10 Game Rekomendasi Buat Kamu yang Pengen Mengenang Masa Kejayaan PS1 Dulu


:

Waktu emang berjalan tanpa terasa, ya. Tahun 2017 aja PS4, yang merupakan konsol generasi teranyar, genap berusia empat tahun terhitung semenjak pertama kali dirilis.

Tapi, mari kita mundur sejauh 20 tahun lebih ke belakang, tepatnya sekitar tahun 1994-1995. Karena apa? Karena di tahun itulah “buyut” dari PS4 pertama kali lahir.

Yup, tahun 1994 merupakan tonggak kelahiran Playstation 1 di Jepang. Dan setahun berselang, barulah konsol gacoan Sony ini merambah ke negara-negara barat.

Sekarang, apa kamu masih ingat game-game keren PS1 yang pernah menemani waktu luang kamu dulu? Untuk membantu kamu mengingat kembali, kita telusuri aja daftar game legendaris PS1 bareng-bareng.

1. Tenchu: Stealth Assassins

1895032-tenchu_chars
via giantbomb.com

Saya masih ingat waktu pertama kali memainkan game ini. Bukannya mengendap-endap dengan lincah layaknya ninja sejati, saya malah membuat Rikimaru atau Ayame diam tak bergerak selama beberapa menit lamanya.

Bukan tanpa alasan, itu karena saya takut ketahuan musuh. Saking takutnya sampai-sampai yang bisa saya lakukan cuma menatap layar televisi sembari menyeka keringat dingin yang mengucuri dahi. Hehehe, maklumlah saya masih kecil waktu itu.

Tapi saat saya udah tahu apa yang harus saya lakukan, game ini ternyata asyik, lho. Melalui Tenchu pula saya bisa merasakan seolah-olah saya adalah ninja sungguhan. Yah, walaupun Rikimaru dan Ayame berakhir menjadi ninja yang payah di tangan saya.


2. Crash Bandicoot 3: Warped

playstation-35188-21316297213
via theisozone.com

Kalau Sega punya Sonic, dan Nintendo punya Mario, dulu Sony juga punya maskot yang nggak kalah uniknya: Crash. Dan dari banyak game yang ditelurkan Sony dalam seri Crash Bandicoot, saya ngerasa game ketiganya yang paling menarik buat dimainkan.

Entah kenapa, ya? Karena pikiran anak kecil saya dulu ngerasa game ini yang paling modern dari semua pendahulunya barangkali? Hahaha.

Gameplaynya sendiri sederhana. Kita sebagai pemain cuma ditugaskan untuk melewati rintangan di setiap stage, sembari menemukan “garis finis” yang berupa pusaran energi. Oh ya, kita juga mesti mengumpulkan banyak apel (?) yang berfungsi menambah nyawa Crash dan juga kristal untuk bisa lanjut ke tahap boss battle.

Yup, cuma itu. Tapi nyatanya game ini bisa membuat saya terduduk berjam-jam untuk menamatkannya!

3. Resident Evil 2

Resident-Evil-2
via candidslice.com

Resident Evil mengenalkan banyak gamers di seluruh dunia kala itu kepada dunia survival horror. Tapi, Resident Evil 2 membawa survival horror ke tingkatan yang lebih tinggi lagi dari apa yang dilakukan game pendahulunya.

Bukan cuma menghilangkan intro dan ending live action seperti yang ada di RE pertama, RE 2 juga menambah kompleksitas cerita: kompleksitas yang sayangnya cuma bisa dimengerti sama orang dewasa, tapinya.

 

Waktu kecil dulu, kalau main Resident Evil yang saya peduliin cuma berusaha kabur dari zombi yang nyeremin, nembakin zombi, terus panik setelah peluru habis. Udah itu aja.

4. Harvest Moon: Back to Nature

kappa2
via ian-multimedia.blogspot.com

Inilah game yang membuat banyak bocah membuang waktu di kehidupan nyata demi membangun lahan pertanian dan peternakan yang makmur.

Saya sendiri emang ketagihan main game ini dulu. Dan saya nggak bisa menyembunyikan rasa bangga ketika melihat kandang hewan dan rumah udah ter-upgrade jadi lebih besar; jumlah ayam dan sapi mencapai batas maksimal; menikah dengan salah satu perempuan di desa setelah ngasih bunga ribuan kali; menemukan rahasia-rahasia dalam game (walaupun dibantu buku panduan di majalah); dan akhirnya nggak diusir dari kota setelah tiga tahun permainan berjalan.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi setelah saya udah dewasa gini, apa serunya sih game ini? Untuk apa saya rela ngebuang banyak waktu buat ngurusin sapi virtual, lalu mengajak bicara penduduk kota yang bakal ngasih jawaban serupa setiap kali ditanya?

