan Inilah 3 Cara Efektif untuk Menunjukkannya

Tak semua orang suka sama cara ini, tapi manfaatnya untuk hubungan pertemanan besar banget

:

Menurut kamu apa sih yang bikin seseorang itu layak untuk disebut teman baik? Jawabannya mungkin bisa dilihat dari perlakuannya terhadap kita. Seorang teman baik pastilah menaruh rasa peduli pada diri kita dan juga problem-problem yang kita punyai.

Tapi, setiap orang pasti punya cara masing-masing dalam menunjukkan kepeduliannya. Ada yang cenderung memanjakan, ada yang memberi perhatian berlebih, ada yang rela berbohong demi menenangkan hati temannya, dan ada juga yang memberikan tough love.

Apaan tuh tough love?

Hmm, agak susah juga sih menyebut tough love dalam bahasa Indonesia. Kalau diartikan, frasa itu bisa disebut juga sebagai cinta yang keras atau cinta yang tegas. Kalau lihat di kamus Cambridge, tough love itu artinya: “Perbuatan yang dengan sengaja tidak memperlihatkan terlalu banyak kebaikan kepada orang yang sedang punya masalah, supaya orang itu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.”

via pixabay.com

Seseorang yang memberikan tough love nggak akan sekadar memberi komentar palsu yang cuma menyenangkan hati temannya yang lagi punya masalah; ia bakal membeberkan kenyataan, sepahit apa pun itu. Ia nggak bakal mengeluarkan kata-kata seperti, “Nggak apa-apa, kamu nggak salah kok di sini” ketika ia merasa temannya itu salah; ia bakal berkata jujur dan mengkritik temannya itu. Ia juga nggak bakal berpura-pura mendengarkan curhatan temannya yang menangis tersedu sedan karena baru putus; ia bakal meminta temannya itu untuk move on dan berhenti bertingkah cengeng.

Ya, tough love memang diperlukan dalam hubungan pertemanan, karena bukankah teman yang baik itu adalah orang yang peduli terhadap kita? Dan kejujuran yang bisa membuat kita jadi orang yang lebih baik adalah bentuk kepedulian yang lebih nyata daripada kebohongan manis. Maka bisa dibilang, hubungan pertemanan sejati pasti mengandung tough love.

Hanya saja, ada satu masalah nih dari sikap seperti itu. Kamu juga mungkin sudah menyadarinya. Yup, masalah itu adalah: nggak semua orang bisa menerima kritikan dan kejujuran yang pahit, apalagi jika kejujuran tersebut membuka kelemahan dan kekurangan seseorang.


Lalu, bagaimana cara memberi dan menunjukkan tough love tanpa menyinggung perasaan teman? Ada tiga cara yang seenggaknya bakal dibahas di sini.

1. Berikan kritik konstruktif

via pixabay.com

Kritik konstruktif yang disertai alasan atau argumen bakal lebih mudah untuk diterima orang ketimbang kritik non-kostruktif. Dengan kritik konstruktif, orang akan tahu apa dan di mana kesalahan yang diperbuatnya sekaligus belajar darinya.

Penulis naskah drama Menunggu Godot, Samuel Beckett, pernah menggunakan kritik konstruktif ketika diminta menilai cerpen karangan temannya yang seorang penulis pemula. Alih-alih merasa tersinggung dan marah, temannya itu menghargai kritik yang diberikan Beckett.

2. Jangan hanya kritik, berikan juga pujian yang tulus

via pixabay.com

Terkadang orang juga muak jika dirinya terus-terusan dikritik secara pedas, bukan? Maka dari itu, sertai juga kritikan dengan pujian; pujian yang tulus, bukan pujian menjilat atau yang disertai kebohongan.

Singkatnya sih, terapkan saja prinsip kritikan – pujian – kritikan – pujian.

3. Akui terus terang jika kamu nggak bisa memberikan bantuan

via wisebread.com

Well, terlepas dari kepedulian kamu terhadap masalah yang dipunyai teman, masalah miliknya akan tetap menjadi masalah miliknya. Kalau kamu nggak bisa membantu dengan memberikan kritik, karena ternyata masalah teman kamu itu berada di luar jangkauan kemampuan kamu, bilang padanya bahwa kamu memang nggak bisa kasih bantuan apa pun. Dan kamu sebaiknya memberi tahu ia secepat mungkin, jangan tunggu sampai situasi semakin runyam.

Dengan memberi tahu teman kalau kamu nggak bisa kasih bantuan, di sisi lain kamu bisa memintanya mencari bantuan ke orang lain yang lebih mampu, dan itu juga merupakan suatu bentuk kepedulian kamu agar masalahnya bisa terselesaikan.

Memang nggak semua orang bisa menerima bentuk kepedulian seperti yang udah dibahas di atas. Mungkin saja kamu mendapat reaksi negatif dari teman karena kejujuran yang kamu tunjukkan. Tapi, itu semua kamu lakukan demi hubungan pertemanan itu sendiri, bukan?

Sumber: Brainpickings/Refinery29

 

Komentar:

Komentar