Belajar Dari Skandinavia: 5 Alasan Mengapa Penduduknya Punya Tingkat Kebahagiaan Tertinggi Di Dunia

Ternyata banyak yang bisa dipelajari dari Skandinavia

via thrillist.com

Kira-kira kalau kamu mesti membayangkan, kehidupan yang bahagia itu kayak gimana sih? Mungkin agak sulit membayangkannya. Tapi kenyataannya, gambaran kehidupan penduduk yang bahagia itu sederhana banget: tengok saja kehidupan orang-orang yang tinggal di wilayah Skandinavia. Alasannya?

Laporan Kebahagiaan Dunia PBB menempatkan Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Swedia di bagian atas daftar kesejahteraan penduduk dunia. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat yang sering dijadikan patokan malah berada di posisi 19 setelah turun peringkat dalam 10 tahun terakhir akibat menurunnya dukungan sosial dan korupsi. Hmm… kira-kira kenapa ya Skandinavia punya penduduk yang paling sejahtera? Ini dia 5 alasannya.

Terjaganya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sosial

via thrillist.com

Hal pertama yang orang Skandinavia sebut sebagai sumber kebahagiaan adalah dedikasi mereka untuk benar-benar menikmati hidup. Pemerintah negara Skandinavia menganggap jam kantor erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Jam kerja dan jatah cuti yang diizinkan pemerintah kepada masyarakatnya bisa dianggap tidak masuk akal oleh standar orang Indonesia.

Dikutip dari laman Thrillist, Konsul Jendral Denmark Dorte Riggelsen mengatakan, “Kami sangat produktif, tapi kami juga memiliki rasa hormat terhadap waktu luang Anda bersama keluarga. Anda bisa melihat orang-orang Denmark pergi bekerja di pagi hari dengan naik sepeda kemudian pulang menjelang sore untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Hal itu bisa membuat lingkungan lebih baik untuk anak-anak dan orang dewasa.”

Masyarakat Skandinavia rata-rata mendapatkan jatah cuti 25 hari per tahun. Mungkin karena waktu libur yang panjang, penduduk di sana cenderung melaksanakan kewajiban mereka di kantor dengan sangat serius.

Jika kamu mempunyai anak, kamu akan mendapatkan jatah cuti yang lebih panjang dan tetap mendapatkan bayaran

via thrillist.com

Keunggulan negara Skandinavia dalam menunjang kesejahteraan masyarakatnya mencakup cuti hamil dan cuti hak asuh ayah. Ini adalah kebijakan yang terkenal paling murah hati sedunia.

- Advertisement -

Di Islandia, ibu hamil mendapatkan jatah cuti selama 9 bulan, sedangkan sang suami mendapatkan jatah 3 bulan. Pemerintah di sana sangat mendukung kehidupan awal si buah hati dalam keluarga. Dan kerennya, gaji mereka tetap dibayar penuh meski berbulan-bulan mengambil cuti.

Sedangkan di Swedia, pasutri yang baru memiliki anak mendapatkan 480 hari cuti dengan menerima 80 persen dari gaji pokok mereka. Selain itu, ibu hamil mendapatkan latihan kelahiran gratis 60 hari sebelum melahirkan, mendapatkan pengurangan jam kerja hingga 25% sampai anaknya berusia delapan tahun, dan menerima tunjangan anak bulanan sampai usianya 16 tahun. Manfaat-manfaat ini juga tentunya berlaku bagi warga Swedia yang menganggur.

Masyarakat Skandinavia sangat senang melakukan kegiatan di luar rumah

via thrillist.com

Kawasan Skandinavia benar-benar dipenuhi panorama alam yang memukau, seperti Fjord di Norwegia, Lapland di Swedia, Blue Lagoon di Islandia (foto di atas), dan The Northern Lights. Cuaca dingin yang ekstrem bahkan gak membuat masyarakatnya jadi malas untuk menikmati keindahan panorama Skandinavia.

