Solo: A Star Wars Story, Kenapa Han Solo Terlihat Begitu Berbeda di Film Ini?

Apa sudah saatnya kita melupakan Harrison Ford?

:

Bagi kamu yang termasuk penggila berat franchise buatan George Lucas ini, mungkin kamu nggak bakal melewatkan sepak terjang Han Solo muda dalam Solo: A Star Wars Story. Meskipun begitu, selama satu minggu penayangannya film ini film ini belum bisa menyamai rekor keuntungan yang berhasil didapatkan pesaingnya yang juga rilis di bulan Mei: Deadpool 2 dan Avengers: Infinity Wars.

Terasa cukup aneh jika Solo tak bisa menyamai kesuksesan film-film Star Wars sebelumnya. Betul, nggak?

Sekelibat pertanyaan malah muncul di benak saya: Bagaimana bisa film yang berisi karakter yang begitu flamboyan dan punya perangai khas layaknya cowboy ini nggak bisa mengungguli Rogue One sekalipun? Terlepas dari masalah yang terjadi pada saat produksi Solo, tentu ada hal lain yang bisa menjadi catatan terkait dengan apa yang terjadi dalam film ini. Salah satunya adalah karakter Han Solo yang diperankan oleh wajah baru, Allen Ehrenreich.

via hollywoodreporter.com

Berbicara tentang Han Solo, kamu pasti setuju bahwa sangat sulit untuk memisahkannya dengan nama besar Harrison Ford. Kekhawatiran yang cukup lumrah, dan saya pun bakal sependapat dengan kamu mengenai hal tersebut. Dalam Solo pun saya butuh banyak waktu untuk mengenalnya sebagai Han setelah dia bertemu dengan Chewbacca. Beruntunglah berkat Chewie, saya berhasil mengenal sahabatnya sekaligus co-pilot Millennium Falcon tersebut.

Ehrenreich sendiri bisa dibilang nggak buruk-buruk amat kok dalam memerankan karakter ikonik ini. Hanya saja jika membandingkan bagaimana Ehrenreich dan Ford memerankan karakter Han, hasilnya kelihatan sangat berbeda jauh. Entah apa yang dilihat pada saat casting pemeran Han Solo sebelumnya, Ehrenreich dan Ford memiliki beberapa perbedaan yang cukup mencolok dalam penampilan; mulai dari tinggi badan, wajah, hingga perangai yang berbeda satu sama lain.

via nerdist.com

Hal tersebut yang barangkali menjadi alasan saya kurang bisa mengenali Ehrenreich sebagai Han pada awalnya. Mungkin jika pilihan jatuh kepada Anthony Ingruber, yang memerankan William Jones muda di film The Age of Adaline, saya bakalan mengatakan bahwa ia pantas memerankan karakter yang diperankan Ford tersebut.

Editor’s Pick


Namun, rasanya kurang adil jika kita melihat kepantasan dalam memerankan karakter Han hanya melalui penampilan saja. Toh, kita nggak mungkin bisa menirukan seseorang secara sempurna, apalagi kalau yang kita tirukan itu hanya karakter fiksi. Han Solo adalah karakter fiksi, dan dia juga bukan Harrison Ford.

Lantas apa yang menjadi permasalahan kali ini, saya bakal menggarisbawahi naskah dalam film ini.

via StarWars.com

Walaupun film ini menggandeng kembali penulis Lawrence Kasdan yang memiliki pengalaman dalam menulis dua film dari trilogi asli Star Wars,  saya tak merasakan sama sekali kesamaan terkait karakter Han yang pernah kita lihat sebelumnya. Mungkin karena dalam Solo Lawrence Kasdan berkolaborasi dengan anaknya, Jonathan, dalam menulis naskah. Sudut pandang dari ayah dan anaknya tentu bakal berbeda, dan itu bisa saja memengaruhi satu-dua hal dalam Solo.

Perangai Han yang sinis dan tak ingin terlibat apa pun yang bukan menjadi urusannya nampak berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Ehrenreich saat memerankan Han Solo. Kamu mungkin masih bisa melihat Han sebagai pemuda yang berantakan dalam diri Ehrenreich, tapi Han di sini memiliki lebih banyak energi dan antusiasme daripada di trilogi Star Wars yang asli. Bahkan dia masih bisa tampak ceria meski kekasihnya Qi’ra (Emily Clarke) diculik.

Hal tersebut terlihat cukup aneh sih, terlebih Solo mengambil garis waktu yang terhubung dengan cerita selanjutnya di New Hope. Jadi saya berpikir masa iya sih, karakter Han Solo bisa berubah tanpa ada titik tolak yang membuat ia jadi punya sifat yang berbeda. Tapi jika disimpulkan, perbedaan tersebut bisa jadi penanda bahwa naskah Solo tak memberikan cukup materi agar aktor bisa berkenalan lebih jauh dengan karakter yang kita kenal dan cintai selama ini.

via encambiodiario.com

Terlepas dari kejanggalan yang mungkin bikin kita merasa kalau Ehrenreich tak bisa menyamai Ford, pujian tetap harus diberikan pada Ehrenreich atas performanya dalam memerankan Han Solo. Bahkan Ford sendiri setuju jika Ehrenreich berhasil memerankan karakter yang sudah sangat mendarah daging dengan dirinya tersebut. Nggak berlebihan memang, setidaknya Ehrenreich bisa menjawab pernyataan Abrams yang menyatakan bahwa karakter Han sudah tak bisa dikembangkan lagi dalam cerita di film selanjutnya.

Jadi meskipun tak memengaruhi cerita di sekuel Star Wars yang sedang berlanjut pada saat ini, seenggaknya Han jadi mempunyai cerita lain yang masih bisa digali lagi untuk ke depannya. Dan itu mungkin bisa dilakukan jika pihak sineas merasa sekuel lain dibutuhkan untuk menjawab sedikit kegagalan yang diraih Solo di box-office saat ini.

Tentu saya akan sangat tertarik untuk mengikuti petualangan Han Solo selanjutnya bersama Chewbacca dan Millennium Falcon. Apa kamu memiliki pendapat lain mengenai Han Solo di film Solo: A Star Wars Story ini?

Komentar:

Komentar