Jadi penasaran. Mungkin saya bisa nemuin jawabannya jika suatu hari nanti saya coba mainin lagi game ini.

5. Bishi Bashi

hqdefault
via youtube.com

Nggak perlu penjabaran panjang lebar, ini game perusak stik! Sampai sekarang saya nggak bisa ngerti kenapa dulu banyak yang suka memainkannya.

6. Dino Crisis 1 & 2

MiTwKGZmmQN7drxXetLTWU
via pcgamer.com

Habis zombi, terbitlah dinosaurus. Ya, meskipun game survival horror dari Capcom lebih identik sama zombi, nyatanya dinosaurus pun bisa jadi ancaman yang mengerikan (sekaligus bikin panik). Hal itu dibuktikan sama Dino Crisis.

Dan momen paling mengesalkan dari game ini adalah: saat harus berhadapan dengan T-Rex.

7. Winning Eleven

11875525_519891491503638_267966299_n
via imgrum.com

Kamu yang hobi main game sepak bola mungkin lebih mengenal nama Pro Evolution Soccer atau PES sekarang. Tapi apa kamu masih ingat, di sudut-sudut rental dulu, ada bocah-bocah dan kakak-kakak, bahkan om-om, yang memainkan game legendaris bernama Winning Eleven?

Well, WE dan PES masih itu-itu juga sih sebenarnya.

Coba deh sesekali kamu mainin game ini sekarang. Pasti kamu bakal ngerasa aneh ngeliat grafik dan pergerakan pemainnya. Tapi ya, siapa tahu kamu kangen nempatin Roberto Carlos jadi striker.

8. Metal Gear Solid

images
via popoptiq.com

Pertama kali saya mengenal game ini adalah ketika kakak saya membawa pulang CD bajakannya. Saat itu saya adalah bocah ingusan (serius, waktu itu saya emang lagi flu). Lalu tanpa buang banyak waktu, kakak saya pun langsung memainkan game ini sembari ditemani saya yang ikut menonton di sampingnya.

Kesan pertama saat melihat game ini: keren! Saya langsung berpikir besok saya harus coba memainkannya.

Tapi hasilnya? Saya nggak ngerti apa yang harus saya lakukan, sekalipun permainan baru dimulai beberapa menit. Metal Gear Solid emang terlalu rumit bagi seorang bocah yang bahkan belum ngerti tentang konsep uang.

Waktu bergulir, dan sekarang sepertinya saya harus berterima kasih pada kakak saya yang dulu mengenalkan saya pada MGS. Baru pada saat saya beranjak remaja, saya bisa paham betul pengalaman bermain yang ditawarkan serial game ini. Seri MGS emang patut dilabeli salah satu seri video games terbaik sepanjang masa.

9. WWF Smackdown

maxresdefault
via youtube.com

Ada lima alasan kenapa bocah-bocah saat itu menaruh keping CD Smakdown di konsol PS 1.

Pertama, karena pengaruh tayangan TV. Kedua, mereka emang kecanduan sama game banting-membanting ini. Ketiga, karena pingin memainkan The Rock. Keempat, karena pingin liat gambar-gambar seksi. Kelima, karena perpaduan dari empat alasan sebelumnya.

Mungkin game ini sebenarnya salah satu faktor kenapa anak-anak bisa dengan cepat masuk ke fase pubertas.

10. Medal of Honor

MedalOfHonor_PSX_12
via superadventuresingaming.blogspot.com

Sebelum Call of Duty menebarkan pesonanya, sebetulnya Medal of Honor udah lebih dulu memberi kita sajian ciamik bertemakan perang.

“Perang”nya sendiri sih terkesan agak kurang realistis. Meskipun tajuknya PD II, tapi kamu mesti beraksi sendirian dalam menyusup ke markas musuh. Nggak ada teman sama sekali yang akan membantu, seingat saya.

Tapi jangan salah, Medal of Honor udah terliat keren kok pada masanya. Bahkan kalau pihak pengembang masih mempertahankan setting perang zaman dulu di game terbarunya, bukan nggak mungkin seri ini mampu menggoyang kedigdayaan CoD.

Itu cerita saya soal game-game PS1 dulu. Kalau cerita kamu gimana?

Komentar:

Komentar