Review Spider-Man: Into the Spider-Verse, Ini Baru Spider-Man yang Amazing!

The Amazing Spider-Man yang jumlahnya bukan cuma satu, tapi enam!

:

Siapakah karakter komik superhero yang paling sering diadaptasi ke dalam bentuk film live-action?

Jawabannya, jika DC punya Batman dan Superman, Marvel punya Spider-Man. Dari pergantian millenium sampai tahun 2018 saja sudah ada tiga aktor berbeda yang memerankan Spider-Man: Tobey Maguire, Andrew Garfield, dan Tom Holland. Hal yang sama juga berlaku pada Bibi May, yang bertransformasi dari yang awalnya karakter nenek-nenek sampai jadi wanita seksi di Spider-Man: Homecoming.

Berapa banyak lagi film Spider-Man yang bakal hadir selama kita hidup? Apakah Bibi May bakal lebih seksi lagi di film Spider-Man selanjutnya?

Pun demikian, Sony dengan percaya diri merilis versi animasi dari si manusia laba-laba tersebut. Dengan mengandalkan judul Spider-Man: Into the Spider-Verse, apakah ini usaha dari Sony untuk membangun universe Spider-Man sekaligus menyaingi MCU dan DCEU?

Menonton Spider-Man: Into the Spider-Verse itu serasa “Menonton” komik

Bagi saya, keputusan untuk membuat Spider-Man: Into the Spider-Verse dalam bentuk animasi ini bisa saja berujung blunder. Spider-Man: Homecoming yang rilis 2017 lalu sanggup memenuhi ekspektasi banyak penonton. Dan sebagai versi live-action, adegan aksi dan visualnya juga mampu memikat mata.

Lalu apa yang bisa ditawarkan Spider-Man: Into the Spider-Verse yang berbentuk animasi? Untuk kamu yang punya rasa skeptis seperti saya, saya kasih tahu: film ini unik!

Dan keunikan itu terlihat dari bagaimana film ini memakai pendekatan grafis khas komik lewat pengkotakan gambar dalam beberapa adegan. Balon dialog yang biasa menyertai juga ikut berseliweran di dalamnya. Mendengarkan efek suara “Ponk!” secara langsung tentu memberikan sensasi tersendiri dibanding jika kamu cuma membacanya di komik.


Ya, kamu bakal mendengar suara dari “Ponk”/via geeksofcolor.co

Kedua hal khas komik tersebut bisa berpadu dengan amat baik di dalam film ini. Menonton Into the Spider-Verse jadi terasa seperti membaca gambar komik yang bergerak dengan lebih hidup.

Oh ya, dan jangan lupakan juga ceritanya yang hampir-hampir mirip cerita ala komik. Bagi saya cerita yang dihadirkan Into the Spider-Verse bagaikan oase di padang pasir; ia memberikan penyegaran yang berbeda pada film superhero. Bahkan mungkin saja Stan Lee sendiri bakal bangga jika melihat film ini.

Film Spider-Man yang paling meriah

Keenam Spider-Man dalam Into the Spider-Verse/via polygon.com

Bukan tanpa alasan saya bilang Into the Spider-Verse sebagai film Spider-Man yang paling unik sekaligus meriah. Nggak tanggung-tanggung, di film ini kamu bisa menyaksikan enam sosok Spider-Man sekaligus. Tokoh sentralnya pun bukan Peter Parker, melainkan Miles Morales (Shameik Moore) yang secara nggak sengaja bertemu dengan para Spider-Man lain dari dunia berbeda.

Selain Miles, kelima Spider-Man lain adalah Peter B. Parker (Jake Johnson), ‘kembaran’ dari Peter Parker; Gwen Stacy (Hailee Steinfeld) yang menjadi Spider-Woman; Spider-Man Noir (Nicolas Cage) yang tampil monokromatik; Peni Parker (Kimiko Glenn) sebagai Spider-Man ala anime; dan Peter Porker (John Mulaney) alias Spider-Ham yang berwujud seekor babi. Keenamnya bertemu akibat ulah Kingpin (Liev Schreiber) yang membuka portal dimensi untuk menyelamatkan anak serta istrinya yang telah wafat.

Sebagai lawan yang imbang, Kingpin bukanlah satu-satunya penjahat yang harus dihadapi oleh para Spider-Man. Mereka juga harus melawan Doctor Octopus (Kathryn Hahn), Green Goblin (Jorma Taccone), dan Scorpion (Joaquin Cosio). Belum lagi dengan hadirnya satu penjahat lain bernama Prowler (Mahershala Ali) yang misterius. Kurang seru apalagi film ini?! Into the Spider-Verse benar-benar memanjakan para penggemarnya dengan sangat maksimal.

Sosok Prowler yang misterius/via gamespot.com

Into the Spider-Verse memang cukup menjanjikan sebagai permulaan bagi Sony untuk mengembangkan universe si manusia laba-laba. Dalam wawancaranya, Amy Pascal yang bertindak sebagai produser pun mengungkapkan jika sosok Spider-Woman direncanakan untuk diset sebagai fokus cerita dalam sekuelnya nanti.

Sosok Kingpin yang dialihsuarakan oleh Liev Schreiber/via fandom.wikia.com

Layaknya sebuah universe yang dibangun, Into the Spider-Verse berpotensi menghadirkan karakter protagonis lain untuk bisa ikut dimunculkan. Saya rasa nggak berlebihan sih untuk berkhayal tentangnya. Gimana nggak, Kingpin yang dihadirkan sebagai antagonis dalam Into the Spider-Verse sejatinya juga lebih dikenal sebagai musuh abadi Daredevil. ia juga pernah berhadapan dengan Punisher.

Siapa tahu Sony akhirnya menjadi pelopor yang menghadirkan universe superhero di dunia sinematik meski hanya sebatas film animasi.

Komentar:

Komentar