6 Pekerjaan Aneh Ini Cuma Ada di Indonesia, Lho!


:

Setiap negara memiliki kebudayaan masing-masing yang tentunya akan sangat berbeda dengan negara lain. Seperti halnya Indonesia yang memiliki beragam keunikan yang tidak ada di negara lain. Sebut saja beberapa makanan khas yang tergantung pada etnis dan daerah masing-masing, atau beragam profesi yang hanya ada karena tuntutan keadaan sendiri yang berbeda-beda membuat masyarakat menciptakan sebuah lahan pekerjaan yang cukup menjanjikan tapi juga terkesan aneh dan tak biasa jika ditilik oleh negara lain.

 

 

Apa saja ragam profesi yang cuma ada di Indonesia?

1. Tukang tambal ban

tambal ban
via rmoljakarta.com

 

Tukang tambal ban sepertinya adalah profesi yang dicari ketika kita sedang sial di jalan karena ban bocor atau kempes. Dalam kondisi seperti itu kita akan berharap menemukan tukang tambal ban terdekat yang dapat membantu kita menambal ban motor. Tapi kalo motor dalam kondisi prima terkadang kita tidak memperhatikan profesi yang satu ini.

Jadi intinya profesi ini berjalan atas kesengsaraan orang lain di jalan. Apalagi ketika mengalami ban bocor tengah malam di jalan yang sepi, kamu akan berharap segera ada tukang tambal yang nongol di ujung jalan.


 

2. Tukang parkir

juru-parkir
via laruna.com

 

Pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia bisa dibilang meningkat dengan pesat. Tapi sayangnya prasarana jalan dan lokasi parkir yang masih belum tertata dengan baik membuat munculnya profesi yang satu ini.

Bertugas untuk mengatur dan mengarahkan para pengguna kendaraan yang ingin memarkirkan kendaraannya, tukang parkir dengan sigap akan melambaikan tangan sambil meniup peluit sebagai aba-aba. Dengan jumlah kendaraan yang ada, profesi ini dibilang cukup menjanjikan untuk digeluti di kota besar atau tempat ramai.

3. Polisi cepek

via malesbanget.com

 

Profesi ini sedikit berhubungan dengan tukang parkir. Jika tukang parkir mengarahkan kendaraan yang akan parkir, maka profesi polisi cepek ini akan ada di gang kecil yang ramai dan tak ada lampu APILL. Polisi cepek adalah istilah untuk orang yang membantu mengatur lalu lintas secara swadaya dengan harapan imbalan seikhlasnya dari pengguna jalan yang lewat.

Dibilang gak penting juga tapi ternyata sosok ini cukup membantu mengatasi kemacetan dan penataan lalu lintas di beberapa titik kemacetan. Anehnya profesi ini tumbuh menjamur tanpa ada pengaturan dari pemerintah, padahal sudah ada polisi lalu lintas yang secara legal hadir untuk mengamankan lalu lintas.

 

4. Tukang sol sepatu keliling

via jampal.com
via jampal.com

 

Jika kamu memiliki sepatu yang rusak atau butuh reparasi maka tak perlu repot untuk membawanya ke servis sepatu karena akan ada tukang sol sepatu keliling yang lewat di depan rumahmu. Memang kehadirannya tidak tentu karena profesi ini hanya berkeliling di area pemukiman dengan teriakan khas sol sepatu. Profesi ini bukanlah profesi baru di Indonesia, karena mereka lebih suka mendatangi pelanggan yang malas keluar rumah hanya untuk mengganti sol sepatu.

5. Kernet angkot

via timlo.net
via timlo.net

 

Tidak hanya bus dan truk saja yang memiliki asisten sopir atau lebih dikenal dengan istilah kernet. Angkutan kota dengan armada kecil pun di Indonesia memiliki kernet untuk membantu sopir dalam mengangkut penumpang. Profesi ini berguna untuk mempromosikan jalur angkot dan menagih uang sewa ke setiap penumpang. Dengan begitu si sopir hanya berfokus di depan setir tanpa harus mengurusi uang kembalian dan berteriak ketika ada calon penumpang.

6. Penjual jamu gendong

via content.cdninstagram.com
via content.cdninstagram.com

 

Meski sudah hampir punah, penjual jamu gendong masih bertahan di tengah gerusan jaman moderen. Walaupun tak selaris dulu dan sebanyak dulu, tapi para penjual jamu gendong ini terus menjajakan dagangannya ke setiap sudut pemukiman. Berjalan kaki dirasa lebih tepat karena menyasar pemukiman penduduk yang padat dan tentunya lebih hemat dan sehat.

Saat ini para penjual jamu sudah beralih menggunakan sepeda atau sepeda motor untuk akses yang lebih cepat. Kita berharap profesi ini nantinya tidak jadi profesi yang punah di Indonesia.

Komentar:

Komentar