Lewat Kolaborasi Bersama Steve Aoki, BTS Buktikan Musisi Asia Mampu Gebrak Pasar Musik Amerika

Wah... Luar biasa, ya...

Siapa yang tak kenal BTS? Boyband asuhan BigHit Entertaintment yang digawangi 7 pemuda tampan ini tengah naik daun karena musiknya yang mampu mendobrak pasar Amerika.

Bisa dibilang, kesuksesan BTS merupakan momentum besar karena mereka bukan berasal dari agensi besar dan terkenal seperti YG dan SM Entertainment. Meski begitu, CEO dan Produser Eksekutif BigHit, Bang Shi Hyuk, memiliki cara unik untuk memperkenalkan anak-anak mereka yaitu dengan menggunakan kekuatan media sosial.

BTS, yang terdiri dari personilnya yang bernama RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook, dikenal sebagai salah satu boyband asal Korea Selatan yang sepenuhnya menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan para penggemarnya, bukan hanya melalui vlog seperti Bangtan Bomb saja, BTS juga kerap update di V Live, fan cafe, Weibo, Twitter, dan Instagram yang dapat diakses fans dengan mudah.

Lantas, seperti apa kesuksesan musisi Asia yang dijuluki Bangtan Boys dan Beyond The Scene ini di pasar musik Amerika?

Dari boyband yang struggle saat mulai debut hingga akhirnya mencapai Billboard

bts-bbmas-top-social-artist-2017-a-billboard-1548
BTS – Top Social Artist 2017 via billboard.com

Pada awalnya, karena BigHit merupakan company yang kecil, BTS mengalami kesulitan saat mulai debut empat tahun yang lalu, namun mereka terus berusaha hingga akhirnya, dua tahun kemudian pada tahun 2015 mereka mulai diakui dengan lagu mereka yang berjudul  I Need U. Prestasi mereka lanjut berdatangan setelah itu dan akhirnya mereka mendapat Daesang di tahun 2016 di MAMA. Setelah itu, pada tahun 2017, yang menjadikan mereka lebih dikenal lagi secara internasional adalah ketika mereka berhasil mendapatkan Top Social Artist di Billboard Music Award 2017, mengalahkan Justin Bieber, Selena Gomez, dan Shawn Mendes. Hal ini disebabkan karena kekuatan fandomnya yang bernama ARMYs yang sangat aktif.

Selama ini, para penikmat musik asal Amerika kerap memandang sebelah mata boyband asal Asia dan K-Pop. Menurut mereka, bintang K-Pop hanyalah orang-orang yang tampil dengan makeup tebal dan wajah penuh polesan. Namun, kehadiran BTS mampu mengubah persepsi ini.

Ternyata, lagu-lagu dan album mereka berhasil menduduki peringkat di Billboard, salah satu contoh terbarunya adalah album Love Yourself: Her mereka dan lagu DNA yang berhasil masuk Billboard Hot 100 dan berjaya selama beberapa minggu. Bahkan, Harry Styles dan Niall Horan pun tak dapat menandinginya.

Setelah Billboard, BTS mendapat tawaran kolaborasi dengan banyak musisi dari Barat, khususnya dari Amerika. Hal ini dibuktikan dalam salah satu lagu di album Love Yourself: Her yang berjudul Best of Me yang merupakan hasil kolaborasi dengan The Chainsmokers.

BTS-amas-arrivals-2017-billboard-1548
BTS – American Music Awards 2017 via billboard.com

Tidak berhenti di situ, BTS juga telah pentas di American Music Award (AMAs) dan telah merekam episode di beberapa talk show terkenal di Amerika Serikat yaitu Jimmy Kimmel Live, Late Late Show with James Corden, dan The Ellen Show. Masih ada lagi, akhir ini mereka juga telah terdaftar pada Guiness World Record 2018 karena statistik membuktikan bahwa mereka berhasil mendapatkan Twitter engagement tertinggi di dunia setelah AMAs.

Setelah sukses debut di Amerika, banyak yang bertanya kapan mereka rilis lagu dalam berbahasa Inggris. Namun, para fans tahu BTS terkenal sangat bangga pada negaranya maka mereka tentunya akan tetap setia menggunakan Bahasa Korea pada lagu-lagunya. Hal ini berhubungan dengan poin berikutnya…

Bukan boyband biasa: Membuat lagu hits yang memiliki lirik dan video yang penuh makna

via soompi.com

BTS dikenal dengan musiknya yang menunjukan semangat anak muda yang membara. Tapi, dibalik lagu-lagu dan music video mereka yang hits dan catchy, ternyata terdapat makna yang mendalam. Lewat lagunya, BTS ingin menyampaikan pesan mengenai isu sosial yang kerap terjadi di dunia.

Beberapa lagu yang menunjukan hal tersebut adalah N.O yang menyinggung budaya pendidikan yang amat ketat di Korea Selatan, Blood, Sweat, Tears yang menggambarkan candunya rasa cinta yang cenderung obsesif, Change yang dilantunkan RM ingin mengangkat isu kekerasan dan pelecehan online, tingkat bunuh diri yang tinggi, serta hirarki kaku yang ada di Korea Selatan, lagu The Last karya Agust D (nama lain dari member BTS yang bernama Suga) mengangkat isu tentang penyakit mental yaitu depresi, lagu Go Go yang mengangkat tentang budaya materialistis, lagu 21st Century Girl yang mengangkat isu tentang female empowerment, dan masih banyak lainnya.

Selain pesan mendalam yang ada dalam lirik lagu mereka, music video mereka juga mengandung makna mendalam karena berat akan simbolisme yang menyebabkan banyak sekali teori yang bermunculan.

Sekadar fakta tambahan, semua members BTS itu sangat terlibat pada pembuatan lagu-lagu mereka, maka sangat terlihat jelas betapa personal lagu-lagu mereka tersebut. Selain itu, karena mereka juga mengetahui akan kekuatan mereka di media sosial serta kepedulian mereka akan isu-isu sosial, mereka bekerjasama dengan UNICEF dan mempromosikan kampanye untuk melawan kekerasan. Patut diacungi jempol, ya.

Gebrakan proyek terbaru mereka bersama DJ Steve Aoki

DPRUfKeUQAAN2WL
@BTS_twt and @steveaoki via twitter.com/steveaoki

Yup, lagu-lagu BTS ternyata juga menarik perhatian musisi EDM ternama Steve Aoki. Salah satu lagu dalam album Love Yourself: Her diaransemen ulang oleh Steve Aoki. Lagu berjudul Mic Drop ini menjadi makin unik dan mempesona dan, kerennya, hanya sehari setelah rilis telah mencapai No.1 di iTunes AS beserta puluhan negara lainnya.

Pesan yang ada di lagu Mic Drop mengingatkan para pendengar untuk terus mengembangkan kemampuan mereka tanpa peduli olokan haters.

Simak videonya di bawah ini!

Selain versi music video di atas, ada versi kedua yang featuring rapper AS terkenal bernama Desiigner:

Lagu ini telah dimainkan di banyak stasiun radio di Amerika, lho!

Selamat BTS! Semoga musisi Asia lainnya bisa segera menyusul dan menggebrak pasar Amerika dengan musiknya.

Komentar:

Komentar