7 Tragedi Dalam Sepakbola yang Paling Mengerikan. Ketika Nyawa Manusia Hilang dengan Mudahnya


Sepak bola adalah salah satu olahraga yang paling populer di muka bumi ini. Nah, seharusnya sih sepak bola bisa menjadi penyatu dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun pada kenyataannya, banyak dari pertandingan-pertandingan tersebut yang malah memakan korban, mulai dari satuan hingga ratusan orang. Masih hangat di ingatan kita, ada salah satu supporter tim Persib Bandung yang meninggal karena rusuh sesama supporter.

Kerusuhan-kerusuhan tersebut terjadi karena banyak alasan. Dimulai dari kecelakaan, salah paham, berselisih pendapat, hingga alasan historis dari kedua klub yang dibela. Tak hanya di Indonesia, tragedi dalam sepak bola juga pernah terjadi di berbagai belahan dunia, lho. Ini dia daftar tragedi dari sepak bola yang terjadi di seluruh dunia. Semoga tidak terulang lagi ya, karena tak ada sepak bola yang seharga dengan nyawa manusia.

1. Tragedi Ibrox

via beritajatim.com

Terjadi pada tanggal 5 April 1902 di stadion Ibrox, Glasgow, Skotlandia, dimana timnas Skotlandia menjamu timnas Inggris. Tragedi terjadi pada menit ke 51 ketika tribun bagian selatan yang baru dibangun runtuh. Tribun yang menggunakan bahan dasar kayu ini runtuh akibat hujan deras yang terjadi pada malam sebelumnya. Para supporter yang berjatuhan dari ketinggian 12 meter mengalami luka-luka hingga meninggal dunia. Tercatat 25 orang meninggal dan 157 lainya cedera di tragedi ini.

2. Tragedi Burnden Park

via performgroup.com

Tepatnya pada tanggal 9 Maret 1946, sekitar 33 orang meninggal dunia dan 400 orang lainya cedera di tragedi Burnden Park ini. Hal ini terjadi ketika kesebelasan Bolton Wanderers melawan Stoke City. Supporter yang melebihi kapasitas merangsek masuk akibatnya tembok di bagian tribun selatan ambruk. Para suporter terjatuh dan saling menimpa satu sama lainya. Tragedi ini tercatat sebagai salah satu tragedi terburuk dalam sejarah sepak bola Inggris setelah tragedi Hillsborough.

3. Tragedi Heysel

via kepoan.com

Pada final Piala Eropa (sekarang menajdi Liga Champions) 1985 yang mempertemukan Liverpool melawan Juventus, tembok di stadion Heysel rubuh. Hal ini terjadi karena suppoter Liverpool yang berusaha menyerang supporter Juventus di tribun sebelahnya. Akibatnya, tembok yang rubuh menimpa para supporter. Tercatat sebanyak 39 orang meninggal dunia dan 600 lainya terluka. Korban yang jatuh kebanyakan adalah suporter Juventus. Akibat dari kejadian ini, klub-klub Inggris dilarang bertanding di semua ajang kompetisi UEFA hingga tahun 1990-1991.

4. Tragedi Orkney

via Gavin Barker/Gallo Images

Pertandingan persahabatan yang mempertemukan Kaizer Chiefs melawan Orlando Pirates pada 13 Januari 1991 silam berujung dengan malapetaka. Bencana terjadi ketika wasit menganggap sah gol yang dilakukan oleh tim Chiefs. Tak terima dengan keputusan tersebut, supporter Pirates mulai melakukan pelemparan kaleng minumnan dan buah-buahan ke arah supporter Chiefs. Para supporter Chiefs berusaha menghindar dan mencoba menerobos barisan polisi yang menjaga anatara tribun penonton dan lapangan. Hasilnya banyak supporter Chifs yang terinjak-injak dan tergeletak. Tercatat korban dalam tragedi ini adalah 42 orang.

5. Tragedi Kayseri Ataturk

via devastatingdisaster.com

Pertandingan antara Kayseri Erciyesspor melawan Sivasspor dalam lanjutan liga utama Turki yang disaksikan oleh 12.000 supporter dari kedua belah pihak berlangsung sangat keras. Hingga akhirnya terjadi keributan antar sesama pemain. Wasit mengganjar salah satu pemain Kayserispor dengan kartu merah setelah berdiskusi dengan official pertandingan. Akibatnya adu mulut hingga pelemparan batu antar suporter pun tak terelakan. Saat itu, suporter tim Sivas terdesak dan mencoba melarikan diri lewat lapangan.

Namun usahanya dihadang oleh petugas kepolisian. Suporter Sivas yang terdesak di pintu keluar panik tak terkontrol dan menabrak sesama suporter Sivas yang berada di luar pintu. Akibatnya banyak suporter Sivas yang terinjak-injak dan diperkirakan 44 nyawa melayang. Suporter Sivas yang berhasil keluar membalas dendam dengan membuat kerusuhan di sepanjang jalan kota Kayseri dan membakar mobil dengan plat nomor kota Kayseri di jalan tol yang menghubungkan kota Kayseri dan Sivas.

6. Tragedi Hillsborough

via mirror.co.ik

Tragedi ini tercatat sebagai tragedi terburuk dalam sejarah sepak bola Inggris. Tragedi ini terjadi ketika semifinal FA Cup yang mempertemukan antara Nottingham Forest melawan Liverpool di stadion Hillsborough. Membludaknya supporter Liverpool saat itu membuat stadion Hillsborough tak mampu menampung dan supporter pun saling berdesakan di dalam. Banyak yang berusaha keluar namun terhimpit oleh supporter yang berusaha masuk hingga banyak supporter yang meninggal akibat sesak napas dan terinjak-injak. Total tercatat 96 orang tewas dan 766 lainya luka-luka.

7. Tragedi stadion National.

via sportskeeda.com

Tragedi yang paling buruk dalam sejarah persepakbolaan di dunia ini terjadi pada tanggal 24 Mei 1964 ketika Timnas Peru berhadapan dengan timnas Argentina dalam kualifikasi Olimpiade. Tragedi in bermula ketika dianulirnya gol Peru di menit kedua oleh wasit. Tak puas dengan keputusan wasit, para suporter Peru melakukan kericuhan dan mulai berulah dengan menyalakan api dan merusak jendela stadion.

Polisi yang terdesak dengan banyaknya jumlah fans Peru menembakan gas air mata dan berharap mampu meredam kericuhan. Namun yang terjadi malah sebaliknya, suporter Peru semakin marah dan tak terkendali. Banyak suporter yang ingin menghindari kerusuhan dan ingin keluar, namun pintu stadion terkunci semua. Selanjutnya yang terjadi adalah kepanikan bercampur kemarahan suporter yang paling buruk dalam sejarah. Tercatat 318 orang meninggal dan 500 orang lainya luka-luka dalam kejadian berdarah ini.

Nah, gimana? Ngeri banget kan? Pada hakikatnya suporter adalah pemain ke 12 yang memberi semangat kepada para pemain di lapangan. Maka dari itu, sebaiknya kita pun harus melakukannya dengan cara yang positif dan beradu kreatifitas, bukannya dengan kekerasan, okey?!

247 Shares

Komentar:

Komentar