Kenapa Banyak Karakter Favorit Kita yang Tewas di Game of Thrones? George R. R. Martin Punya Alasannya

Why, dude? Whyyy...?

Nggak bisa terelakkan kalau Game of Thrones merupakan salah satu serial TV paling populer saat ini. Berkaca dari rating setiap episodenya yang sangat tinggi, ditambah animo penonton yang selalu dibikin nggak sabar nunggu season terbaru, rasanya nggak berlebihan kalau GoT menyandang predikat tersebut.

Untuk urusan cerita GoT memang punya formula yang bisa bikin hati penggemarnya terpikat. Dan uniknya, salah satu formula mujarab dari GoT adalah dengan membiarkan banyak karakternya tewas (dengan cara mengenaskan). Ya, entah mengapa, baik di novel maupun serial televisinya banyak banget karakter GoT yang sengaja dimatikan.

Sebagian karakter yang mati pun bisa dibilang punya andil yang sangat penting dalam struktur cerita. Misalnya saja Ned Stark yang menjadi sosok sentral di awal kisah GoT atau Ygritte yang menjadi kekasih Jon Snow.

Melihat fakta tersebut, apa kamu nggak penasaran, kenapa George R. R. Martin selaku kreator dari Game of Thrones begitu tega ‘membunuh’ karakter-karakter ciptaannya?

via de.gameofthrones.wikia.com

Pengarang dari A Song of Ice and Fire ini tentu punya alasan kuat di balik keputusannya tersebut. Dilansir dari Uproxx lewat wawancara yang dilakukannya dengan The Great American Read, kamu bisa melihat video yang memuat penjelasan dari Martin di bawah ini.

Dalam video tersebut, Martin menjelaskan bahwa alasannya ‘membunuh’ banyak karakter dalam GoT karena dia terilhami novel karangan J. R. R. Tolkien, Lord of the Rings. Martin yang membaca Lord of the Rings saat masih berusia 13 tahun mengungkapkan kalau novel itu memberi kesan yang mendalam bagi dirinya. Dia sangat terkesan dengan bagaimana Tolkien merangkai sebuah cerita epik mulai dari kebangkitan hingga kejatuhan sebuah kerajaan, serta memberi catatan secara detail di dalam ceritanya.

Menurut Martin juga, Tolkien punya kehebatan dalam menyampaikan narasi. Bahkan momen ketika Gandalf tewas di Moria memberi dampak yang sangat besar bagi dirinya. Mungkin sama seperti penonton fanatik GoT saat ini, waktu itu pun Martin terus mempertanyakan alasan di balik kematian karakter penting seperti Gandalf.

via letterboxd.com

Yup, kematian Gandalf memang membuat pembaca dilibatkan dalam ketegangan. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi pada karakter favorit kita, yang mungkin bakal berakhir tewas seperti Gandalf. Dan alasan ini yang mempengaruhi gaya penulisan Martin dan keputusannya untuk menghabisi karakter (mungkin karakter favorit kamu) di serial GoT.

Martin juga berpendapat bahwa lewat karyanya, dia nggak ingin sekadar bercerita tentang fantasi semata, tapi juga sisi realistis dalam dunia nyata. Intinya meskipun dalam balutan kisah fantasi yang dibuat-buat, Martin ingin mengajak kita untuk melihat dunia yang sama dengan apa yang kita lihat dalam kehidupan nyata.

Penjelasan dari George R. R. Martin ini menarik bukan? Hmm… Menurut kamu apa sih yang bisa kamu tangkap dari keputusan yang Martin buat dalam serial TV GoT?

Komentar:

Komentar