Skyscrapper Bukan yang Pertama, Dwayne ‘The Rock’ Johnson Juga Sempat Beberapa Kali Terlibat di Film Gagal

If you smeeeeelllll...

:

Dwayne ‘The Rock’ Johnson… ini aktor sering banget nongol di bioskop. Dimulai dari tahun 2001, tahun ketika dia pertama kali menunjukkan kemampuan aktingnya lewat film The Mummy Returns, rasanya setiap tahun ada saja filmnya yang tayang.

Beberapa film yang dibintanginya terbilang sukses. Tapi sayangnya, film action terbarunya yang berjudul Skyscraper cenderung masuk ke kategori kurang memuaskan, terutama dari sisi perolehan box office.

via capitalwired.com

Kegagalan ini bukan yang pertama untuk seorang Dwayne Johnson sebenarnya. Kalau ditarik mundur ke belakang, sudah ada beberapa judul film yang dibintanginya masuk ke dalam kategori gagal, baik dari sisi kualitas maupun pemasukannya.

Penasaran sama film Dwayne Johnson yang terhitung gagal?

Film gagal yang dibintangi Dwayne Johnson

1. Doom (2005)

via sky.com

Sampai saat ini, mengangkat film dari video game kayaknya masih jadi kutukan tersendiri. Sudah bukan rahasia lagi kalau mayoritas film yang berasal dari game biasanya gagal. Tapi mungkin produser film punya pandangan dan harapan pada Doom dengan memasang Dwayne Johnson sebagai salah satu pemainnya.

Doom sebenernya nggak jelek-jelek banget. Film ini dianggap berhasil memanjakan penggemar game aslinya. Tapi dari sisi penikmat film, Doom mendapat kritik tajam karena plotnya dianggap kurang menarik. Bukan cuma itu, para pemainnya juga dibilang jelek dalam berakting.

Dilansir dari MTV, majalah Time sampai memasukkan Doom ke dalam daftar ’10 Film Terburuk yang Diadaptasi dari Video Game’ pada tahun 2009 saking jeleknya.


2. Tooth Fairy (2010)

Peri gigi berotot?/via sky.com

Dwayne Johnson bermain film komedi? Tooth Fairy adalah jawabannya. Sebenarnya film ini bisa dibilang sukses. Tapi suksesnya cuma sebatas hasil box office yang berlipat ganda dibanding modal awalnya. Banyak kritikus yang mencaci film ini dan menganggap kalau Tooth Fairy hanya sekedar menjual nama Dwayne Johnson sebagai pemeran utamanya.

Ngomong-ngomong, meski berperan sebagai seorang ayah, karakter Dwayne Johnson di film ini diceritakan sebagai seorang pemain hoki es lho. Tetep nggak jauh dari kesan sporty ya karakterisasinya.

3. Hercules (2014)

via geektyrant.com

Bukan, ini bukan versi live-action tentang Hercules dari Disney. Film ini diangkat dari novel grafis berjudul Hercules: The Thracian Wars karangan Steve Moore.

Proyek film Hercules bisa dibilang sangat ambisius.  Brett Ratner yang sukses dalam menyutradari trilogi Rush Hour bahkan ditunjuk sebagai sutradaranya. Tapi, sama seperti Tooth Fairy, Hercules bisa dibilang sukses kalau patokannya berdasarkan hasil box office.

Di sinilah kritikus kurang sependapat. Mereka kurang menyukai film ini dan (lagi-lagi) menganggap jika Dwayne kembali dijadikan bahan jualan semata untuk mendongkrak popularitas film. Yup, siapa lagi yang memerankan Hercules selain Dwayne?

4. Baywatch (2017)

via popsugar.com

Kali ini Dwayne mencoba peruntungannya sebagai eksekutif produser dalam film yang diangkat dari serial televisi lawas, Baywatch. Namun konsep peremajaan karakter untuk menjaring penonton baru rupanya gagal. Baywatch banjir kritikan. Banyak kalangan bilang film ini malah menghancurkan originalitas serial aslinya. Saking hancurnya, Baywatch masuk nominasi ‘penghargaan’ Razzie untuk film terburuk. 

Well, saya pribadi juga nggak tahan pas nonton film ini sih, saking jeleknya. Film ini lebih menjual para pemainnya yang rajin berpakaian minim deh. Jalan cerita yang masuk akal dikesampingkan demi pakaian seksi.

Dwayne Johnson merubah imej, perlukah?

