Percaya Nggak kalau Death Stranding Bakal Jadi Game yang Unik dan Anti-Mainstream?

Kami menunggu inovasimu, Kojima!

:

Sedikit demi sedikit misteri tentang Death Stranding mulai terkuak ke permukaan. Baru-baru ini Mads Mikkelsen, aktor yang juga terlibat dalam Death Stranding, mengungkapkan kepada majalah Total Film mengenai gameplay dari game tersebut.

via bleedingcool.com

Dan konsep dari game ini ternyata nggak jauh-jauh dari ‘Kojima Style. Apa itu Kojima Style?

Masih ingat game Metal Gear Solid 5: The Phantom Pain, P.T., atau mungkin Boktai karya Kojima? Ketiga game tersebut mempunyai tujuan tersembunyi yang berkaitan dengan misi sosial. Kojima seakan-akan ingin mengingatkan kita bahwa manusia adalah makhluk sosial melalui game garapannya tersebut.

Pada Metal Gear Solid 5, satu cutscene spesial akan terpicu apabila tidak ada satu pun pemain yang memiliki, mengembangkan, atau menggunakan nuklir. Itu artinya semua pemain harus bisa berkoordinasi dan berkolaborasi satu sama lain untuk tidak menggunakan nuklir. Dan percayalah, itu hal yang susah kalau nggak mau dibilang mustahil.

Pada P.T. yang notabenenya playable teaser dari Silent Hills, teka-teki pada game tersebut tidak akan terpecahkan apabila gamer tidak bekerja sama dan saling memberikan petunjuk di dunia maya.


Sedangkan di Boktai, gamer dipaksa untuk bermain di luar rumah. Itu karena gameplay Boktai mengharuskan karaktermu terkena sinar matahari supaya bisa mengalahkan musuh. Bahkan cartridge game ini mempunyai daylight sensor lho. Jadi kamu nggak bisa mengakalinya pakai lampu atau cahaya buatan lainnya. Lalu dimana letak Kojima Style pada game ini? Kalau kamu keluar rumah dan bertemu gamer lain yang juga main game ini, kira-kira apa yang menurutmu bakal terjadi? Nah, kan!

Oke, balik lagi ke Death Stranding, Mikkelsen menjelaskan kalau konsep dari game ini membutuhkan kolaborasi dari banyak orang di berbagai belahan dunia. Konsep kolaborasi ini sendiri dapat dipastikan (baik oleh Kojima, Norman Reedus, dan Mikkelsen) tidak akan sama dengan game-game yang sudah ada. Bukan berkolaborasi untuk mengalahkan sesuatu, bukan bekerja sama untuk membangun sesuatu, tapi lebih ke arah menghubungkan sesuatu.

via gamesradar.com

Sepertinya Kojima terinspirasi dari para gamer yang lebih suka menyendiri dan lebih dekat ke gawai daripada ke sesama manusia. Mungkin ia mempunyai misi ingin menyadarkan para gamer dan mengingatkan hakikat  manusia sebagai makhluk sosial.

Hal tersebut bukannya tanpa alasan karena itu juga pernah diungkapkannya ketika diwawancarai The Guardian. Ia khawatir dan merasa bertanggung jawab terhadap para penggemarnya, terlebih para generasi muda yang lahir di zaman serba digital yang sangat dekat dengan ponsel, tablet, media sosial, dan game.

Teka-teki kolaborasi pada game Death Stranding ini tentu saja memicu perdebatan, teori, dan opini dari game di berbagai penjuru dunia. Menurut kamu sendiri seperti apa kira-kira konsep kolaborasi ini?

Komentar:

Komentar