25 Drama Korea Terbaik dalam Lima Tahun Terakhir, Romcom Mendominasi!

Ada nggak drama korea favoritmu?

Membicarakan soal drama Korea terbaik, setiap orang pasti punya pilihannya masing-masing. Ada yang suka sama drama A tapi nggak doyan drama B; ada juga yang demen sama drama B tapi nggak begitu tertarik sama drama A. Hanya saja dari beberapa himpunan pencinta drama korea, pasti ada beberapa drama yang masuk ke dalam irisan tersebut.

Nah, drama-drama apa saja yang masuk ke dalam irisan tersebut? Selipan bakal mencoba untuk membedahnya berdasarkan tahun awal tayang. Rasanya nggak adil kalau per tahunnya hanya dipilih satu atau dua drama saja. Oleh karena itu untuk setiap tahun, Selipan pilihkan 5 drama korea terbaik yang cukup populer pada rentang waktu 2014-2018.

Sudah mulai penasaran? Yuk, langsung disimak saja.

2014

via SBS

Tahun 2014 bisa dibilang dikuasai oleh kombinasi drama Korea bergenre drama dan komedi romantis. Terbukti ada empat judul drama yang populer di tahun 2014: Pinocchio; It’s Okay, That’s Love; Fated to Love You; dan Emergency Couple. Sedangkan satu drama lainnya diisi oleh Healer yang bergenre romansa, aksi, dan thriller.

Bahkan lima drama tersebut mempunyai setting yang mirip. It’s Okay, That’s Love dan Emergency Couple berlatar belakang di dunia medis; Pinocchio dan Healer berlatar belakang di dunia media.

Untuk Fated to Love You sendiri mengangkat tema shotgun wedding atau MBA (Married by Accident). FYI, Fated to Love You merupakan remake dari drama Taiwan dengan judul yang sama.

2015

via MBC

Untuk daftar drama korea terbaik tahun 2015, lagi-lagi masih belum bisa lepas dari genre komedi romantis. Drama tersebut antara lain Kill Me, Heal Me (bukan Kimi Hime, ya); She Was Pretty; Oh My Ghostess; dan Oh My Venus. Selain keempat drama tersebut, Blood dengan genre romance thriller-nya juga masuk ke daftar drama korea terbaik 2015.

Latar belakang dunia medis lagi-lagi mampu menarik perhatian para penonton di tahun 2015. Terbukti dari kesuksesan Kill Me, Heal Me dan Blood yang mendapat apresiasi positif di kalangan penggemar K-Drama. Hanya saja Blood sedikit berbeda dengan drama medis lainnya, karena tokoh utamanya adalah seekor vampir.

Nah, kalau di Blood ada vampir, Oh My Ghostess menghadirkan hantu perawan yang berjuang untuk pergi ke alam baka. Sedangkan untuk She Was Pretty, drama ini menceritakan kisah wanita cantik yang menjadi jelek dan nantinya jadi cantik lagi.

Untuk Oh My Venus sendiri menceritakan kisah cinta seorang PT (personal trainer) dengan wanita cantik yang merasa dirinya tidak menarik lagi.

2016

via tvN

Mungkin bisa dibilang tahun 2016 merupakan puncak hype dari drama Korea. Ada beberapa drama super populer seperti Guardian: The Lonely and Great God (Goblin) dan Descendents of the Sun. Kalau kamu belum nonton Goblin dan DOTS, kayaknya masih belum layak deh disebut sebagai pecinta drakor (drama Korea).

Tapi tahun 2016 nggak hanya didominasi dua drama itu. Masih ada tiga drama lain yang nggak kalah menarik untuk diikuti.

Ketiga drama tersebut adalah Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo, The Legend of the Blue Sea, dan W – Two Worlds. Ada fakta yang menarik nih dari Moon Lovers. Meskipun drama ini nggak begitu populer di Korea, tapi ia sangat populer di luar Korea.

Oh iya, genre yang mendominasi di tahun 2016 bukan lagi milik komedi romantis, melainkan fantasi romantis. Setidaknya ada tiga judul dengan genre tersebut, yakni Goblin, Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo, dan The Legend of the Blue Sea. Sementara DOTS lebih mengarah ke romansa aksi, dan W – Two Worlds mengarah ke romansa thriller.

2017

via JTBC

Pada tahun 2017 ada penyegaran dari sisi genre. Kalau di tahun-tahun sebelumnya didominasi oleh komedi dan fantasi romantis, tahun ini genre thriller cukup populer.

Dari sekian banyak drama dengan genre thriller, ada tiga drama yang menarik perhatian: While You While SleepingStrong Woman Do Bong Soon, dan Tunnel. Dua drama lainnya dihuni oleh I’m Not A Robot dengan genre sci-fi komedi romantis dan Fight for My Way dengan genre romansa kehidupan/slice of life.

Meskipun Strong Woman Do Bong Soon masuk kategori thriller, tapi ceritanya nggak seberat While You While Sleeping apalagi Tunnel. Drama yang disebut pertama masih diselingi unsur fantasi, aksi, dan komedi.

Tapi yang mengejutkan di tahun ini adalah menyeruaknya genre sci-fi yang diwakili I’m Not A Robot, dan genre slice of life yang diwakili Fight for My Way. Lumayan lah ya, bahan tontonan kita jadi nggak melulu soal komedi romantis.

2018

via JTBC

Baru juga membahas soal komedi romantis yang nggak lagi menjadi genre populer, di tahun 2018  romcom kembali berjaya berkat kehadiran What’s Wrong with Secretary KimMy ID Is Gangnam Beauty, dan 100 Days My Prince.

Untuk dua judul lainnya ada Mr. Sunshine dengan genre sejarah dan Are You Human? yang hadir dengan paduan sci-fi dan misteri romantis.

Yang lucu nih, dua drama populer dengan genre sci-fi di tahun 2017 dan 2018 seperti sebuah percakapan.

“Are You Human?”

“I’m Not, A Robot”

Entah pemilihan judul itu disengaja atau tidak.

FYI, drama What’s Wrong with Secretary Kim merupakan drakor yang paling banyak dicari di Google Korea pada tahun 2018 dan terbanyak ketiga di Google Taiwan. Sedangkan untuk Mr. Sunshine dan 100 Days My Prince, mereka berhasil menempati peringkat keempat dan kelima pada daftar rating tertinggi di TV kabel Korea, berada di bawah Sky Castle yang saat ini sedang tayang, Reply 1988, dan Goblin.

Untuk My ID Is Gangnam Beauty sendiri, drama ini banyak diapresiasi oleh kritikus dan penikmat drama karena mengangkat isu sosial yang cukup sensitif di Korea, yaitu rendahnya kepercayaan diri karena masalah fisik yang tidak menarik.

Sebenarnya kalau mau disebutkan semua drama Korea terbaik yang pernah ada, jumlahnya buanyaaaak banget! Masih ingat nggak sama drama lawas seperti Boys Over Flower atau Full House? Dua drama tersebut pantas banget masuk kategori drama Korea terbaik.

Oleh karena itu, kalau kamu punya rekomendasi drama yang lain, coba deh bikin daftarnya dan tulis di kolom komentar.

4 Shares

Komentar:

Komentar