Apa Yang Terjadi Ketika Google dan Youtube Ditiadakan Di Indonesia


Internet itu sudah jadi bagian besar dari kehidupan manusia modern di dunia. Informasi udah beredar luas dan bebas di jaringan yang disebut “web” karena, layaknya jaring laba-laba, informasi udah saling terhubung antara satu sama lain. Website besar seperti Google dan Youtube bisa dibilang sudah menjadi gaya hidup, pada khususnya kalangan muda. Saking sudah jadi bagian dari hidup orang ada kata-kata istilah internet yang masuk ke kamus, contohya adalah kata “googling” dan “vlog.” Bahkan di Indonesia Google juga sudah memiliki extention .co.id-nya jadi bisa dibilang yang sudah jadi search engine utama orang Indonesia.

Belakangan ini sedang heboh tentang penghapusan Google dan Youtube nih. Tapi kalau dipikir-pikir, kebayang nggak kalian kalau Google dan Youtube ditiadakan di Indonesia? Kalau menurut saya, gini nih jadinya kalau dua website itu dihapus:

Pendapatan Orang Jadi Berkurang

(via huffingtonpost.com)
(via huffingtonpost.com)

Indonesia punya Youtuber yang sudah jelas dapat penghasilan dari Youtube. Diantaranya adalah The da Lopez Brothers yang punya akun skinnyindonesian24 dan Natasha Farani dengan akunnya yang benama natashafarani. Skinnyindonesian24 itu terkenal dengan video sketsa kocaknya dan vlognya dan natashafarani itu terkenal dengan vlog hijabersnya. Selain itu ada penyanyi-penyanyi yang dapat eksposurnya dari Youtube. Para Youtubers ini dapat penghasilan dari konten-konten kreatif mereka disana. Kalau Youtube dihapus, para content creators ini mau dapat penghasilan dari mana ya kira-kira? Selain pendapatan yang berkurang…

Sumber Pengetahuan Berkurang

digitaltrens.com - shutterstock_124904114-1
(via digitaltrends.com)

Kalangan yang paling banyak menggunakan internet di Indonesia itu adalah kalangan muda, khususnya pelajar. Mereka itu nyari sumber pastinya pake Google dan Youtube. Google itu punya fitur-fitur kayak Google Books dan Google Scholars. Itu tuh berguna banget kalau kita jauh aksesnya dari perpustakaan dan perlu sumber akademik yang banyak. Kalau sumber-nya berkurang, kan kita bakal susah banget update informasi.

Kebayang pasti pusing banget ngerjain tugas dan khususnya skripsi kalau google nggak ada. Beli buku itu mahal. Apalagi kalau kita nyari sumber yang minimal harus ada lebih dari 20 sumber. Satu-satunya cara dapat akses informasi yang banyak dan terjangkau itu ya pastinya dari hasil searching di Google. Youtube juga punya learning channels-nya seperti “CrashCourse” dan “SciShow” yang ngasih pelajaran yang singkat dan padat tapi fun buat yang perlu informasi tapi perlu pengemasan yang asik supaya tidak membosankan. Learning channels kayak gini itu bikin belajar jadi asik jadi pasti kehilangan banget kalau diblokir.

Kurang Info

(via lifescience.com)
(via lifescience.com)

Sebagian besar dari kita sudah secara otomatis cari informasi di Google. Kalau diilangin kita bakal kurang info banget dan ujung-ujungnya ketinggalan zaman. Google juga udah terintegrasi ke banyak website, khususnya Youtube. Google juga punya fitur emailnya yang sudah banyak banget digunakan buat bikin akun dimana-mana. Dan dari akun email yang dibuat di Google ini banyak akun sosmed yang dibuat. Kalau google dihapus, banyak orang yang nggak bisa akses Twitter, Facebook, Line dan sebagainya. Kalau ini terjadi…

Dunia Jadi Membosankan

freemake.com - Bored-Online-what-to-do
(via freemake.com)

Di era globalisasi ini kita semua dituntut buat terus update tentang keadaan di dunia. Kurang info karena tidak dapat aksesnya itu bisa bikin dunia jadi membosankan. Banyak hal yang bakalan tidak diketahui yang seharusnya kita tahu. Sedih banget deh pokoknya kalau susah nyari info…

 

Alasan usulan pemblokiran Google dan Youtube itu karena adanya hal-hal yang tidak senonoh yang dapat ditemukan di kedua website tersebut. Tapi kalau saya pikir sih kalau mau ngeblokir dua website itu juga, kita sudah belasan tahun terlambat. Dan dalam belasan tahun itu kita udah banyak menggunakan Google dan Youtube dalam hitungan eksponensial. Adanya Google dan Youtube itu sudah jadi bagian hidup seluruh dunia apa lagi Indonesia. Memang ada alternative selain Google dan Youtube tapi memang tidak banyak digunakan.

Di website-website yang punya informasi bebas pasti ada hal-hal yang tidak senonoh yang ditemukan. Tapi sebetulnya menurut saya sih yang perlu dilakukan itu bukan pemblokiran tapi sosialisasi tentang penggunaan Google dan Youtube yang lebih berguna. Toh yang membuat Google dan Youtube juga punya peraturan tentang hal-hal yang tidak senonoh dan untuk solusinya mereka punya filter. Youtube juga punya fitur konfirmasi usia untuk melihat konten yang tidak pantas untuk yang usianya di bawah 19 tahun. Lagian, dasarnya, orang itu penasaran dan semakin sesuatu ditutup pasti semakin ingin tahu. Yang paling penting itu cara kita mencerna informasi yang didapat dan pengajaran tentang menyaring informasi ada ditangan para pendidik, mau pendidikan formal dari guru ataupun pendidikan informal dari orang tua. Kalau kata Ralph Waldo Emerson sih “rasa takut itu selalu muncul dari ketidaktahuan” karena kita cenderung takut dengan hal-hal yang tidak kita mengerti. Jadi gimana nih pendapat kalian tentang usulan pemblokiran Google dan Youtube ini?

 

Komentar:

Komentar