Sedikit Saran untuk Film Sonic The Hedgehog dari Seorang Penggemarnya

Siapa tahu beneran bakal dibaca sama tim produksinya

Beberapa bulan lalu saat Paramount Pictures mengunggah trailer untuk film live action Sonic The Hedgehog, saya dibuat kaget dan heran bukan main. Kok penampakannya Sonic jadi kayak gitu!?

Seingat saya yang pas zaman belum disunat SD dulu gemar main Sega (selain gemar matematika tentunya), tampilan Sonic tuh keren banget. Kerennya Sonic tuh mungkin bisa disamakan sama Primus Yustisio pas lagi memerankan Panji Manusia Millenium. Mulai dari bentuk matanya (mata Sonic, bukan Primus) yang tengil banget, sampai bentuk badannya yang udah cocok banget buat jadi maskot tim basket NBA, semuanya serba keren!

Tapi trailer film itu, yang live action itu tuh, malah bikin ambyar semua ekspektasi saya akan film adaptasi Sonic yang bagus. Buat saya, Sonic itu karakter sekaligus ikon yang menemani masa kecil saya. Ia jauh lebih keren dari Mario yang berwujud bapak-bapak berkumis baplang. Dan kini ia telah dinodai oleh desain di film live action-nya, desain yang entah kenapa sulit dilenyapkan dari benak saya.

Ternyata saya nggak berdiri sendirian. Banyak netijen yang merasakan dampak kekecewaan yang sama, sampai-sampai sebagian dari mereka melakukan aksi frontal (baca: mengungkapkan kekecewaan lewat tweet yang ditujukan langsung ke sutradara Sonic, Jeff Fowler). Netizen gitu lho, langsung dihantam lewat jalur personal.

Akhirnya setelah dibanjiri hujatan mengenai tampilan karakter Sonic di trailer-nya, Jeff pun meminta maaf lewat akun Twitter pribadinya. Layaknya Patih Gajah Mada, ia pun berikrar akan melakukan perbaikan di sana-sini, biar filmnya sesuai dengan ekspektasi rakyat.

Tapi jujur, saya udah skeptis duluan. Saya bukan Biksu Tong Sam Chong yang baik hati. Maka dari itu, saya mau menyampaikan sedikit saran untuk tim yang memproduksi film Sonic The Hedgehog. Yaah, mungkin tulisan ini nggak akan dibaca sama mereka. Tapi, siapa peduli!? Saya cuma pengin menumpahkan opini lewat tulisan.

Sesuaikan tampilan desain Sonic dengan bentuk di game aslinya

Pernah dengar istilah “Don’t judge a book by its cover” atau janganlah engkau menilai buku dari sampulnya? Istilah itu nggak selalu benar adanya. Kadang sebelum mengenal seseorang lebih jauh, penampilanlah yang selalu menjadi impresi pertama untuk menilai seseorang. Nah, hal itu juga berlaku buat film Sonic The Hedgehog.

Kamu sadar nggak kalau Sonic di film ini bentuknya agak-agak mirip Son Goku versi Super Saiya 4 di Dragon Ball GT? Coba bandingkan ini…

via polygon.com/Paramount Pictures

Dengan ini…

via dragonball.fandom.com/Toei Animation

Begitu lihat penampakan mengerikan Sonic di trailer filmnya, saya langsung merasa pesimistis juga sama ceritanya, takut sama-sama jelek. Kamu tahu atau ingat film live action Super Mario Brothers yang rilis tahun 1993? Naaah, saya pesimis kalau Sonic juga bakal mengikuti jejak Super Mario Brothers, mulai dari wujud karakternya yang diubah sampai tone filmnya yang sok-sokan gelap tapi ceritanya nggak jelas.

Manfaatkan franchise game-nya sebagai bahan utama buat adaptasi

via segabits.com

Sonic The Hedgehog bukan pemain baru di dunia game. Sejak kemunculan pertamanya di tahun 1991, game Sonic langsung disusul sama sekuel dan spin-off dengan jalan cerita dan detail baru di setiap rilisnya.

Oke, ini cuma dugaan saya. Tapi melihat desain karakternya yang diubah, saya curiga jalan ceritanya juga bakal berbentuk adaptasi bebas. Itu bukan hal yang nggak mungkin, mengingat banyak film adaptasi game yang melakukannya.

Satu pertanyaan saya: kenapa nggak banyak film adaptasi yang sesetia mungkin sama game aslinya?

Mungkin jalan cerita game pertama Sonic yang rilis di Sega bisa jadi salah satu acuan yang cocok buat filmnya. Walaupun game tersebut bukan game bertipe adventure, seenggaknya plotnya mungkin akan lebih bisa dipahami oleh semua orang dari segala jenis umur. Narasi ceritanya juga bisa dikembangkan lebih jauh dan membuka kemungkinan yang lebih luas untuk sekuelnya.

Selain jalan cerita, alangkah baiknya jika detail seperti setting tempat dan latar belakang karakternya juga disesuaikan dengan game aslinya. Contohnya nih, di versi aslinya Sonic itu dikisahkan lahir dan tinggal di Nebraska bersama keluarganya. Tapi di trailer film, ternyata Sonic itu makhluk luar angkasa yang asalnya dari planet asing.

via polygon.com/Paramount Pictures

Coba perhatikan deh dialog di trailer, ada dialog yang bunyinya, “It looks like I’m going to have to save your planet.” Terus itu berlanjut dengan setting saat adegan Dr. Robotnik muncul, pemandangan sekitarnya terlihat seperti bukan di bumi.

Pastikan orang yang bikin film Sonic memang pencinta Sonic

via digitalspy.com / Paramount Pictures

Munculnya banyak komentar negatif mengenai film ini ujungnya malah bikin saya bertanya-tanya: apa tim produksi film ini pernah coba main game Sonic?

Aneh aja soalnya, hampir semua aspek yang ditampilkan di trailer terasa seperti terlalu “eksperimental”. Alasan untuk menciptakan Sonic dengan wujud seperti itu memang cukup masuk akal, tapi Sonic udah jadi karakter yang ikonik dengan ciri khas yang kadung melekat di dalam ingatan banyak orang. Pilihan yang riskan banget buat bikin perubahan drastis semacam itu.

Jangan-jangan tim rekrutmen Paramount salah baca CV nih. Bisa jadi mereka bukan fans Sonic, tapi konsol Crash Bandicoot?

Yaah, tapi itu semua cuma opini yang datang dari rasa cemas saya sebagai fan Sonic. Tiap orang mungkin punya pendapat yang beda. Kalau kamu gimana? Apa optimis sama film Sonic The Hedgehog?

10 Shares

Komentar:

Komentar