Rekomendasi 18 Manga Horor Junji Ito, sang Master of Horror dari Jepang

Kekuatannya mungkin setara dengan master kung fu shaolin

:

Jika kita berbicara tentang maestro horor dari Negeri Sakura, mau nggak mau kita wajib menyebut dua nama. Yang pertama adalah Kazuo Umezu, mangaka yang melahirkan karya fenomenal The Drifting Classroom. Sementara nama kedua diisi oleh Junji Ito, komikus yang mulai menulis karya-karya horor karena, salah satu alasannya, terinspirasi dari Kazuo Umezu.

Di artikel ini kita akan menelusuri manga terbaik dari Junji Ito. Well, sebetulnya Selipan pernah membahas karya dari Ito di artikel ini. Tapi karena penulis-penulis Selipan amat sangat mencintai karya-karya beliau, kami memutuskan bahwa 8 manga itu nggak cukup buat mewakili kejeniusan Ito dalam meramu cerita dan membuat gambar yang sanggup bikin pembacanya nggak nyaman.

Maka dari itulah, kali ini kami bakal merekomendasikan kamu 18 manga horor terbaik karya Junji Ito. Enjoy

1. Uzumaki

Cerita manga ini berkisar pada seorang bocah yang ingin menjadi Hokage… Eh, bukan, bukan. Itu manga yang lain, dan nggak pantas ada di dalam daftar ini.

Uzumaki bisa diartikan juga menjadi spiral. Judul ini memang pas untuk menggambarkan isi komiknya sendiri. Alasannya? Karena Uzumaki menceritakan tentang obsesi penduduk suatu kota di Jepang terhadap bentuk spiral. Entah apa yang dipikirkan Ito saat menulis manga ini, tapi idenya bisa disebut kreatif dan unik. Siapa yang menyangka obsesi terhadap spiral bisa berubah menjadi sesuatu yang mengerikan!?

Nggak percaya? Mari kita lihat sedikit buktinya. Salah satu karakter di manga ini sampai melakukan hal yang menjijikkan karena saking terobsesinya dia dengan spiral. Seperti ini nih…

Shogakukan

Yup, dia melilit tubuhnya sendiri hingga menyerupai bentuk spiral. Dasar kurang kerjaan!

2. The Enigma of Amigara Fault (one-shot dalam manga Gyo)

Viz Media

Jika di Uzumaki orang-orang terobsesi pada spiral, karakter dalam The Enigma of Amigara Fault terobsesi pada lubang yang muncul di pegunungan setelah terjadinya gempa bumi. Anehnya, lubang-lubang itu seolah dibuat untuk orang tertentu, karena seseorang hanya bisa memasuki satu lubang yang ukurannya pas dengan orang tersebut.

Kira-kira apa ya yang ada di ujung lubang itu?

3. Gyo

Shogakukan

Plot dari Gyo terdengar sedikit konyol sih. Makhluk-makhluk laut seperti ikan hingga hiu jadi mengganas, lalu mereka menyerbu daratan dan membuat kepanikan besar pada umat manusia.

Tapi jangan ragukan kecerdasan Ito dalam meramu hal-hal ganjil dan seram di manga ini. Sutradara kenamaan seperti Guillermo del Toro saja mengagumi karya-karya Ito. Dan salah satu karya yang dia anggap menyeramkan adalah Gyo.

4. Tomie

Viz Media

Tomie udah mendapat kesuksesan besar sebagai manga, dan bahkan kamu bisa menemukan filmnya. Yaah, tapi film Tomie masih kalah tenar jika dibandingkan Ringu atau Ju-on.

Tomie sendiri merupakan nama seorang gadis dalam manga ini. Diceritakan, dia adalah gadis yang sangat cantik sekaligus penggoda ulung. Laki-laki yang ada di sekitarnya (dan melihat langsung parasnya) bisa dipastikan bertekuk lutut di hadapan Tomie.

Tapi setiap laki-laki yang dikencani Tomie selalu berakhir cemburu padanya. Saking cemburunya, mereka seolah nggak berpikir dua kali untuk menghabisi nyawa Tomie, dengan cara yang sangat kejam pula. Dan setiap mereka selesai membunuhnya, nggak lama berselang Tomie selalu muncul kembali dalam keadaan sehat walafiat dan segar bugar.

Jadi siapa sebenarnya Tomie? Kenapa dia selalu kembali dari kematian?

Sebenarnya Tomie punya serial komiknya sendiri. Tapi kamu juga bisa menemukan Tomie di Horror Comic Collection, manga yang berisi cerita-cerita pendek karya Junji Ito.

5. Black Paradox

Big Comic Spirits

Menceritakan tentang empat orang yang berkumpul untuk bunuh diri massal, Black Paradox lambat laun menggiring kita ke dalam dunia misteri dan supranatural yang menantang akal sehat kita.

Jika mau dibandingkan dengan empat manga sebelumnya, horor dalam Black Paradox memang kalah kuat. Tapi manga ini punya kelebihan dalam penggambarannya tentang tendensi bunuh diri yang dimiliki karakter-karakternya, sekaligus rasa takut akan kematian.

