Review Johnny English Strikes Again: Aksi Mr. Bean Sebagai Mata-Mata?

English. Johnny English.

Johnny English Strikes Again menambah daftar panjang film bertema mata-mata yang dirilis di tahun 2018, setelah Mission: Impossible – Fallout dan The Spy Who Dumped Me. Sama seperti TSWDM, Johnny English lebih mengedepankan sisi komedi meski tentunya juga diisi oleh adegan aksi layaknya Fallout.

Penjahat tanpa motif yang jelas

via teaser-trailer.com

Film ketiga dari Johnny English ini menceritakan tentang agen Johnny English (Rowan Atkinson) yang sudah pensiun dari tugas mata-matanya dan beralih profesi jadi guru. Namun setelah terjadi aksi peretasan yang menyebar seluruh nama agen mata-mata ke publik, Johnny dipanggil kembali untuk mengungkap siapa dalang dari pelaku peretasan tersebut.

Kalau kamu membutuhkan cerita yang rumit khas film mata-mata, Johnny English jelas bukan pilihan yang tepat. Ya iyalah, namanya juga film komedi. Yang ada perut kamu malah dibikin mules karena ketawa non stop sepanjang durasi film.

Tapi terlepas dari genre komedinya, heran juga kenapa nggak ada penjelasan lebih mendalam terkait motif dari pelaku untuk menghancurkan dunia dengan melakukan peretasan tersebut.

Kejutan dalam bentuk twist juga nggak ditemukan. Kamu bisa dengan mudah menemukan siapa sosok penjahat di dalam film lewat penjabaran ceritanya. “Oh, itu penjahatnya. Terus maksudnya apa?” kira-kira begitulah komentar saya setelah film berakhir.

Johnny English atau Mr. Bean?

via awardscircuit.com

Karena dibawakan dengan unsur komedi, kamu tentunya nggak akan banyak menemukan adegan spektakuler yang bisa bikin kamu menghela napas layaknya Mission: Impossible atau James Bond. Sebagai penonton, kamu cukup duduk manis sambil menikmati kekonyolan yang dihadirkan Johnny di sepanjang film.

Melihat nama Rowan Atkinson sebagai aktor yang dikenal piawai membawakan komedi lewat karakter ikoniknya sebagai Mr. Bean, melucu tentu bukan suatu kesulitan besar untuk dibawakan. Komedi slapstik dengan mimik komikal tetap menjadi andalan utamanya untuk melucu.

via imdb.com

Beberapa adegan slapstik seperti saat Johnny melakukan kekacauan dalam penyamarannya di restoran, atau saat dia hendak terjun dari atas kapal seperti yang ditampilkan dalam trailer adalah contoh dari adegan slapstik yang ketebak momen lucunya. Ditambah lagi dengan pembawaan mimik komikalnya yang juga jadi bahan lainnya dalam melucu. Mimik muka tengilnya ikut jadi satu paket dari pembawaan Rowan Atkinson dalam menghadirkan tawa penonton.

Berhasilkah usaha melucunya itu? Bisa iya, bisa juga nggak. Karena kalau kamu bosan dengan pola yang dihadirkan Rowan Atkinson di film ini, tentunya apa yang dihadirkan dalam Johnny English malah jadi terasa biasa atau berakhir garing. Dengan nggak melupakan fakta kalau Rowan juga lekat dengan karakter Mr. Bean, saya malah jadi bingung apakah sedang menonton sosok Johnny English atau Mr. Bean.

Adegan paling kentara yang saya ingat adalah ketika Johnny kembali ke markasnya dan hendak menceritakan siapa dalang dari pelaku peretasan. Johnny yang kelelahan setelah berdansa dan terkena pengaruh obat malah tertidur sambil duduk. Sesekali dia mencoba membuka mata walaupun sulit, dan tak lupa juga dia mengganjal mata dengan kedua tangannya.

Yup, bikin keingetan sama salah satu adegan dalam Mr. Bean yang mengantuk di dalam gereja, kan?

Adegan dalam Mr. Bean yang direka ulang di Johnny English/via bigtrial.com

Apakah Rowan Atkinson sudah kehabisan bahan melucu untuk menghadirkan penampilan yang menyegarkan? Tapi balik lagi. Toh meramu film komedi memang terbilang susah. Melucu juga perlu ide dan usaha untuk sekadar bisa membuat penonton tertawa.

Layaknya sebuah komedi yang memang dibuat untuk menghibur, kamu bisa mengenyampingkan persoalan slapstik di atas dan tertawa melihat tingkah polah khas Rowan Atkinson dalam perannya sebagai Mr. Bean… eh Johnny English maksudnya.

- Advertisement -
Shares 9

Komentar:

Komentar