5 Fakta & Mitos Deep Web Yang Harus Kamu Tahu, Biar Gak Salah Kaprah!

Sisi gelap dari internet itu ternyata tidak segelap seperti yang kita duga

Apa itu deep web? Pastinya kamu yang sering berselancar di dunia maya udah gak asing lagi dengan istilah deep web.

Well, secara sederhana deep web dapat diartikan sebagai situs-situs di internet yang tidak bisa terlacak oleh mesin pencari seperti Google, Yahoo!, dan Safari. Beberapa tahun belakangan ini, banyak artikel di internet yang mengangkat isu tentang deep web atau dark web. Kedua istilah itu sering didefinisikan sebagai sisi gelap dunia maya yang sangat menyeramkan untuk dikunjungi.

Benarkah demikian? Dan yang lebih penting lagi, apakah deep web memang semengerikan apa yang dikatakan orang-orang? Jawabannya bakal kalian temukan di 5 fakta dan mitos tentang deep web berikut ini.

1. Deep web dan dark web adalah dua istilah yang berbeda

via techxerl.com

Sebelum menelusuri fakta-fakta lainnya, mari kita kenal dulu perbedaan dari deep web dan dark web yang selama ini sering disamaartikan.

Melansir dari laman Thruthfinder, deep web adalah informasi dalam database internet yang tidak terindeks secara publik, sehingga informasi tersebut tidak akan muncul di mesin pencari. Sedangkan dark web merupakan bagian kecil dari deep web. Penciptaan dark web didasari atas gagasan perlindungan privasi. Selain tidak terlacak oleh mesin pencari, situs dark web memiliki alamat server yang tersembunyi. Dan cara yang paling umum untuk bisa mengunjunginya adalah dengan menggunakan browser khusus yang disebut Tor.

Situs-situs di dark web jumlahnya tidak sebanyak yang kamu bayangkan. Namun di dark web, orang-orang bisa bebas berselancar secara anonim tanpa khawatir informasi pribadinya diketahui atau dicuri orang lain. Sebagai perbandingan, informasi pribadi kalian lebih mudah diketahui orang lain ketika mengunjungi situs biasa ketimbang situs di dark web. Nah, fakta inilah yang kemudian dieksploitasi penjahat dan pelaku perdagangan kriminal.

Namun, karena unsur anonim ini pula berbagai manfaat bisa diperoleh. Misalnya, dokter dapat memberikan saran yang tidak memihak kepada pengguna narkoba yang malu jika identitasnya ketahuan di dunia maya; reporter yang negaranya menindas kebebasan pers bisa mendapat informasi di sana; bahkan menurut informasi dari Tor Project, Angkatan Laut Amerika kerap menggunakan dark web untuk aktivitas intelijen mereka.

Untuk sementara ini, dark web mungkin lebih sering digunakan untuk tujuan kriminal, tetapi keterkaitannya dengan kejahatan dunia maya (cybercrime) selama ini terlalu dibesar-besarkan.

2. Setiap orang kemungkinan besar pernah mengunjungi deep web

via consumerismcommentary.com

Gak percaya? Fakta yang lebih mengejutkannya, kamu mungkin menggunakan deep web setiap hari.

Ketika kamu ingin membayar tagihan kartu kredit, kamu tentunya masuk ke rekening bank. Nah, informasi akun kamu dianggap konten web dalam karena google tidak akan mengindeksnya. Kenapa? Demi keamanan. Sebagai nasabah bank, kamu tentunya gak mau ‘kan informasi perbankan kamu muncul di halaman hasil pencarian? Bank mengharuskan kamu log-in supaya mesin telusur tidak menyerap konten sensitifnya.

Contoh lain yaitu ketika kamu memesan tiket perjalanan ke luar negeri. Untuk mendapatkan penawaran terbaik, kamu membandingkannya pada beberapa situs travel yang menyediakan informasi harga pesawat dan catatan publik secara online. Untuk mengetahui informasi tersebut kamu mesti log-in terlebih dahulu atau melakukan pencarian langsung di situsnya, sebab kamu tidak akan bisa langsung menemukannya di mesin telusur seperti Google.