Tema tentang bunuh diri memang lumayan sering dipakai dalam karya-karya Ito.

6. Slug Girl (one-shot dalam manga Itou Junji’s Horror Comic Collection)

Selain bunuh diri, sepertinya Junji Ito punya ketertarikan yang unik terhadap siput. Hewan itu jadi salah satu poin utama di dalam cerita Uzumaki. Dan di manga Slug Girl, Ito kembali menggunakan siput sebagai aspek utama untuk menghadirkan kengerian di dalamnya.

Lalu manga tentang apa Slug Girl itu? Apa ceritanya tentang superhero berkekuatan siput?

Asahi Sonorama

Ternyata bukan!

Jika kamu punya teman cerewet yang tiba-tiba jadi pendiam, dan ternyata dia diam karena lidahnya berubah jadi siput, apa yang akan kamu lakukan? Kira-kira seperti itulah bagian pembuka dari Slug Girl.

7. Face Burglar (Itou Junji’s Horror Comic Collection)

Asahi Sonorama

Face Burglar adalah satu dari sekian banyak manga karya Junji Ito yang bertemakan keabnormalan tubuh manusia.

Bayangkan kalau kamu bertemu orang yang bisa meniru wajah kamu, dan dia bisa melakukannya hanya dengan melihat muka kamu. Lebih parahnya lagi, si peniru itu juga bakal mencuri identitas kamu.

Sedikit saran, pastikan kamu lihat pemandangan disturbing di akhir manga ini.

8. My Dear Ancestors (Itou Junji’s Horror Comic Collection)

Buat sebagian orang, ketemu calon mertua merupakan tahapan yang paling berat sebelum memasuki jenjang pernikahan. Tapi gimana kalau calon mertua kamu punya kepala kayak gini…

Asahi Sonorama

Masih maukah kamu menikah dengan pacar kamu? Masih maukah kamu!?

Kejutan yang ada di My Dear Ancestors nggak cuma itu doang. Kamu harus baca sendiri komiknya buat mengetahui kengerian macam apa yang hendak ditunjukkan Ito lewat manga ini.

9. Snow White

Asahi Sonorama

Satu hal yang menurut kami bikin one shot ini jadi menarik adalah bagaimana Ito bisa memberikan ciri khasnya ke dalam satu kisah klasik tanpa menurunkan kualitas ceritanya. Jangan berharap kamu bakal menemukan Snow White akhirnya dicium pangeran tampan. Karena lewat manga ini, kamu akan mendapatkan akhir cerita yang sangat mengerikan, tapi di waktu yang bersamaan terasa memuaskan.

10. Splatter Film (Itou Junji’s Horror Comic Collection)

Mencuri barang milik orang lain dan membantah larangan dari Dewa jelas bukan tindakan terpuji. Tapi karakter-karakter di Splatter Film punya alasan yang masuk akal kenapa mereka nggak bisa menahan diri untuk nggak mencuri madu yang paling enak sedunia. Beberapa dari mereka bahkan rela mati demi bisa minum madu tersebut.

Dan kamu tahu apa hukuman untuk orang serakah yang mengabaikan larangan untuk minum madu itu?

Asahi Sonorama

Yup, badan mereka meledak dan hancur berkeping-keping. Sekarang pertanyaannya, bisakah mereka menyelamatkan diri dari takdir yang sulit buat dihindari?

11. The Will (Itou Junji’s Horror Comic Collection)

Asahi Sonorama

Meskipun tajuknya horor, komik-komik Junji Ito terhitung jarang berisikan hantu. Pengecualian salah satunya ada di manga berjudul The Will. Cerita dari manga ini memang tentang satu keluarga yang diganggu oleh hantu, sesimpel itu.

Tapi karena manga ini dibuat oleh Junji Ito, kamu bakal melihat penampakan hantu yang amat disturbing buat dilihat. Dan suara yang dikeluarkan oleh hantunya pun, iiih… selaras banget dengan mukanya yang mengerikan.

Uwu… uwu…

12. Fashion Model (Itou Junji’s Horror Comic Collection)

Sekelompok mahasiswa ambisius pengin membuat film untuk diikutkan dalam kompetisi. Sayangnya, mereka nggak punya aktor perempuan yang pintar berakting. Oleh karena itu mereka membuka dua lowongan untuk aktor yang berminat mengisi peran dalam film mereka.

Satu lowongan berhasil diisi oleh perempuan normal yang, lumayan lah tampangnya. Tapi satu lowongan sisanya diisi oleh perempuan dengan penampakan seperti ini…

Asahi Sonorama

Seolah belum cukup, para mahasiswa ini pun berencana untuk syuting di pegunungan terpencil. Siapa sebenarnya aktor perempuan tersebut? Apa mereka bisa menyelesaikan syuting dengan lancar?

Yeah… “bisa banget”.