Lumayan banyak juga film Dwayne Johnson yang terhitung gagal ya. Ini juga yang bikin saya bertanya-tanya dalam hati, perlukah Dwayne Johnson merubah imejnya yang kadung identik sama karakter pria tangguh dan jagoan film action? Siapa tahu kamu penasaran gimana kalau The Rock bermain di film tragedi percintaan.

Dengan postur tubuh besar sekaligus latar belakangnya sebagai seorang pegulat, Dwayne memang identik dengan karakter pria tangguh dalam hampir semua film yang dibintanginya. Yah, bukan salah Dwayne juga sih. Tapi hal ini jadi keuntungan tersendiri bagi Dwayne yang perlahan menjelma menjadi salah satu aktor spesialis film action di era millennial.

Pahatan otot yang ditempa sekian lama memang menjadi modalnya untuk bertahan dalam industri perfilman Hollywood. Rasa-rasanya nggak ada aktor lain setipe Dwayne Johnson yang bisa tampil gemilang belakangan ini. Nama Vin Diesel yang lebih dulu identik dengan film action perlahan diambil alih sosok Dwayne Johnson. Pun John Cena sebagai rekan sesama pegulat yang terjun ke dunia film, dia juga belum bisa disejajarkan dengan namanya.

Meski cenderung mustahil untuk bisa melihat Dwayne bertransformasi fisik dalam film seperti Christian Bale,  mungkin sedang membangun karirnya sendiri sebagai seorang aktor dengan ciri khas otot dan badan besar selain kepala plontosnya. Dengan membintangi banyak film yang mengandalkan fisik prima, hal ini sebenarnya bisa menjadikannya sebagai salah satu aktor macam Sylvester Stallone dan Jean Claude van Damme yang merupakan aktor ikonik khas film action di era 90an.

Di mana ada kegagalan, di situ juga ada keberhasilan

Menghadirkan sebuah film dengan mengandalkan nama Dwayne Johnson bisa dibilang bagai dua mata pisau yang bersinggungan. Nama besarnya bukanlah jaminan mutlak pada keberhasilan film yang dibintanginya. Namun hal seperti itu tentu berada di luar kuasa seorang Dwayne Johnson. Hasil akhir sebuah film memang dikembalikan lagi kepada penontonnya. Buktinya, di balik kegagalannya, beberapa film Dwayne Johnson malah laku keras di pasaran.

1. Central Intelligence (2016)

via collider.com

Ranah komedi kayanya jadi salah satu genre terbaik bagi Dwayne Johnson di samping action. Mungkin itu karena temanya ringan dan mudah diikuti banyak penonton. Selain Tooth Fairy, dia juga pernah bermain komedi saat membintangi Central Intelligence bersama komedian Kevin Hart. Tapi secara kualitas film ini berbeda. Kolaborasi Johnson-Hart dinilai sukses. Performa mereka dipuji dan raihan box office pun sangat menguntungkan. Bagi saya, film ini juga punya kualitas lain yang terletak pada pesan positif bagi penonton.

2. Jumanji: Welcome to The Jungle (2017)

via ew.com

Proyek film ini awalnya dipandang sebelah mata. Bahkan jauh sebelum tanggal rilisnya, film sudah diremehkan banyak orang. Tapi siapa sangka kalau Jumanji: Welcome to The Jungle malah sukses besar di pasaran dan menjadi film berpendapatan terbesar nomor lima di tahun 2017. Kesuksesan ini juga berbanding lurus dengan respons positif yang diterimanya. Ngomong-ngomong, di film ini Dwayne berkolaborasi lagi dengan Kevin Hart lho.

Daftar ini memang nggak mencakup semua film Dwayne Johnson. Contohnya masih ada film seperti The Rundown (2004) yang menurut saya tampil cukup apik.

Dulu, The Rock nyaris selalu kesulitan saat berhadapan dengan Undertaker, Triple H, atau Mankind di panggung WWF/WWE. Tapi menjelang berakhirnya pertandingan, dia selalu bisa membalikkan keadaan dengan jurus The People’s Elbow atau The Rock Bottom. Begitu juga dalam film. Dwayne Johnson bisa saja bermain di film yang kurang diapresiasi khalayak. Tapi pada akhirnya, dia pernah dan masih akan terus bermain dalam film-film yang bagus.

Well, kita tunggu aja gebrakan-gebrakan lain yang bakal dihadirkannya selama ia masih bisa terus berkarya di dunia perfilman. Mungkin kamu terinspirasi untuk bisa memiliki badan kekar seperi Dwayne?

Komentar:

Komentar