Ngaku Mahasiswa tapi Kamu Nggak Punya 6 Aplikasi Ini? Sungguh Terlalu

Terima kasih teknologi, hidup kamu jadi lebih mudah berkat kehadiranmu. I lup you

Jadi mahasiswa di era digital cenderung lebih gampang daripada mahasiswa zaman dulu, saat Koes Plus masih jaya-jayanya. Kalau ada sesuatu hal yang nggak dimengerti, kamu tinggal buka Google. Coba bandingkan dengan dulu, di mana mahasiswa harus pergi ke perpustakaan sambil menerjang sengatan terik matahari tiap kali pengin meriset sesuatu.

Makanya, jangan sampai kamu kurang memaksimalkan berbagai kemudahan yang ada di sekitar kamu. Bahkan sekarang aplikasi gratisan yang bisa meningkatkan produktivitas kamu sebagai mahasiswa udah bejibun jumlahnya.

Dan kamu tahu artinya? Ya, jika produktivitas kamu meningkat, artinya waktu main dan nongkrong kamu bakal bertambah juga!

1. Evernote

via evernote.com

Evernote adalah aplikasi yang bisa menyimpan segala jenis file: mulai dari teks, audio, gambar, sampai video. Aplikasi ini sudah mendukung cross-device. Jadi kamu bisa mencatat di ponsel dan membukanya lagi di laptop atau sebaliknya. Selain itu kamu juga bisa melakukan berbagai kegiatan sekaligus pada satu Note.

Contoh penggunaannya gimana?

Andaikan saja kamu lagi ikutan rapat UKM. Nggak tahu tuh rapatnya bahas soal apa, mungkin membahas bujet untuk beli sukro.

Dan di rapat sukro ini, kamu kebetulan kebagian tugas jadi sekretaris. Nah, dengan memakai Evernote, kamu bisa membuat laporan kegiatan dengan memanfaatkan aplikasi ini. Kamu bisa merekam suara jalannya rapat sambil mencatat poin-poin penting, sekalian juga mengambil foto untuk dokumentasi. Semua kegiatan itu bisa dilakukan dalam satu waktu sekaligus. Terus kalau nanti butuh dokumen fisik, kamu tinggal print aja.

Selain itu kamu juga bisa menggunakannya saat perkuliahan atau bimbingan. Jadi kamu bisa merekam apa yang dibicarakan dosen dengan smartphone. Sambil merekam, catat juga poin-poin penting yang diutarakan oleh dosen. Tapi kalau lagi malas nyatat, foto aja papan tulisnya dan masukkan di Note. Nanti kamu bisa mengulas kembali materi tersebut di laptop.

2. Trello

Trello merupakan aplikasi list-making yang bisa digunakan untuk mengelola seluruh rencana aktivitas kamu. Caranya, kamu tinggal mencatat aktivitas-aktivitas tersebut di kartu yang tersedia di Trello.

Bagusnya lagi, kamu bisa membagi aktivitas berdasarkan kategori dan tingkat penyelesaiannya. Jadi kamu nggak akan lupa status dari aktivitas; apakah aktivitas kamu masih To-do (akan dikerjakan), Doing (sedang dikerjakan), atau Done (sudah dikerjakan).

Contoh penggunaannya gimana?

Misalnya, dosen kamu yang galak meminta kamu membuat review sumber referensi untuk tugas akhir (atau skripsi, terserah). Kalau pakai Trello, kamu tinggal bikin Board atau Papan berdasarkan kategori sumber referensi.

Contoh kasarnya, di Board pertama kamu ketikkan nama “Referensi tentang Sejarah Sastra Indonesia”. Sementara Board kedua kamu beri nama “Referensi tentang Teori Analisis Karya Sastra”.

Jadi lebih rapi dan terorganisir ‘kan?

Setelah itu kamu juga bisa tambahkan Card atau Kartu yang berisi judul-judul buku sumber referensi. Beri juga warna buat membedakan mana referensi yang akan, sedang, atau udah kamu buat ulasannya. Seperti ini penampakannya.

3. Spike

via spikenow.com

Bosan dengan tampilan email yang gitu-gitu aja? Mungkin itu tanda udah waktunya kamu pakai Spike!

Aplikasi ini memungkinkan kamu untuk mengubah cara mengirim dan menerima email menjadi lebih praktis. Tampilan antar muka Spike seperti aplikasi chatting pada umumnya, jauh lebih memudahkan. Selain itu Spike juga menyediakan fitur seperti grup, kanal, panggilan suara, panggilan video, enkripsi email, dan akses instan ke file.

