7 Standar Kecantikan yang Unik dari Berbagai Belahan Dunia Ini Ngebuktiin Kalau Cantik Itu Emang Relatif, Setuju Nggak?


Pernah denger ungkapan cantik itu relatif? Pasti pernah dong. Tapi mungkin gak semua orang tau maksud kata relatif di ungkapan tersebut. Relatif itu misalnya kayak gini, cewek yang dianggap cantik sama si A belum tentu dianggap cantik juga sama si B, atau si C, dan begitu pun sebaliknya. Jadi, yang dimaksud relatif itu sifatnya gak pasti dan bisa berubah. Malah yang pasti di sini menurut saya adalah si A, B, dan si C punya selera yang berbeda tentang wanita.

Kamu juga pasti punya selera atau standar kecantikan atau ketampanan kamu masing-masing kan? Biasanya standar yang dimiliki seseorang didapat dari pengalaman sehari-hari. Misalnya nih, kamu yang sehari-harinya mantengin drama korea pasti lebih masang standar cowok yang berkulit putih ala Song Joong Ki dibanding cowok berkulit sawo matang, hehe.

Nah, setiap budaya atau daerah juga punya standar kecantikan yang berbeda ternyata. Di antara perbedaan itu, ada 7 daerah yang punya standar kecantikan yang terbilang “unik” dan menjadi ciri khas mereka. Yuk kita liat, dan siapa tau di antara standar kecantikan ini ada yang cocok dengan selera kamu.

1. Monobrow, Tajikistan

zetaboardscom
via zetaboards.com

Monobrow atau unibrow, adalah kondisi dimana kedua alis nyambung membentuk garis sepanjang dahi. Masyarakat barat kebanyakan menganggap orang yang punya alis monobrow nggak menarik. Tapi mungkin gak cuma orang barat aja. Sebagian dari kamu pasti ada yang berpikiran sama, iya kan? Karena itu pula, pada umumnya seseorang yang punya alis yang sejajar dengan batang hidung bakal merasa risih dan kemudian mencukurnya.

Tapi di Tajikistan, wanita dan pria yang memiliki monobrow dianggap menarik lho. Bahkan para wanita yang gak punya gen alaminya sampai rela membuat monobrow sintesis dari tanaman Usma yang dioleskan pada dahi mereka supaya dianggap menarik oleh lawan jenisnya. Nah, kalau kamu termasuk orang yang punya monobrow, kamu bisa cari peruntungan di Tajikistan nih. Ya siapa tau aja dapet jodoh di sana, hehe.

2. Lip Plating, Suku Mursi di Ethiopia

pinterestcom
via pinterest.com

Masyarakat suku Mursi di Ethiopia punya tradisi unik yang disebut Lip Plating. Ritual tindik yang ekstrem ini biasa dilakoni perempuan suku Mursi sejak mereka mulai remaja.

Ritual dimulai dengan melubangi bibir menggunakan batang kayu berukuran kecil, lalu menyelipkannya pada lubang tersebut hingga lukanya sembuh. Seiring bertambahnya usia, tindikan pada bibir terus diganti menggunakan sesuatu yang lebih besar. Biasanya sih menggunakan piringan yang terbuat dari tanah liat. Sampai sekarang tradisi ini masih terus dipelihara.

Konon, semakin lebar piringan di bibir perempuan Mursi, semakin tinggi derajat sosialnya dan semakin mahal mahar yang harus diberikan lelaki calon suaminya. Wow, unik ya.

3. Leher yang Panjang, Suku Kayan di Myanmar

20060108_burma
via blaineharrington.photoshelter.com

Suku Kayan di Myanmar punya tradisi yang gak kalah uniknya juga lho, dimana para perempuan di suku itu mengenakan gelang-gelang kuningan pada leher mereka sejak masih belia. Jumlah gelang itu pun terus ditambah seiring usia, hingga membuat leher mereka nampak semakin panjang.

Sama seperti “lip plating”, tradisi yang satu ini sepertinya cukup menyakitkan. Tapi, orang-orang Kayan beranggapan leher yang panjang merupakan simbol kecantikan bagi perempuan. Karena itu lah tradisi ini masih dipertahankan.

Sedikit info aja, sebenernya leher perempuan suku Kayan yang pakai gelang itu gak bener-bener nambah panjang, melainkan bikin bahu mereka kedorong ke bawah. Hasilnya jadi menciptakan semacam ilusi optik gitu ke leher mereka yang jadi terlihat panjang.

