Alasan Mengapa Suasana Ramadhan Di Kampung Halaman Selalu Bikin Kangen!


:

Artikel ini ditulis oleh Noor Isna Azizah untuk kompetisi #MyFastingStory

farm3.static.flickr.com
via farm3.static.flickr.com

Bulan Ramadan merupakan bulan yang paling dinanti oleh seluruh umat muslim di dunia. Pada bulan tersebut, kita diwajibkan berpuasa dan berbuat segala amal saleh. Bukan berarti bulan yang lain kita tidak beramal saleh, ya! Pada bulan Ramadhan, segala amal akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah. Sebab itu umat muslim berlomba-lomba berbuat kebaikan.

Ada juga sebagian dari kita yang memanfaatkan liburan di bulan suci untuk pulang ke kampung halaman. Saya, salah satunya yang paling menikmati puasa di kampung halaman.

hmifeub.files.wordpress.com
via hmifeub.files.wordpress.com

Bukan hanya suasana kampung yang sangat rekat, kita juga dapat temu kangen dengan keluarga besar yang lama tidak berjumpa. Silaturahmi juga terhitung ibadah karena kita telah menjaga tali persaudaraan sesama muslim.

Dari bangun sahur, tadarus Al-Quran, menyiapkan buka puasa, buka puasa bersama sampai bangun pagi sekali untuk menyiapkan makan dan bangunin orang sahur, apa kegiatan yang paling berkesan ketika bulan Ramadhan?

Bangun pukul tiga pagi untuk bangunin warga sahur sama teman-teman sekampung! Waduh, biasanya waktu-waktu begitu kita lagi asyik-asyiknya bermimpi, ya. Jangan terlena dengan tempat tidurmu yang empuk! Segera bangun dan ikut mereka bangunin orang sahur. Rasanya belum lengkap Ramadhanmu kalau kamu ngga ikutan bangunin orang sahur.

Saya pribadi merasakan perbedaan yang cukup signifikan antara suasana puasa di kota dan suasana puasa di kampung. Apa, sih bedanya?

jadiberita.com
via jadiberita.com

Kita semua pasti merasakan betapa mengantuknya bangun pukul tiga untuk menyiapkan makan sahur. Belum lagi, jika kita tidak mendengar alarm berbunyi dan orang-orang yang bangunin sahur karena terlalu nyenyak tidur atau yang bangunin kurang semangat. Kalau di kampungku, tepatnya di Loa Bukit, Kalimantan Timur kamu dijamin pasti kebangun untuk sahur! Tradisi membangunkan masyarakat sahur di Loa Bukit memang paling beda dari yang lain. Pukul tiga pagi mereka berkumpul di masjid untuk menyiapkan pengeras suara lalu diarak keliling kampung menggunakan gerobak dorong dan kamu dapat mendengar suaranya kira-kira 200 meter dari kediamanmu.

Ketika melewati rumahmu, kamu akan mendengar lagu daerah sana dengan frekuensi yang sangat besar ditambah suara kentungan dan seruan “Sahur! Sahur!” dengan nada yang khas dan penuh semangat. Kebayangkan gimana riuhnya?

via voa-islam.com
via voa-islam.com

Mereka yang membangunkan sahur didominasi oleh anak-anak, remaja, dan beberapa orang dewasa. Tradisi ini mungkin dianggap cukup mengganggu kalau di kota, tapi di kampung hal tersebut yang paling ditunggu oleh masyarakat.

Kamu akan melihat anak-anak mulai usia dua tahun ke atas bersorak di halaman rumah begitu mendengar suara itu bahkan tak jarang mereka ikut bergabung keliling kampung. Seru, ya!

Selain suasana sahur yang berbeda, kamu akan merindukan betapa serunya buka puasa di kampung. Kamu akan disuguhkan oleh makanan khas daerah seperti serabi, nasi bekepor, dan berbagai macam gangan yang menggoyang lidah.

via lintasnasional.com
via lintasnasional.com

Selepas maghrib keluarga besar kembali berkumpul di ruang keluarga untuk menyantap makanan. Makan besar bersama seluruh keluarga akan jadi momen yang kamu rindukan sepanjang hidupmu. Di hari-hari tertentu kamu juga akan menemukan pasar malam yang tersedia selepas tarawih. Kamu bisa menikmati jagung dan tempe bakar bumbu yang maknyus!

Ada saja alasan mengapa menghabiskan bulan Ramadhan di kampung selalu jadi yang terutama. Rasa kekeluargaan yang sangat kental membuat rindu untuk menyambut bulan penuh rahmat tahun depan lagi di kampung. Bagi kalian yang mempunyai banyak sanak keluarga di kampung halaman pasti merasakan hal yang sama. Tidak ada yang lebih berarti dari berkumpul bersama keluarga besar di bulan yang suci ini.

via sinarharian.com.my
via sinarharian.com.my

Meski begitu, kamu yang belum bisa berkumpul bersama keluarga besar jangan berkecil hati, ya! Kamu masih bisa merasakan buka puasa bersama keluarga kecilmu di rumah atau ajak mereka untuk berbuka puasa di masjid. Kamu juga bisa mengadakan buka puasa bersama anak yatim dan teman-temanmu. Jangan sia-siakan waktu kamu di bulan penuh kemuliaan ini, raih keberkahan, dan insya Allah kamu akan bertemu bulan Ramadhan di tahun depan bersama keluarga tersayang. Tetap semangat puasa, ya!

 

Komentar:

Komentar