Tahu Nggak? 10 Film Keren Ini Ternyata Diadaptasi dari Buku yang Sama Bagusnya Lho!


:

Setelah sebelumnya kita membahas tentang film adaptasi video games dan komik yang kualitasnya “agak mengecewakan”, sekarang kita beralih ke film-film adaptasi yang bagus. Yup, lebih tepatnya film-film keren yang diadaptasi dari novel dan komik.

Mengadaptasi sebuah buku menjadi film sendiri bukan pekerjaan yang gampang. Selalu aja ada fans fanatik yang merasa filmnya nggak sama dengan sumbernya. Maka dari itu, film-film yang nyaris nggak memiliki celah untuk dikritik ini pantas banget untuk mendapatkan apresiasi kita, terlepas dari secuil perbedaan antara buku dan filmnya (kalaupun ada).

Oh ya, daftar ini nggak akan memasukkan film-film yang udah dikenal luas nan populer kaya Harry Potter, Lord of the Rings, atau The Hunger Games yah. Jadi jangan kecewa kalau kamu nggak nemuin film kesayangan kamu di sini, hehehe.

1. The Pianist

adrien-brody-the-pianist-6
via studenthandouts.com

(Diadaptasi dari memoar Wladyslaw Szpilman, seorang pianis asal Polandia, tentang pengalamannya saat Perang Dunia II)

Film besutan sutradara Roman Polanski dan turut dibintangi oleh Adrien Brody ini emang layak diganjar berbagai penghargaan serta nominasi. Mengambil setting saat Perang Dunia II tengah berkecamuk, The Pianist menceritakan tentang kehidupan seorang pemain piano berdarah Yahudi di kota Warsawa, Polandia.

Dijamin deh, emosi kamu bakal diaduk-aduk melihat perjuangan Szpilman, yang terpisah dari keluarganya, dalam bertahan hidup di tengah-tengah invasi Nazi Jerman ke tanah airnya. Dengan kualitasnya yang mumpuni dan nggak bikin kamu bosan, film ini juga bisa dibilang salah satu media ampuh untuk menunjukkan bagaimana rakyat kecil selalu menjadi korban dari peperangan.

2. Let the Right One In

Let-The-Right-One-In-Eli
via screenrant.com

(Diadaptasi dari novel karya John Ajvide Lindqvist)


Kamu suka film vampir dan sekaligus muak mendengar judul-judul film dari Twilight Saga? Film horor dari Swedia berjudul Let the Right One In ini pilihan tepat untuk melepas dahaga kamu akan film vampir yang dikemas secara ciamik. Meskipun mengandung sisi romantisme juga, tapi film ini jauh lebih kental dengan nuansa misterius dan horornya yang menyeramkan.

3. Lolita

001-lolita-theredlist
via theredlist.com

(Diadaptasi dari novel karya Vladimir Nabokov)

Kita sedang membicarakan film kontroversial hasil adaptasi novel yang sama kontroversialnya. Saking kontroversialnya, sutradara film ini, Stanley Kubrick, mengaku mendapat tekanan dari berbagai pihak, seperti lembaga sensor dan komunitas agama. Penyebab kontroversinya sendiri bisa dimengerti, toh baik novel maupun filmnya mengangkat isu sensitif: pedofilia. Bahkan Kubrick terpaksa mengubah umur Lolita, yang di novelnya berusia sekitar 12 tahun, menjadi 14 tahun di filmnya.

Yup, Lolita memang mengisahkan tentang kehidupan seorang pedofil bernama Humbert Humbert dan sang “kekasih” yang dipanggilnya Lolita. Meskipun dalam dunia nyata perbuatan pedofilia nggak bisa dimaafkan, tapi dalam karya sastra tema seperti ini memang memiliki keunikan tersendiri untuk diangkat. Contohnya, kita bisa membedah bagaimana sosok karakter seperti Humbert Humbert memandang dunia di sekitarnya?

4. A Clockwork Orange

alex
via the-indie-pendent.com

(Diadaptasi dari novel karya Anthony Burgess)

Satu lagi karya masterpiece dari Stanley Kubrick. Well, film yang satu ini emang nggak direkomendasikan buat semua orang, sih. Apa pasal? Karena film ini mengandung banyak banget adegan kekerasan dan kurang senonoh yang dilakukan karakter utamanya, seorang remaja sosiopat, bersama teman se-gengnya. Kalau kamu menonton film ini, kamu mungkin bakal sering berkomentar, “Adegan apaan ini!?”

Tapi sebagai sebuah karya, apa A Clockwork Orange layak untuk ditonton? Jawabannya, 100% iya (terutama untuk yang kuat mental). Film ini keren banget!

5. Oldboy

maxresdefault
via youtube.com

(Diadaptasi dari komik/manga karya Garon Tsuchiya & Nobuaki Minegishi)

Sebuah seri komik yang mengangkat tema dewasa bisa aja diangkat jadi sebuah film yang pantas diacungi jempol oleh semua orang. Hal itu udah dibuktikan oleh Oldboy. Tapi nih, meskipun komiknya dibuat oleh komikus Jepang, film adaptasinya sendiri merupakan karya sineas asal Korea Selatan.

Lalu bagaimana ceritanya? Dalam Oldboy, kamu akan digiring untuk menyaksikan bagaimana sang karakter utama tiba-tiba diculik oleh sosok misterius dan dikurung dalam sebuah kamar selama 15 tahun. 15 tahun, bung! Dan setelah 15 tahun berlalu, ia dilepaskan begitu aja. Tapi ia nggak membiarkan orang yang bertanggung jawab atas penculikannya lepas dengan mudah, karena selama ia dikurung ia pun difitnah sebagai pembunuh istrinya sendiri. Ya, ia menuntut pembalasan dendam!

