Memuakkan! Ternyata Jaman Dulu Perbudakan Juga Ada Iklannya!

Gila gila gila

:

Perbudakan menjadi bagian dari sejarah yang mau tidak mau harus kita terima, terlebih ketika penjajahan masih merajalela. Bahkan tidak jarang perbudakan yang terjadi seringkali melibatkan negara-negara lain juga.

Meski sekarang semua negara melarang perbudakan dan kegiatan sejenisnya, mirisnya praktik tersebut masih dapat kita temui dalam bentuk yang berbeda. Seperti apa? Silahkan menerka-nerka sendiri.

Budaya perbudakan ini bahkan banyak diangkat ke beberapa media seperti film sampai manga. Salah satu contohnya adalah animanga One Piece karya Eiichiro Oda. Kamu tentu masih ingat tentang cerita di Pulau Sabaody yang menceritakan tentang penjualan manusia berbagai ras, mulai dari raksasa sampai manusia ikan. Bahkan teman Luffy juga termasuk salah satu korbannya.

via onepiece.wikia.com

Nah, sekarang kita coba kembali lagi ke antara abad ke-18 dan abad ke-19 dimana perbudakan masih jamak dilakukan di salah satu negara adikuasa, yaitu Amerika Serikat. Di negara tersebut, bahkan perbudakan sampai dibikinkan posternya, lho.

Penasaran seperti apa poster kegiatan jahiliyah tersebut? Ini dia.

via boredpanda.com

Duh, bahkan pemerintah dan polisinya sendiri yang jadi ‘aktor utama’.


via boredpanda.com

Hina banget. Kebayang nggak sih gimana nasib keluarga mereka yang dijual itu?

via boredpanda.com

Benar-benar tidak bermoral! Hanya karena kulit berbeda, mereka berhak jadi budak, gitu?

via boredpanda.com

Bahkan sampai masuk iklan surat kabar. Ugh!

via boredpanda.com

TOOLS? Seriously? Mereka dianggap alat! Bukan manusia! Gila!

via boredpanda.com

Ada lelangnya segala coba, aduh.

via boredpanda.com

Mereka pergi ke Afrika, mengganggu penduduk asli sana, dan dibawa ke Amerika untuk dijual. Jahanam sekali.

Sebenarnya masih banyak, tapi karena semakin ke bawah kok semakin bikin emosi, jadi mending di stop dulu sampai poster di atas, ya. Kalau ingin melihat poster-poster yang lain, mending langsung ke sini aja, deh.

Apakah menurutmu jaman sekarang lebih baik, atau sebenarnya sampai sekarang masih ada perbudakan yang tak tampak dan samar?

 

Komentar:

Komentar