Anak-anak kecil diajarkan bahwa tidak ada cuaca buruk di sana, melainkan pakaian buruklah yang menyebabkan seseorang merasa kedinginan. Masyarakat Sandinavia pun lebih terbiasa berjalan kaki ketimbang berkendara, karena mereka menyukai keindahan alam di negeri mereka sendiri. Orang-orang Finlandia bahkan menyukai jalan kaki atau hiking di musim dingin, guys. Sebagian besar dari mereka gak segan untuk berjalan jauh, berlari, atau bersepeda di gunung. Pokoknya kehidupan sosial di sana seakan didesain supaya masyarakatnya tidak diam di rumah. Mereka melakukan berbagai kegiatan menyehatkan tanpa harus pergi ke pusat kebugaran.

Orang Skandinavia menjalani hidup tanpa takut jatuh miskin karena kebutuhan dasar mereka sudah ditanggung

via thrillist.com

Mungkin fakta-fakta berikut ini bakal bikin kamu terkejut. Tapi inilah mengapa orang-orang betah tinggal di negeri dengan program sosial yang sangat dermawan seperti Skandinavia.

Tarif pajak di Skandinavia yang tinggi sangat membantu mendanai serangkaian program kesejahteraan yang mencakup banyak aspek kehidupan. Sekolah gratis, biaya pengobatan gratis, bahkan fasilitas penitipan anak pun gratis pula. Di Swedia, semua orang mengenyam pendidikan. Oleh karena itu pengobatan medis tidak perlu mahal karena perawatan dan pencegahan dimulai sejak dini (melalui pendidikan dan jaminan sosial lainnya). Begitu pun halnya dengan negara Skandinavia lain.

Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat biaya kuliah bisa mencapai lebih dari $20.000 (Rp276 juta) setahun. Biaya rata-rata asuransi kesehatan lebih dari $10.000 (Rp138 juta) per tahun. Sedangkan di Swedia, perawatan kesehatan (termasuk gigi) pada dasarnya gratis sampai penduduk berusia 20 tahun. Setelah itu, jika tagihan tahunan melebihi sekitar $130 (Rp1,8 juta), perlindungan biaya tinggi akan menutupinya dan itu juga mencakup sisa tagihan di sepanjang tahun.

Masyarakat Skandinavia saling percaya satu sama lain, saling membina hubungan sosial di antara mereka, dan pandai bersyukur

via thrillist.com

Masyarakat Skandinavia mengatakan bahwa kehidupan sosial mereka berkembang karena komunitas yang kuat. Hal itu terjalin dari sikap mereka yang bertanggung jawab terhadap sesama penduduk, juga saling peduli terhadap keselamatan dan kesehatan setiap orang.

Untuk membentuk komunitas yang kuat, orang Skandinavia biasa menikmati waktu luang mereka bersama-sama. Setiap negara melakukannya sedikit berbeda. Contohnya di Denmark ada hygge atau melakukan kesenangan bersama untuk memperkuat hubungan. Orang Swedia memiliki fika yang berarti “kopi”. Fika ini bentuknya seperti obrolan pencair suasana ketika orang-orang sedang menikmati waktu luang mereka bersamaan.

Kalau ada seseorang yang menjalani pola hidup yang tidak sehat, kelebihan berat badan, meminum alkohol, dan merokok, orang tersebut bakal diperingatkan oleh orang-orang terdekatnya atau bahkan orang asing. Orang Norwegia lebih memilih tidak terlihat menonjol di antara yang lainnya. Mereka tidak suka membual tentang prestasi, jabatan, atau penghargaan yang pernah mereka dapatkan.

Para psikolog setuju bahwa merasa bersyukur sangat penting dalam menjaga kebahagiaan, dan ini adalah sesuatu yang orang Skandinavia miliki. Menghargai kehidupan dan manfaat di dalamnya hampir merupakan aturan dasar budaya, didukung oleh gerakan kolektif untuk mempertahankannya.

Sekarang kamu sudah tau ‘kan kenapa orang-orang Skandinavia hidup dengan bahagia? Alangkah indahnya kalau Indonesia juga bisa seperti itu, ya? Tapi meskipun sulit menerapkan sistem seperti di atas, setidaknya ada pelajaran yang diambil tentang bagaimana orang Skandinavia menikmati dan mensyukuri kehidupan ini, guys.

- Advertisement -
Shares 29

Komentar:

Komentar