3 Alasan Kenapa Kamu Harus Kurangi ‘Pencitraan’ di Medsos Sekarang Juga


Pencitraan di medsos udah bukan hal yang baru lagi telinga kita. Hampir tiap detik tiap menit, ada aja orang yang sibuk posting sana sini di medsos demi sebuah anggapan dan pencitraan. Sebelum posting foto, wajah diedit secantik mungkin, lingkungan dibikin semewah mungkin, gaya diasikin supaya dianggap gaul dan lain sebagainya. Itu semua dilakukan demi gengsi pribadi dan sederet tujuan kurang mulia lainnya.

Tapi tau nggak sih, ternyata pencitraan di media sosial bisa berdampak buruk bagi kesehatan jiwa kamu lho. Jadi kalau kamu termasuk orang yang hobi posting demi tujuan pencitraan, mending distop mulai sekarang deh. Kenapa? Karena kamu bisa terkena 3 ancaman ini, guys!

1. Terkena amnestia digital

yellowcabin-posting-konten-media-sosial-featured-973×547

Survei membuktikan, hampir 80% pengguna media sosial yang sering menipu banyak orang lewat postingannya alias pencitraan mengalami amnestia digital. Amnestia digital merupakan sindrom kejiwaan dimana orang tersebut akan terseret ke dalam dunia maya tanpa bisa melepaskannya dan kembali ke dunia nyata. Ia akan memiliki harapan dan impian palsu yang hanya bisa terwujud di dunia maya, sedangkan urusan hidupnya di dunia nyata menjadi kacau lantaran udah terjerumus ke dunia maya. Ia lebih percaya dunia maya ketimbang dunia nyata. Serem kan?

2. Krisis kepercayaan diri

kurangpd

Orang yang hobi pencitraan juga bisa terkena krisis kepercayaan diri karena apa yang ia tampakkan di dunia maya adalah tipuan semu. Ia tidak percaya dengan dirinya sendiri serta suka membandingkan tubuh dan hidupnya dengan orang lain. Alhasil, hidupnya di dunia nyata menjadi tidak menyenangkan lantaran kurang percaya diri yang ia rasakan.

3. Depresi dan stress

stress-620x350_620x350_81486635151

Masih lanjutan dari krisis percaya diri, pencitraan juga bisa membuat depresi yang berujung stress. Saat ekspektasi nggak sesuai dengan realita, banyak orang yang kurang bisa menerima dan akhirnya stress yang dirasa.

 

So, mulai sekarang belajar jujur yuk. Hentikan pencitraan di dunia maya dan mulailah hidup sebenarnya dengan bahagia.

 

 

Komentar:

Komentar