Review A Star Is Born: Kolaborasi Bradley Cooper dan Lady Gaga yang Menghipnotis Kita!

Ini lebih dari sekedar satu film romansa berbalut racikan musikal

A Star Is Born sejatinya adalah sebuah film remake. Dan seperti yang sebagian dari kamu sadari, selalu ada alasan kenapa produser mau memproduksi karya remake. Entah itu untuk menarik penggemar baru atau karena ceritanya menarik untuk diangkat kembali ke layar lebar.

Tapi apakah kamu tahu kalau film ini merupakan remake yang keempat kalinya?

Film originalnya rilis pada tahun 1937. Lalu remake pertama hadir di tahun 1954, remake kedua di tahun 1976, dan remake versi Bollywood di tahun 2013. Kini, remake keempat yang menggandeng Bradley Cooper dan Lady Gaga sebagai bintang utamanya ini juga sekaligus menjadi debut Cooper di bangku sutradara.

Filmnya sendiri mengisahkan tentang Jackson ‘Jack’ Maine (Bradley Cooper), seorang musisi yang secara nggak sengaja bertemu dengan Ally (Lady Gaga) yang memiliki bakat terpendam sebagai seorang penyanyi dan penulis lagu. Ally yang awalnya menutup diri, perlahan menjelma menjadi seorang bintang besar lewat dukungan Jack.

via telegraph.co.uk

Debut penyutradaraan Bradley Cooper yang juga berakting sambil bernyanyi

Akting Bradley Cooper nggak perlu diragukan lagi. Ia sudah mengantongi tiga nominasi Oscar lewat perannya dalam Silver Linings Playbook (2012), American Hustle (2013), dan American Sniper (2014). Akting itu mungkin ibarat sarapan pagi buatnya. Berbekal kemampuan seperti itu, tantangan besar dalam memerankan sosok Jack juga berhasil dilakukannya. Bayangkan, ia diharuskan bernyanyi sekaligus memainkan alat musik yang bukan merupakan ranah keahliannya. Dan Cooper bisa menjawab tantangan tersebut dengan apik.

Sebagai seorang sutradara, usaha Cooper dalam debutnya ini juga layak diacungi dua jempol. Ia berhasil mengolah kisah remake A Star Is Born ke dalam versinya sendiri dengan sentuhan modern. Dalam durasi hampir dua setengah jam, Cooper dengan sabar mengeksplorasi cerita dan latar belakang karakter.

via bbc.com

Mulai dari kisah Jack sendiri sebagai seorang musisi terkenal  yang berjuang dengan kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang, kisah Ally yang berbakat namun minder pada penampilan fisiknya, hubungan Jack dan Ally, sampai pasang surut karier dari masing-masing karakter utama.

Lewat film ini, Cooper membawa kisah romansa musikal A Star Is Born dengan hangat sekaligus emosional.

Lady Gaga yang seperti menjadi dirinya sendiri

via people.com

Lady Gaga yang menjadi lawan mainnya juga ikut hadir memberikan performa yang sama baiknya. Memerankan karakter Ally yang punya bakat terpendam seolah bukan jadi hambatan yang dilakukan Gaga, mengingat dirinya memang seorang penyanyi dan penulis lagu handal di kehidupan nyata. Hal tersebut yang akhirnya membuat setiap adegan Ally bernyanyi menjadi terasa lebih hidup. Ya, Gaga bisa tampil bak bunglon yang memukau saat berakting sebagai Ally, sekaligus membius saat bernyanyi.

Lucunya, Menonton A Star Is Born membuat saya seolah menonton biopik dari Lady Gaga itu sendiri. Ally diceritakan minder dengan penampilannya dan memilih menutup diri. Saat kariernya mulai diorbitkan oleh Rez (Rafi Gavron) selaku manajer, Ally akhirnya diminta untuk merubah penampilan yang berbeda 180 derajat dari kesehariannya.

Transformasinya masih terhitung wajar sih kalau di film, nggak seekstrim Lady Gaga di awal karier musiknya.

A Star Is Born: sebuah romansa musikal yang emosional lewat kolaborasi Bradley Cooper dan Lady Gaga

via fashionista.com

A Star Is Born sekilas memang hadir dengan jalan cerita yang terbilang standar. Namun Bradley Cooper dan Lady Gaga berkolaborasi membawakan kisah adaptasi ini dengan hangat sekaligus emosional. Chemistry keduanya hadir dengan apik dalam memerankan pasangan Jack dan Ally yang saling menguatkan dan membutuhkan satu sama lain.

Konsep musikal yang dihadirkan dalam film ikut berpadu menghasilkan sebuah sajian yang juga menghibur. Cooper menyanyikan lagu-lagu bercorak rock, sedangkan Gaga kebagian jatah lagu berirama pop dan elektronik yang bisa bikin menggoyangkan tubuh sesekali mengikuti irama. Track terbaik dalam soundtrack hadir dalam kolaborasi Cooper dan Gaga berjudul Shallow, serta nomor penutup yang Gaga nyanyikan dalam I’ll Never Love Again sebagai pilihan saya pribadi.

A Star is Born akhirnya hadir lebih dari sekadar film romansa berbalut racikan musikal. Lewat film ini, penonton bisa mengambil beberapa pesan positif. Mulai dari belajar mengendalikan masalah dari persoalan pribadi, menerima diri sendiri tanpa harus memedulikan semua komentar miring orang lain, dan terutama berusaha untuk yakin dan percaya pada bakat yang dimiliki diri sendiri.

Apakah komentar negatif orang terhadap diri kamu menghambat impian, atau malah menjadi semangat pembuktian diri?

11 Shares

Komentar:

Komentar