3. Konten deep web lebih banyak dibanding surface web

via thehackernews.com

Perkiraan saat ini, surface web (bagian internet yang biasa kita jelajahi) terdiri dari 1 miliar dokumen, sedangkan deep web 550 miliar dokumen. Jika melihat angka statistik, deep web meliputi 90% konten yang ada di internet. Sementara itu, dark web yang merupakan bagian dari deep web, hanya mencakup 0,1% saja. Namun, mesin telusur terus mengalami perkembangan dan lebih bisa mencakup database yang dianggap sebagai konten deep web. Jadi perkiraan di atas bisa saja mengalami perubahan di masa yang akan datang.

“Terus, kenapa semua konten deep web nggak terdeteksi Google?”

Itu karena Google tentunya tak ingin menyertakan situs perdagangan narkoba atau barang selundupan lain di hasil daftar pencariannya, ‘kan?

4. Deep web dan dark web tidak dijalankan oleh para kriminal

via observer.com

Banyak berita tentang deep web menyalahartikannya dengan dark web; bagian internet yang lebih gelap. Kenyataannya adalah sebagian besar data deep web itu legal, dijalankan oleh individu dan perusahaan terkemuka.

Sedangkan di dalam dark web, seperti yang kita tahu, kamu bisa menemukan konten-konten yang bersifat ilegal, seperti perdagangan terlarang (narkoba, senjata api, kartu kredit hasil retasan), pedofilia, dan konten gore. Namun pada dasarnya, konten yang ada di dark web bukan hanya seputar tindak kriminal saja. Sekadar informasi, dengan mesin pencari Google sebenarnya kamu bisa menemukan situs-situs ilegal seperti yang disebutkan tadi.

Kegiatan kriminal di dark web pun tidak menutup kemungkinan bisa tercium oleh pihak berwenang. Mengutip laman Wired, Ross Ulbricht, figur yang terkenal karena perdagangan narkobanya di dark web berhasil ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Kemudian pada tahun 2014, situs berkonten pedofilia dari Brasil ditutup. 55 orang dalangnya berhasil diringkus. Bahkan lebih dari 300 orang kriminal yang berhubungan dengan dark web di seluruh dunia telah ditangkap terhitung sejak tahun 2011.

5. Tidak ada tingkatan seperti yang digambarkan dalam bagan gunung es

via quora.com

Mitos paling populer tentang deep web yang sempat dibahas berkali-kali yaitu infografik dalam bentuk gunung es. Penggambaran ini tidak sepenuhnya salah. Tapi pembagian gunung es menjadi beberapa tingkatan bisa dibilang hanya omong kosong belaka, apalagi tingkatan terdalam internet yang disebut Mariana Web (merujuk ke bagian terdalam lautan, Mariana Trench). Konon, Mariana Web menyimpan rahasia tentang sejarah manusia, asal usul Tuhan dan kehidupan, lokasi pulau Atlantis, serta arsip-arsip penting pemerintah dunia yang sangat rahasia.

Anehnya, banyak orang yang percaya tentang berita tersebut. Padahal, orang yang membuat infografik itu secara gamblang menjelaskan bahwa dia tidak tahu apa isi dari Mariana Web. Dia cuma menerangkan kalau ranah tersebut sangat berbahaya untuk dijelajahi karena kalau ketahuan bisa diringkus langsung oleh FBI. Dan yang lebih penting, dari keterangan dan bukti yang kurang jelas itu kita pun masih dibuat ragu apakah Mariana Web benar-benar ada atau hanya hasil khayalan seseorang.

Itulah 5 fakta yang bisa memberi kamu pandangan berbeda tentang deep web. Jadi kesimpulannya, deep web tidak sama dengan dark web yang sebenarnya tidak hanya berisikan hal-hal menyeramkan. Dan yang lebih penting, deep web tidak seangker seperti yang banyak diberitakan selama ini, guys. Tertarik buat mengunjunginya?

- Advertisement -
Shares 7

Komentar:

Komentar