Pengen Tahu Kalau Kamu Ini Buta Warna, Normal, Atau Bahkan Spesial? Cari Tahu Disini


Setelah beraktivitas seharian saatnya bersantai menikmati pemandangan malam ditemani secangkir minuman hangat bikinan orang tercinta. Nah, ketika kamu menengadahkan kepala memandang langit di malam hari, apa yang kamu lihat? Sekedar gelap berbintang dan ditemani sepercik sinar rembulan? Atau mungkin berubah warna menjadi biru, violet, atau bahkan agak kehijau-hijauan?

Emang opsi yang kedua beneran ada? Yup, artis asal California, Concetta Antico melihat suasana malam hari tidak seperti manusia pada umumnya. Dia bahkan dapat mengenali cahaya yang mengelilingi bintang. Sedangkan bulan dikelilingi oleh warna pelangi. Bagi Antico, langit malam itu hidup dan berwarna.

Lukisan Antico via concettaantico.com

Kok bisa ya Antico melihat langit malam yang gelap menjadi warna-warni seperti itu? Jawabnya ada di ujung langit Jawabnya terletak di gennya. Dia sudah dites dan positif mempunyai gen tetrakromatik, yang artinya dia mempunyai 4 sel kerucut di matanya.

Apakah gen tetrakromatik selangka itu? Jay Neitz menjelaskan bahwa mayoritas manusia adalah trikromatik, dimana kita memiliki 3 sel kerucut di mata kita. Hal ini menyebabkan kita bisa melihat warna merah, hijau, dan biru (Red, Green, Blue, warna dasar atau dikenal sebagai RGB).

Selain trikromatik dan tetrakromatik ada juga yang dinamakan dikromatik, hampir semua manusia yang mempunyai gen dikromatik adalah buta warna, yang artinya mereka hanya mempunyai 2 sel kerucut di mata mereka. Emang selisih satu sel kerucut berpengaruhnya dimana?

Coba lihat foto dibawah ini.

Foto asli tanpa editan via prometheus.med.utah.edu

Kalau kamu trikromatik (seperti kebanyakan manusia) kamu akan melihat dengan jelas kaos merah dan orange.

Sekarang coba bandingkan dengan foto dibawah ini.

Sudut pandan dikromatik via prometheus.med.utah.edu

Nah, dengan foto yang sama akan terlihat berbeda bagi orang yang buta warna, pada protanope, mata kekurangan sel kerucut merah. Sedangkan pada deuteranope, mata kekurangan sel kerucut hijau.

Nah coba bayangkan foto tersebut dilihat oleh si tetrakromatik, apa saja warna yang dia tangkap dari foto tersebut? Bisa dibilang trikromatik juga buta warna bila dibandingkan dengan tetrakromatik, karena manusia normal (trikromatik) bisa melihat sampai 10 juta warna, sedangkan tetrakromatik bisa melihat sampai 100 juta warna. Woah!

Contohnya warna kulit manusia, Antico menjelaskan bahwa dia tidak melihat warna kulit sebagai satu warna, melainkan terdiri dari beberapa warna.

Lukisan Antico via concettaantico.com

Antico mengklaim bahwa dia bisa tahu ketika seseorang sakit hanya dengan penglihatannya. Kulitnya memudar menjadi lebih pucat, terkadang bisa berubah menjadi abu-abu kekuningan untuk orang Kaukasus. Dia juga mengatakan kalau orang yang tersipu atau demam wajahnya akan berubah menjadi lebih cerah.

Kimberly Jameson, peneliti dari University of California yang mempelajari Antico, menulis hasil penelitiannya bahwa tetrakromatik pada manusia akan dapat sangat menguntungkan, mengingat persepsi mengenai warna dapat membuat manusia lebih mudah dalam mendeteksi penyakit.

Hal ini ditunjukkan pada hasil penelitian Jameson yang mengungkapkan bahwa diagnosis yang diungkapkan oleh mereka yang tetrakromatik berbeda dengan mereka yang trikromatik. Hal ini bisa disebabkan karena ketidakmampuan trikromatik dalam melihat warna seperti halnya tetrakromatik.

Lukisan Antico via concettaantico.com

Mempunyai penglihatan super tidak selalu menguntungkan bagi Antico, dia mengungkapkan bahwa ketika masuk ke minimarket, supermarket atau mall semuanya terlihat begitu polos dan datar. Tidak ada permainan warna ataupun mozaik di sekelilingnya.

Hal ini berbeda ketika dia melihat bunga, dia mengungkapkan bahwa pada bunga mawar merah muda banyak warna tersembunyi dalam kelopak mereka, seperti warna biru, hijau, violet, dan kuning. Tidak hanya merah muda.

Lukisan Antico via concettaantico.com

Dia mengaku sangat bersyukur mempunyai penglihatan seperti itu,

“Saya tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya tidak dapat melihat keindahan dunia seperti apa yang saya lihat saat ini, hal ini menginspirasiku dan seniku setiap hari.”

Kalau kamu mau melihat seperti apa karya Antico ini ada beberapa.

Lukisan Antico via concettaantico.com

 

Lukisan Antico via concettaantico.com

 

Lukisan Antico via concettaantico.com

 

Lukisan Antico via concettaantico.com

Kalau ingin melihat karya Antico yang lain kamu bisa langsung aja kesini. Oh iya, jadi menurutmu kamu termasuk yang mana? Dikromatik, trikromatik, atau tetrakromatik? Tulis di kolom komentar ya.

Sumber : Upvoted

Komentar:

Komentar