13. The Circus Is Here (Itou Junji’s Horror Comic Collection)

Asahi Sonorama

Pemain sirkus profesional itu harusnya jago dalam beraksi. Tapi entah kenapa, ada yang nggak beres sama pemain-pemain sirkus di The Circus Is Here. Hampir semua pemain sirkus mereka sama sekali nggak becus. Sekalinya mereka menggelar pertunjukan, udah bisa dipastikan, banyak dari pemain sirkusnya yang mati.

Dari pengalaman kami membaca karya-karya Junji Ito, nggak jarang kami dibikin ngeri lewat keanehan-keanehan yang ada di dalamnya. Dan manga ini termasuk salah satu contoh terbaik jika kamu pengin merasakan hal yang sama.

14. The Window Next Door (Itou Junji’s Horror Comic Collection)

Saat kamu tertidur lelap di tengah malam, tiba-tiba saja kamu terbangun karena mendengar ketukan di jendela. Selain itu, kamu juga mendengar suara sayup yang memanggil-manggil kamu. Dituntut oleh rasa penasaran, kamu pun membuka jendela kamar demi melihat pemandangan ini…

Asahi Sonorama

Tapi hey, ternyata itu cuma tetangga sebelah rumah yang pengin kenalan. Dan selanjutnya… dia pengin masuk ke kamar kamu.

15. The Bully (Itou Junji’s Horror Comic Collection)

Asahi Sonorama

Di awal cerita, kamu mungkin nggak bakalan nemu elemen horor yang kental dalam manga The Bully. Ceritanya memang dibangun secara perlahan, biar kamu bisa mendeteksi apa yang salah dari karakter utamanya yang suka merisak teman masa kecilnya.

Horor yang sesungguhnya baru akan kamu temukan saat cerita menyentuh bagian akhirnya. Dan percaya deh, kamu bakal merasa sangat nggak nyaman saat melihat transformasi yang dialami karakter utama The Bully.

16. Town Without Streets (Itou Junji’s Horror Comic Collection)

Asahi Sonorama

Ini adalah manga yang sanggup membuat kami merasa terganggu saat melihat kelakuan karakter-karakternya. Keganjilan, keganjilan, dan keganjilan, saya diberondong banyak keganjilan secara bertubi-tubi saat membuka halaman demi halaman manga ini.

Plot dari Town Without Streets terdiri dari dua bagian. Di bagian pertama kamu bakal melihat karakter utamanya diintip oleh keluarganya sendiri saat berada di rumah. Di bagian kedua, kamu bakal melihat sang karakter utama yang muak sama kelakuan keluarganya, memutuskan pindah ke rumah bibinya yang ada di kota lain.

Dan di sanalah kamu akan menemukan keganjilan yang jauh lebih gila lagi.

17. Red Turtleneck (one-shot dalam manga Fragments of Horror)

Saat kamu udah punya pasangan yang cocok, nggak usah lagi lah selingkuh sama orang lain, apalagi kalau selingkuhan kamu itu nggak lebih baik dari pasangan kamu. Mungkin itulah pesan dari manga ini. Dan mungkin kamu pun bakal mengangguk setuju setelah lihat nasib dari karakter utama Red Turtleneck.

Ketika karakter utama kita tengah tidur dengan selingkuhannya, tiba-tiba aja selingkuhannya itu pengin memenggal kepalanya. Dia memang berhasil lolos dari maut. Tapi ganjarannya, dia harus menahan kepalanya yang udah longgar karena hampir dipenggal biar nggak copot dari lehernya.

Asahi Sonorama

Bayangkan gimana rasanya kalau seumur hidup kamu harus menahan kepala kamu yang hampir putus? Kamu nggak boleh tertidur. Sekalinya ketiduran, kepala kamu bakalan copot dari leher.

18. Glyceride (one-shot dalam manga Voices in the Dark)

Peringatan: manga ini berisi grafik yang bikin perut mual. Kalau kamu punya imajinasi yang kuat, dan kebetulan sekarang kamu lagi ada di dalam mobil, mending kamu nggak usah baca manga ini kalau nggak mau muntah di dalam mobil.

Karakter utama Glyceride merupakan anak dari pemilik restoran. Tapi karena ventilasi di rumah mereka jelek, seluruh ruangan di sana jadi lembab dan penuh dengan minyak serta lemak. Alhasil, kakak dari si karakter utama mukanya jadi penuh jerawat. Merasa frustrasi karena mukanya penuh jerawat, sang kakak pun memencet jerawatnya. Dan nanahnya jatuh ke…

Asahi Sonorama

… ke muka adiknya. Yuck!

Glyceride mengisahkan cerita tentang apa yang akan terjadi di dalam rumah berisikan ayah serta anak yang mentalnya kurang sehat. Mereka jadi punya kebiasaan yang menjijikkan.

Kamu baru aja baca rekomendasi 18 manga horor terbaik dari Junji Ito. Sekarang, waktunya kamu untuk membaca langsung komiknya. Tapi apa kamu udah siap?

Ini cuma komik kok, nggak usah pakai persiapan segala. Tinggal baca doang.

7 Shares

Komentar:

Komentar