Contoh penggunaannya gimana?

Misalnya kamu sering banget berkirim email dengan dosen pembimbing. Mungkin karena isi skripsi kamu banyak yang dicoret sama dia.

Nah, jika pakai email biasa, kamu pasti harus klik inbox dulu ‘kan? Terus masuk ke pesan, lalu balik lagi ke inbox. Kalau pakai Spike, kamu tinggal biarkan aja jendela percakapan terbuka karena Spike akan secara otomatis mengkategorikan email berdasarkan orang. Mirip banget sama aplikasi chatting.

4. Grammarly

via grammarly.com

Punya tugas yang harus dikerjakan dengan bahasa Inggris? Grammarly bisa jadi dewa penyelamat kamu. Aplikasi yang kalau dibahasa Indonesiakan jadi Tata Bahasa-ly ini akan memeriksa grammar dari tulisanmu secara otomatis. Ia juga bakal kasih koreksi bila terdapat kesalahan, tentu secara otomatis pula.

Grammarly bisa kamu gunakan pada dokumen seperti Word (menggunakan aplikasi desktop), di web seperti status Facebook (menggunakan ekstensi browser), atau semua kegiatan ketik-mengetik di smartphone (menggunakan keyboard khusus pada aplikasi Grammarly).

Contoh penggunaannya gimana?

Kamu bisa memanfaatkan aplikasi ini dalam membuat abstrak tugas akhir, paper, email, atau status di media sosial. Caranya tinggal instal aja versi yang kamu inginkan (desktop, ekstensi browser, atau aplikasi mobile). Kemudian daftar atau masuk dengan akun kamu sendiri. Sangat nggak disarankan untuk masuk dengan akun ibu kamu. Buat apa juga?

Setelahnya, kamu tinggal ketikkan kata-kata dalam bahasa English.  Tunggu beberapa saat, dan Grammarly akan memberi masukan apakah ada kesalahan atau nggak pada cara kamu menulis.

5. CloudConvert

via zapier.com

Kalau kamu ingin mengubah suatu file dari satu ekstensi ke ekstensi lain tapi nggak punya aplikasi yang kompatibel, coba deh jajal CloudConvert. Konversi lewat aplikasi ini berlaku pada hampir semua jenis file, mulai dari audio (flac, m4a, mp3, wav), dokumen (doc, pdf, ppt, xls), ebook (pdf, cbr, rtf, txt), video (3gp, avi, mp4), gambar (jpg, png, ico, gif, psd), sampai vector (ai, cdr, svg).

Kalau ingin tahu lebih lengkapnya, coba lihat di sini apa aja jenis ekstensi yang didukung oleh CloudConvert.

6. WolframAlpha

Umumnya mahasiswa selalu mengandalkan Google untuk mencari jawaban atas semua masalah perkuliahan. Tapi gimana kalau saya memberitahu kamu satu aplikasi yang bisa mengurangi ketergantungan kamu sama Google?

WolframAlpha namanya, aplikasi yang dapat membantu kamu menyelesaikan perhitungan kalkulus, aljabar, geometri, fisika, kimia, atau astronomi. Bahkan nggak hanya sekadar memberikan jawaban, ada juga langkah-langkah pengerjaannya supaya kamu tahu bagaimana proses penyelesaian masalah.

Contoh penggunaannya gimana?

Pertama pilih dulu permasalahan apa yang ingin kamu selesaikan. Setelah itu masukkan permasalahan pada kotak teks, lalu tunggu beberapa saat untuk melihat hasilnya. Setelah itu lihat langkah-langkah pengerjaannya. Kalau ingin contoh jelasnya lihat video di bawah ini.

Hanya saja terkadang ada beberapa kasus d imana jawaban yang diberikan oleh aplikasi ini kurang tepat atau malah nggak bisa diselesaikan sama sekali. Maka dari itu jangan terlalu bergantung sama aplikasi ini saat mengerjakan tugas, sebagaimana orang pada umumnya yang jangan terlalu bergantung sama Google untuk mencari judul lagu yang liriknya, “Dam-dim-dum-dam-dim-dum-kracak-kracak”.

Kalau mau jujur, sebenarnya masih ada banyak lagi aplikasi produktivitas yang bisa memudahkan hidup sekaligus meningkatkan produktivitas kita sebagai manusia. Tinggal bagaimana kita memilih, memilah, dan mengoptimalkan aplikasi-aplikasi yang sudah ada.

Kalau kamu punya aplikasi lain yang layak masuk daftar ini nggak?

7 Shares

Komentar:

Komentar