Review Searching: Usaha Pencarian Orang Hilang yang Dieksekusi dengan Cerdas

Jargon millennial yang bilang Google knows everything berlaku di film ini

Di antara banyaknya film blockbuster yang beredar hingga pertengahan tahun 2018 ini, Searching menjelma jadi salah satu film yang mencuri perhatian. Film yang merupakan debut penyutradaraan bagi Aneesh Chaganty ini menghadirkan sebuah tema misteri dengan balutan thriller yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Searching: Film dengan ide dasar cerita sederhana yang memanfaatkan teknologi

Searching sebenarnya punya premis yang terbilang sederhana. David (John Cho) yang merupakan seorang ayah dibikin panik karena putri kesayangannya yang hilang tanpa jejak. Dan layaknya ayah yang bertanggung jawab, David pun harus harus mencari keberadaan putrinya yang bernama Margot (Michelle La) tersebut.

Di sinilah letak keunikan dan keseruan dari film ini. Kamu nggak akan disuguhi adegan pencarian anak hilang seperti di film kelas B yang dibintangi Stevel Seagal, di mana aktor utamanya melibas ribuan musuh dengan bantuan teknik bela diri. Dalam Searching, proses pencarian anak hilang itu dibantu dengan teknologi. Sebagai generasi millennial yang khatam dengan penggunaan internet dan medsos, sajian yang dipertontonkan Searching memberikan sensasi tersendiri bagi saya.

via inews.co.uk

Eksekusi sinematografinya yang memanfaatkan sudut pandang lewat penggunaan komputer, kamera webcam, hingga telepon genggam, terhitung unik dan cerdas. Penggunaan media sosial yang lumrah ditemui di kehidupan sehari-hari seperti Facebook, tumblr, Instagram, juga turut dimaksimalkan.

Dimanfaatkannya perkembangan teknologi untuk membalut unsur misteri dan thriller yang ada di dalamnya, membuat Searching lebih dari sekadar film tentang mencari anak hilang. Ini adalah film  cybercrime di era digital yang mematahkan pakem kebanyakan film misteri.

Berbeda dengan mayoritas film-film tersebut, Searching bisa hadir mencekam tanpa harus melibatkan visual yang bisa mengganggu sebagian penonton, seperti darah yang bertumpahan atau adegan kekerasan brutal.

Pencarian sosok Margot yang sukses bikin geregetan

Setelah dibuka dengan prolog yang mengharu biru, Searching menggiring kita untuk ikut terlibat dalam usaha David untuk mencari keberadaan Margot. Dengan berbekal rekam jejak digital dari laptop Margot yang terkoneksi dengan berbagai media sosialnya, David perlahan sadar kalau hubungannya dengan sang anak nggaklah begitu baik seperti yang dia kira sebelumnya. Ternyata banyak informasi kecil tentang kehidupan Margot yang dirahasiakannya dari David. Dan informasi tersebutlah yang akhirnya jadi bumbu drama dari film ini.

Tapi bukan hanya David yang dibikin geregetan saat proses pencarian anaknya. Sutradara Aneesh Chaganty patut dapat pujian berkat keputusannya memanfaatkan sudut pandang layar komputer. Karena lewat sudut pandang itu, saya seolah dipaksa untuk ikut mencari setiap detail informasi yang tersebar demi mencari keberadaan Margot.

Apakah Margot minggat, diculik, atau dibunuh? Berbagai spekulasi terus menghinggapi otak saya sepanjang durasi film. Intinya, ini film bikin geregetan!

via theverge.com

Setelah dibombardir dengan ketidakpastian, klimaks di penghujung film yang mengungkap jawaban atas keberadaan Margot akhirnya jadi sebuah kejutan besar yang sukses bikin saya melongo dan geleng-geleng kepala sendiri. Ya, saya nggak melebih-lebihkan. Saya memang dibikin melongo. Ketika saya pikir film sudah mau selesai, ternyata cerita masih berlanjut dan memberikan satu jawaban final di luar prediksi.

Sedikit keanehan yang bisa merusak jalinan cerita dalam Searching

Setiap usaha yang dilakukan oleh David bisa saya apresiasi dan acungi jempol. Sebagai orang awam, toh saya pun kayaknya bakal melakukan setiap tindakan yang dilakukan oleh David jika ada anggota keluarga saya yang hilang. Tapi hal ini bisa jadi bumerang jika ada penonton berstatus orang tua yang mungkin masih awam dengan teknologi alias gaptek.

via hollywoodnews.com

Lalu ada satu keganjilan yang cukup mengganjal buat saya, yakni tentang David yang seolah abai dengan satu aplikasi yang sebenarnya bisa cukup membantu.

Mengingat David dan Margot sama-sama menggunakan iPhone, kenapa David nggak langsung pakai fitur aplikasi find phone guna mengetahui lokasi dari anaknya? Well, walaupun begitu tindakannya masih bisa dimengerti. Kalau David berpikiran sama dengan saya, mungkin film ini bisa cepat selesai dengan durasi yang lebih singkat dan malah mengurangi esensi thriller di dalamnya.

Secara keseluruhan, Searching merupakan satu tontonan wajib sekaligus penting untuk disimak bahkan hingga beberapa tahun ke depan. Landasan drama di dalamnya seolah menjadi satu teguran bagi para orangtua untuk bisa lebih mengenal anaknya.

Sedangkan dari sudut pandang anak, Searching mengingatkan kita kalau media sosial bisa memberikan dampak yang cukup berbahaya, khususnya ketika berinteraksi dengan orang asing.

Nah, kamu sendiri masuk golongan orangtua atau anak nih?

- Advertisement -
Shares 30

Komentar:

Komentar