Apa Sebabnya Kita Sering Kali Langsung Mengisap Jari yang Baru Saja Terluka? Yuk Kita Cari Tahu

Ternyata begini nih penjelasan ilmiahnya.

462516_v1
via cracked.com

Apa kamu pernah ngalamin jari kamu terluka pas lagi ngiris sayur di dapur? Atau gak sengaja terhantam palu ketika memasang paku di dinding? Kalau pernah, apa respon pertama yang kamu lakukan setelah jari kamu terluka?

Kebanyakan orang, termasuk kamu, pasti langsung masukin jari ke mulut buat meredakan rasa sakit, kan?

Nah, ternyata memasukkan jari yang terluka ke dalam mulut bukan hanya sekadar perilaku naluriah untuk menenangkan diri aja. Cara tersebut juga efektif meredakan sinyal rasa sakit yang dikirim ke otak untuk sementara waktu.

Tapi kamu mungkin masih penasaran, bagaimana dan kenapa cara tersebut ampuh dalam penanganan pertama untuk jari yang terluka? Buat memahami hal ini, kamu mesti tau teori tentang bagaimana rasa sakit terhubung di dalam tubuh kita.

The Gate Control Theory of Pain (Teori Gerbang Rasa Sakit)

via neuropathytreatmentgroup.com

Pada abad ke-17, seorang filsuf dan ilmuwan asal Perancis bernama René Descartes, mengemukakan di dalam tubuh kita ada reseptor rasa sakit yang “membunyikan bel di otak” ketika bagian tubuh kita ada yang terluka.

Tetapi, dilansir dari laman mentalfloss.com, professor Neurobiology dari Universitas New York, bernama Lorne Mendell mengatakan belum ada penelitian yang secara efektif berhasil mengidentifikasi letak saraf di tubuh kita yang hanya merespon terhadap rangsangan rasa sakit.

Prof. Mendell melanjutkan, kita bisa mengaktifkan beberapa serat saraf tertentu di tubuh kita yang bisa menyebabkan rasa sakit. Namun dalam kondisi lain, serat saraf yang sama juga bisa membawa sensasi yang berbeda, tidak hanya rasa sakit saja.

Pada tahun 1965, dua orang ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology, Patrick Wall dan Donald Melzack mengemukakan sebuah teori yang bernama Gate Control Theory of Pain (Teori Pintu Gerbang). Dari teori tersebut Mendell menjelaskan bahwa rasa sakit adalah tentang keseimbangan rangsangan pada serat-serat saraf yang berbeda jenisnya.

“Gagasannya yaitu serat-serat saraf tertentu yang meningkatkan input (rasa sakit) adalah pembuka gerbang, sedangkan saraf yang mengurangi input adalah penutup gerbang. Jadi, di sepanjang pintu masuk tulang belakang anda ada semacam “kontrol gerbang” yang kalau dibuka menghasilkan rasa sakit, kalau ditutup meredakan rasa sakit” kata Mendell.

sbscomau
via sbs.com.au

Teori ini semakin lengkap ketika pada tahun 1996, seorang ahli neuro-psikologi bernama Edward Pearl menemukan bahwa sel di tubuh kita mengandung nociceptors, atau neuron yang menandakan adanya stimulus yang berpotensi merusak jaringan dan menyebabkan rasa nyeri.

Ada dua tipe serat saraf: besar dan kecil. Serat saraf yang besar membawa sinyal non-nociceptif (tidak ada rasa sakit), sedangkan serat saraf yang kecil membawa sinyal nociceptif (rasa sakit).

Sebuah penelitian dimana stimulasi listrik diterapkan pada saraf, mengungkap bahwa ketika listrik dinyalakan, serat saraf pertama yang terangsang adalah yang paling besar. Namun ketika arus listriknya dinaikkan, serat-serat saraf yang lebih kecil mulai merespon.

Mendell kemudian menerangkan “saat menerapkannya pada pasien dengan aliran listrik rendah, pasien akan merasakan rangsangan listrik tersebut tapi tidak akan terasa sakit. Tetapi saat intensitas rangsangannya ditingkatkan, anda akan mencapai batas dimana pasien akan berkata ‘ini menyakitkan'”.

Jadi kesimpulannya serat saraf yang besar adalah penutup gerbang (yang mengurangi rasa sakit) sedangkan serat saraf yang lebih kecil adalah pembuka gerbang (yang menyebabkan rasa sakit).

Cara Kerja Penanganan Luka dan Manfaatnya

difersiviedhealth.ca
via difersiviedhealth.ca

Balik lagi ke luka kamu, deh. Ketika kamu menghisap jari yang baru aja terjepit misalnya, atau mengelus-elus tulang kering yang baru terbentur, secara gak sadar kamu lagi menstimulasi serat-serat saraf besar kamu. Efeknya yaitu mengurangi sinyal ke serat-serat saraf yang lebih kecil supaya tidak aktif. “Pada dasarnya, dengan cara tersebut anda telah menutup ‘gerbang’, hal itu lah menyebabkan berkurangnya rasa sakit” kata prof. Mendell.

Konsep ini telah menciptakan “industri besar” dalam pengobatan rasa sakit dengan rangsangan aliran listrik rendah. Mendell mengatakan, dengan merangsang serat-serat saraf besar tersebut diharapkan akan menutup gerbang pada sinyal rasa sakit dari serat-serat saraf yang lebih kecil.

Nah, kira-kira begitulah kenapa respon pertama kebanyakan orang saat jarinya terluka adalah menghisapnya dengan mulut, dan tadi juga udah dijelasin bagaimana dan kenapa cara tersebut ampuh buat meredakan nyeri. Ternyata, perilaku naluriah kita ada alasan ilmiahnya, guys. Gak cuma sekedar tindakan spontan atau sekedar kebiasaan. Semoga bermanfaat, dan seperti biasa, jangan lupa share ya! 

14 Shares

Komentar:

Komentar