Udah Tahu Nyeremin Masih Aja Ditonton, Ini Nih Alasan Kenapa Banyak Orang Suka Film Horor


The fear of blood tends to create fear for flesh.” ~ Silent Hill

Sebenarnya masuk akal nggak sih, kita bayar uang untuk ngeliat sesuatu yang menyeramkan? Hehehe. Yup, seperti analogi kutipan di atas, pasti ada faktor yang membuat banyak orang (termasuk kamu dan saya) yang rela duduk berjam-jam cuma buat ditakut-takuti. Jadi sepertinya, itu masuk akal.

Karena apa? Karena hal-hal berikut ini.

 1. “Kenangan” dari Masa Kecil yang Terbawa Sampai Sekarang

0aae3eed3c9273a3067359c4be5b26e8
via pinterest.com

Coba inget-inget masa kecil kamu. Apa dulu kamu senang mendengarkan cerita hantu? Apa kamu penasaran sampai-sampai bertanya ke orangtua kamu apa itu sebenarnya hantu? Ya, bagi beberapa orang, terutama penggemar film horor, sifat masa kecil ini masih terbawa sampai dewasa.

Mungkin… mungkin dalam kasus film horor ini kita nggak ubahnya anak kecil yang selalu penasaran dengan cerita-cerita seram. Padahal kalau dipikir-pikir, apa hantu-hantu yang ada dalam film itu masuk akal? Nggak juga. Dan apa film kartun itu masuk akal? Jelas tidak. Jadi, apa film horor dan film kartun itu hampir sama? Kalau film horornya konyol, mungkin kesannya hampir mirip dengan film kartun. Hehehe.

Tapi yang jelas, film horor itu adiktif buat sebagian orang.

- Advertisement -

2. Sesuatu yang Tidak Diketahui, Cenderung Menimbulkan Rasa Takut

B43
via americanglob.com

Faktor ini lebih cocok untuk menyebut genre psychological horror/horor psikologis atau horor yang dibalut misteri. Contohnya dalam film Blair Witch Project, dimana kamu digiring untuk melihat keanehan-keanehan yang kamu nggak tahu sumbernya apa. Karakter-karakter dalam film bingung, kamu ikutan bingung. Karakter merasa takut, jantung kamu juga ikutan berdebar kencang.

Kita suka dibawa ke tempat antah-berantah; kita suka “dipermainkan” sebelum dikejutkan dengan sesuatu yang nggak kita ketahui itu.

3. Keterlibatan Nggak Langsung

watching-horror-movies
via scoopempire.com

Dengan menonton film horor berkualitas wahid, adrenalin kita bakal ikut terpacu, seolah-olah kita adalah karakter utama yang dikejar-kejar oleh, katakanlah, pembunuh berantai. Bisa dibilang menonton film horor hampir sama dengan melakukan aktivitas atau hobi yang ekstrem, tapi kita tahu kita akan baik-baik aja saat filmnya selesai.

4. Membagi Rasa Takut dengan Orang Lain

donnie-darko-jake-gyllenhaal-jena-malone-frank-rabbit
via denofgeek.com

Beberapa orang lebih suka nonton film horor sendirian. Tapi, ada juga yang senang jika menonton bareng-bareng atau bersama pasangan. Dan terkadang melihat ekspresi ketakutan orang lain itu mengasyikkan, lho. Hehehe. Terlebih lagi, kamu nggak bakal ketakutan sendirian.

5. Karena Kita Suka Ditakut-takuti

giphy
via giphy.com

Mungkin orang-orang yang nggak suka film horor merasa aneh dengan hal yang satu ini. Tapi, film horor nggak akan dibuat kalau nggak ada orang yang senang dengan hal-hal yang menyeramkan. Biar lebih spesifik, ini faktor-faktor lain yang membuat film horor selalu dinanti, ditonton, sekaligus membuat kita ketakutan:

6. Sosok-Sosok Misterius

maxresdefault
via youtube.com

Berbeda dengan lukisan misalnya, yang dibuat agar orang-orang mengagumi keindahannya, sosok-sosok dalam film horor dibuat untuk menakuti penonton. Mau itu hantu, zombie, atau psikopat, yang penting menyeramkan.

7. Jumpscare

tumblr_inline_nnmol5GX951rtwj6r_500
via tumblr.com

Jumpscare yang nggak efektif malah bisa membuat kamu kesal. Tapi, jika ditempatkan pada waktu dan tempat yang tepat, jumpscare memang bisa bikin kamu melompat dari tempat duduk. Contoh dari jumpscare yang bagus bisa dilihat di film The Conjuring.

8. Cerita yang Mendukung

lead_large
via theatlantic.com

Setuju nggak kalau film horor yang bagus itu nggak cuma mengandalkan adegan-adegan sadis atau jumpscare? Yup, film-film seperti The Babadook atau It Follows membuktikan kalau film horor kekinian bisa dinikmati dengan menonjolkan atmosfer dan cerita yang dikandungnya.

Jadi, udah siap buat lanjut nonton film-film horor?

- Advertisement -
Shares 72

Komentar:

Komentar