4. Hidung Lancip, Iran

amreicanflarecom
via americanflare.com

Orang-orang Iran memang terkenal mempunyai hidung lancip. Mereka pun beranggapan kalau hidung lancip adalah simbol kecantikan dan ketampanan seseorang. Gak cuma itu, bagi orang Iran, memiliki hidung lancip merupakan hal yang prestisius sekaligus penentu status sosial mereka di masyarakat. Makanya gak aneh banyak orang Iran yang rela merogoh kocek dalam demi “memperbaiki” bentuk hidung mereka. Yup, biaya operasi hidung di Iran terbilang cukup mahal.

Nah uniknya, bagi yang gak sanggup bayar ongkos operasi hidung, banyak di antara mereka akhirnya lebih memilih jalan pintas. Caranya adalah dengan memasang perban jahitan di hidung mereka supaya keliatan kalau mereka pernah dioperasi.

Wah, wah… saking ingin dibilang menarik ada juga ya yang nekat ngelakuin hal kayak gitu. Hmm…

5. Badan Gemuk, Mauritania

brigtsideme
via brightside.me

Kalau kamu suka sama wanita yang bentuk badannya mirip gitar Spanyol, bisa dipastikan kamu bukan orang Mauritania. Sebab, masyarakat Mauritania paling konsisten nerapin pedoman big is beautiful. Yup, memiliki badan gempal adalah syarat utama bagi wanita Mauritania supaya dianggap “seksi” oleh lawan jenisnya.

Selain sebagai simbol kecantikan, berbadan gemuk juga menandakan kesuburan. Oleh karena itu, para wanita Mauritania rela makan dengan porsi yang banyak setiap harinya. Mereka bisa makan hingga 16.000 kalori setiap hari untuk mendapatkan bentuk badan yang “ideal”. Hmm, saya jadi ragu ada kata diet dalam bahasa mereka.

6. Scarification, Suku di Afrika Barat

ethiopien_20scarification_201_1_-600×399
via randafricanart.com

Pasti kalian udah gak asing lagi dengan yang namanya tato. Tapi apa kalian pernah dengar istilah scarification? Simpelnya, scarification adalah proses menghias tubuh yang dengan cara membuat luka pada kulit. Ritual ini biasa dilakukan oleh beberapa suku di Afrika Barat. Tentunya proses scarification gak dilakuin sembarangan. Ada pola-pola tertentu yang bikin scarification supaya terlihat artistik.

Tapi ya, mau gimana pun polanya, proses scarification jauh lebih menyakitkan daripada ditato. Dari sumber yang saya amati, proses scarification dimulai dengan menggambar pola-pola pada permukaan kulit yang akan dimodifikasi (termasuk wajah), sebelum dilanjut ke proses berikutnya, “pengukiran”. Caranya yaitu dengan menusuk dan menyayat kulit menggunakan silet atau pisau. Ih ngeri ya.

Umumnya, scarification di Afrika Barat dilakukan tanpa anastesi atau obat bius. Kebayang kan sakitnya kayak gimana? Tapi itu semua bakal berbuah manis, soalnya ukiran luka dari ritual itu dianggap sebagai simbol kecantikan dan ketampanan oleh beberapa suku di Afrika Barat.

7. Gigi Lancip, Suku Mentawai di Indonesia

ulinulincom
via ulinulin.com

Nah, kalau di Afrika Barat ada tradisi memahat kulit, wilayah nusantara punya tradisi yang gak kalah uniknya; tepatnya tradisi yang dilakukan suku Mentawai. Suku Mentawai adalah penghuni asli kepulauan Mentawai yang terletak di bagian barat Sumatra. Sebagian orang di suku tersebut masih mempertahankan tradisi menghias tubuh dari nenek moyang mereka. Selain tato, tradisi suku mentawai lainnya yaitu meruncingkan gigi.

Nah, dalam budaya mereka, wanita suku mentawai dinilai memiliki kecantikan lebih jikalau menerapkan tradisi meruncingkan gigi. Proses yang dilalui untuk meruncingkan gigi ini terbilang menyakitkan lho, karena tanpa menggunakan obat bius, dan masih menggunakan alat tradisional. Prosesnya biasa dilakukan oleh kepala adat setempat dengan menggunakan besi yang sudah diasah hingga tajam. Kemudian gigi “pasien” dikerik satu per satu menggunakan besi tersebut hingga runcing. Ngeri gak sih, guys?

Tradisi ini masih terus dilakukan dan sudah menjadi daya tarik bagi turis lokal maupun asing yang berkunjung ke pulau Mentawai.

Itu dia standar kecantikan yang unik dari beberapa negara di dunia, menurut kamu yang mana yang paling unik?

Komentar:

Komentar