Kalau kamu belum tahu, film ini udah dibuat ulang sama Hollywood, lho. Tapi, film aslinya jauh lebih menarik buat ditonton daripada versi Amerikanya.

6. No Country for Old Men

no-country-for-old-men
via daveexaminesmovies.com

(Diadaptasi dari novel  karya Cormac McCarthy)

Llewelyn Moss adalah veteran perang Vietnam yang memiliki kehidupan normal, pekerjaan normal, hobi berburu, dan punya istri cantik yang usianya lebih muda darinya. Ya, ia adalah pria biasa pada umumnya.

Hingga suatu hari, ia mengalami “sedikit ketidakberuntungan” tatkala tanpa sengaja menemukan koper berisi uang dua juta dolar. Tergiur melihat penemuannya itu, ia pun membawa koper tersebut pulang. Namun, ia tak menyadari kalau keputusannya mengambil koper itu merupakan awal mula dari mimpi buruknya: ia diburu layaknya tikus oleh Anton Chigurh, psikopat yang tak segan menghabisi nyawa orang.

Nggak usah diragukan lagi, intensitas film arahan Coen bersaudara ini bisa bikin mata kamu terus menatap layar dengan lekat. Terlebih lagi jika melihat akting Javier Bardem yang memerankan Chigurh, kamu pasti angkat topi deh melihatnya.

7. The Road

road1
via ludditerobot.com

(Diadaptasi dari novel karya Cormac McCarthy)

Kalau kamu orang yang suka banget film action, mungkin film ini akan sedikit membosankan. Karena terlepas dari setting yang bertempat di dunia post-apocalyptic, film adaptasi ini mengusung tema hubungan personal antara ayah dan anak. Dialognya pun terasa minim dengan jumlah karakter yang terbilang nggak banyak, dan bahkan kamu nggak dikasih tahu siapa nama karakter utamanya. Tapi dengan sedikitnya karakter yang ada, peran Viggo Mortensen sebagai sang ayah serta Kodi Smith-McPhee sebagai si anak jadi terlihat begitu menonjol. Dan mereka melakukannya dengan sukses dalam menghantarkan pesan yang ingin disampaikan oleh film ini!

Jika ingin digambarkan dengan singkat, The Road bisa disebut film yang bisa membantu kamu merenungkan kembali hubungan antara kamu dan sosok ayah kamu.

8. Confession

Confessions-001
via asianwiki.com

(Diadaptasi dari novel karya Kanae Minato)

Gimana perasaan kamu kalau mendengar ada murid kamu yang terang-terangan mengaku telah membunuh anak kamu yang masih balita, dan alih-alih merasa bersalah, ia malah mengejek kamu? Tentu kamu bakal sedih dan marah, tapi apa kamu mau membalas dendam? Pasti kamu mikir-mikir dulu, karena tindakan seperti itu pasti ada konsekuensinya. Tapi buat karakter utama dalam film Confession, muridnya yang berdosa itu harus dibikin jera dengan cara yang “sama kejamnya”.

Emang serba salah nonton film ini. Di satu sisi, kamu bisa dibuat bersimpati sama sang guru yang ingin membalas dendam dan ikut mendukungnya. Tapi di sisi lain, kamu tahu kalau perbuatannya itu nggak bisa dibenarkan. Satu yang pasti, film ini berhasil mengajak penontonnya serasa ikut terlibat di dalamnya.

9. The Shawshank Redemption

shawshankredemption
via cinemablend.com

(Diadaptasi dari novela berjudul Rita Hayworth and Shawshank Redemption karya Stephen King)

Yup, Stephen King yang dimaksud nggak lain adalah penulis cerpen dan novel horor yang terkenal itu. Tapi, kamu nggak bakal nemu setitik pun unsur horor dan supernatural dalam The Shawshank Redemption yang disutradari Frank Darabont ini. Yang ada kamu bakal nemu seorang bankir yang dijebloskan ke dalam bui setelah ia dikenai dakwaan membunuh istrinya sekaligus selingkuhannya. Padahal ia sendiri nggak bersalah.

Salah satu film yang dianggap sebagai film terbaik sepanjang masa oleh banyak orang. Status ini udah cukup untuk membuat The Shawshank Redemption wajib kamu tonton minimal sekali seumur hidup.

10. Crows Zero

SMA-Suzuran-Crows-X-Worst-Genji-Takiya
via duniaku.net

(Diadaptasi dari komik/manga berjudul Crows karya Hiroshi Takahashi)

“Geeenjieeee….!”

Film ini mungkin film yang “paling nggak serius” dalam daftar ini. Sebabnya mungkin bisa dilihat dari apa yang bisa kamu saksikan dari film ini: tawuran antar pelajar SMA. Tapi sayang kalau melewatkan film ini begitu aja. Konflik-konflik dan adegan berantem yang ada di dalamnya emang bisa menghibur kamu saat menontonnya, sekaligus mengingatkan betapa nggak pentingnya sumber pertengkaran antar remaja sekolahan, heheheh.

Wah, sebenarnya masih banyak film-film adaptasi bagus yang nggak tertampung di sini, kaya film Fight Club yang diadaptasi dari novel karya Chuck Palahniuk atau Forrest Gump karya Winston Groom. Tapi, setidaknya 10 film ini udah cukup buat jadi rekomendasi tontonan di saat waktu senggang kamu, kan?

Komentar:

Komentar